
"A-aku--
"Dia sebentar lagi akan menjadi adikmu Sean",ujar Morgan membuat Robi membeku dengan penuturan atasannya itu begitu juga dengan Seena.
"Robi..."
"I-iya Tuan...",jawab Robi dengan begitu gugup.
"Ikut aku...kita harus bicara",ujar Sean melangkah lebih dahulu.
Seena tampak cemas dengan sang kekasih, ia takut Kakaknya tidak setuju dengan hubungannya dengan Robi.
"Udah...Kakak yakin semua akan baik-baik saja kok",ujar Anaya menenangkan sang adik ipar yang tampak gelisah.
"Tapi Kak--
"Kita lihat saja nanti apa yang terjadi,Kakak kamu gak akan seegois itu Seena",ujar Anaya.
"Kak Morgan sih...",sungut Seena membuat pria itu terkekeh geli.
"Cepat atau lambat Sean pasti akan tau juga kan?",jawab Morgan.
Di sebuah ruangan Sean berdiri menatap tajam Robi yang tampak begitu gugup.Bukan dia takut pada Sean tapi dia hanya takut diminta meninggalkan Seena gadis yang mampu membuat hatinya kembali bergetar.
"Robi..."
"Ya Tuan...",jawab Robi dengan membalas tatapan atasannya itu.
"Benar apa yang dikatakan Morgan?",tanya Sean dengan wajah dinginnya.
"Ya Tuan...",jawab Robi.
"Sejak kapan?"
"Lima hari yang lalu",jawab Robi.
"Apakah kamu benar benar mencintai adikku atau hanya sekedar pelarian atas luka hatimu sebelumnya?.Jika hanya bermain-main lebih baik mundur dari pada kamu menyakitinya",tutur Sean.
"Mungkin dia bukan bukan yang pertama untukku Tuan tapi aku telah berjanji pada diriku jika dia yang akan menjadi tempat terakhir pelabuhan hatiku",jawab Robi yakin.
"Aku harap kamu tak pernah menyakitinya karena dia adikku satu satunya yang begitu sangat aku sayangi.Dia sungguh mencintaimu sejak dulu jadi berpikir ulanglah jika kamu hanya bermain main",ujar Sean.
"Insyaallah aku akan segera menghalalkannya Tuan jika anda mengizinkan karena aku tidak mau pacaran karena usiaku juga tidak lagi muda",jawab Robi mantap.
"Kami tunggu pinanganmu di mansion Alatas",balas Sean menepuk pelan pundak sekretarisnya itu.
Jujur