
Setelah selesai melakukan pemeriksaan dirumah sakit kini keduanya kembali pulang menuju kediaman utama Alatas untuk mengabarkan berita gembira ini pada seluruh penghuni mansion.
"Sayang jika kamu mau sesuatu katakan saja,jika aku sanggup aku akan mengabulkannya",ujar Sean yang menatap sekilas sang istri.
"Beneran Mas?",tanya Anaya dengan antusias.
"Iya tentu saja",jawab Sean mengelus perut rata sang istri dengan tangan kirinya.
"Kalau begitu aku mau makan rujak mangga muda Mas",jawab Anaya.
"Rujak mangga?",tanya Sean melongo karena baru saja ia mengatakan akan mengabulkan permintaan sang istri malah Anaya langsung menagihnya.
"Iya...tapi mangga ya langsung dari pohonnya Mas",jawab Anaya membuat Sean meneguk ludahnya.Kemana ia harus mencari mangga muda sekarang.
"Kamu gak mau ya Mas",ujar Anaya dengan raut wajah sendu.
"Iya mau kok sayang,aku lagi berpikir dimana kita bisa menemukan mangga muda dari pohonnya langsung",jawab Sean.
Tiba tiba saja ia teringat sahabatnya Morgan memiliki kebun mangga di kota sebelah.Tapi itu sangat jauh."Sayang...Morgan ada sih pohon mangga tapi lokasinya sangat jauh",ujar Sean.
"Dimana Mas",tanya Anaya.
"Di kota sebelah",jawab Sean.
"Yah...jauh Mas.Kita ke rumah Riko aja Mas kalau gak salah di depan rumahnya ada pohon mangga",ujar Anaya.
"Apa?Riko mantan kamu itu?",tanya Sean
"Huum..."
"Gak...mending ke kota sebelah saja",ujar Sean.Yang benar saja ia harus datang kerumah mantan kekasih istrinya itu untuk meminta mangga muda.
"Tapi jauh Mas.Kandungan aku masih lemah dan gak bisa melakukan perjalanan jauh", jawab Anaya membuat pria yang berstatus suaminya itu menghela nafas panjang.Tak tau kah Anaya jika Sean tak ingin Anaya kembali bertemu dengan Riko.
"Naya...
"Ya udah kalau kamu gak mau",kesal Anaya memalingkan wajahnya kearah jendela mobil.
Sean mengatur nafasnya yang memburu menahan rasa cemburu yang menguasainya.
"Kamu pintar sekali Nak bikin Papa pusing menghadapi permintaan mu",batin Sean.
"Ya udah di mana alamat rumah MANTAN kamu itu",ujar Sean menekan kan kata mantan pada kalimatnya.
"Kamu ikhlas gak sih Mas?",ujar Anaya dengan tatapan berkaca-kaca.
Sean yang melihat sang istri akan menangis merasa bersalah dengan ucapannya."Ikhlas kok sayang",jawab Sean mengusap lembut pipi sang istri.
Sekarang kamu tunjukkan dimakan alamat rumah Riko itu", timpal Sean.
__ADS_1
"Lurus aja nanti rumahnya di pinggir jalan kok",jawab Anaya.
"Baiklah tapi jangan cemberut gitu nanti anak kita ikutan cemberut loh",ujar Sean mencium punggung tangan sang istri lembut.
"Mana ada Mas orang dia masih kecil",jawab Anaya.
"Iya...tapi jangan cemberut lagi dong,kalau senyuman kamu gak ada kayak ada yang kurang sayang",ujar Sean membuat Anaya tersenyum tipis mendengar ucapan sang suami.
"Gitu dong...kan kamu kelihatan semakin cantik",goda Sean.
Blush
Seketika kedua pipi Anaya merona mendengar pujian sang suami.Wajahnya terasa panas ia memalingkan wajahnya kearah lain agar Sean tak melihat pipinya bak kepiting rebus menahan rasa malunya.Sean terkekeh melihat sang istri merona seperti itu.
"Berhenti Mas",ujar Anaya membuat Sean langsung menghentikan laju kendaraannya.
"Ini rumahnya Mas", tunjuk Anaya pada sebuah rumah yang sangat mewah dan benar saja disana tampak ada pohon mangga.
Sean kembali melajukan kendaraannya untuk memasuki pekarangan rumah mewah itu.Keduanya turun dan melihat sekeliling yang tampak sepi.
"Kamu yakin ini rumahnya sayang",tanya Sean sedikit ragu karena rumah itu seperti telah lama tinggal.
"Iya Mas...benar kok.Aku beberapa kali kesini diajak Riko",jawab Anaya yang tanpa ia sadari Sean sedikit kesal dengan jawaban sang istri.
"Tapi ini kayaknya kosong sayang",ujar Sean menekan rasa cemburunya.Iya tau hati Anaya sudah untuknya sepenuhnya.Jadi tak perlu lagi takut jika Anaya kembali tergoda oleh Riko.
"Iya ya Mas...tapi mangga ya ada Mas",tunjuk Anaya pada pohon mangga didepan ia berdiri.
Tak lama seorang penjaga keluar dari belakang rumah.Tampak seorang pria tua berjalan kearah mereka.
"Ada yang bisa dibantu?",tanya pria itu dari belakang membuat Anaya dan Sean terlonjak kaget.
Anaya dan Sean menoleh pada pria tua itu yang tampak menatap keduanya penuh tanda tanya.
"Oh gini Pak...benar ini rumahnya Riko?",tanya Anaya sopan sedangkan Sean berwajah datar dan dingin.
"Benar kalian berdua siapanya nak Riko?",tanya pria tua itu lagi.
"Saya temannya Riko Pak dan ini suami saya",jawab Anaya.
"Oh...tapi Nak Riko dan keluarga sudah pindah ke LA satu bulan yang lalu",jawab pria itu lagi.
"Hah? pindah?",gumam Anaya.
"Iya...ada sesuatu masalah yang mengharuskan mereka pindah",jawab pria tua itu.
"Oh kalau begitu,boleh-
"Kami permisi dulu Pak.Terima kasih informasinya",Sela Sean menarik lengan sang istri menuju mobilnya.
__ADS_1
"Mas aku mau-
"Dirumah teman Seena ada pohon mangga Anaya,kita boleh mengambilnya kesana sekarang",ujar Sean membukakan pintu mobil untuk sang istri.
"Kok kamu baru bilang Mas",sungut Anaya.
"Seena baru saja mengirimkan pesan padaku Anaya",jawab Sean yang gemas dengan sang istri.
Keduanya meninggalkan pekarangan rumah Riko menuju rumah teman Seena yang tak jauh dari sana.
Anaya memilih diam dan tak bersuara karena kesal dengan sang suami.Padahal mereka tinggal meminta lalu mengambil buahnya.Sekarang malah pergi menuju tempat lain.
"Sayang..."
"Hmmmm"
"Jangan ngambek dong bentar lagi kita sampai",bujuk Sean.
"Tau ah...",kesal Anaya.
Sean menghembuskan nafas berat.Emosi bumil memang susah ditebak."Nay...tadi sang pemilik gak ada dirumah mana mungkin kita ngambil tanpa izin sama pemiliknya",jelas Sean.
"Tapi kita bisa minta sama Bapak tua tadi kan Mas",jawab Anaya.Ia sudah terlanjur ngiler melihat buah mangga muda yang ada didepan rumah Riko tadi.
"Yang punya kan bukan bapak itu"ujar Sean.
"Ya udah",ketus Anaya.
Sean menggeleng pelan dan bersabar menghadapi ibu hamil yang satu ini.Ia memilih diam dsri pada salah terus jika berbicara terus.
Setibanya didepan rumah teman Seena mereka sudah ditunggu oleh Seena dan temannya itu.Saat Anaya dan Sean turun dari mobil Seena langsung memeluk Kakak iparnya itu.
"Selamat ya Kak",ujar Seena saat mengurai pelukannya.
"Ya Seena", jawab Anaya.
"Aduh...gak nyangka udah mau jadi aunty saja akunya",ujar Seena mengusap perut rata Anaya.
"Sehat sehat ya keponakan aunty", bisik Seena didepan perut Anaya.
"Udah Seena mana pohon mangganya",ujar Sean.
"Ada dibelakang Kak",jawab teman Seena.
"Ayo Kak kita ke belakang.Pohon mangganya unik gak terlalu tinggi tapi berbuah lebat,ya gak Anggi?",ujar Seena pada temannya itu dan diangguki oleh gadis itu.
"Iya...itu pohon mangganya", tunjuk Anggi setelah sampai dibelakang.Mereka lewat samping rumah Anggi jadi gak perlu masuk rumah dulu.
Benar saja pohon mangga itu begitu rendah bisa dipetik tanpa harus pakai tangga.Anaya tamoak antusias melihatnya.Kedua matanya berbinar melihat mangga muda yang membuatnya begitu ngiler.
__ADS_1
...****************...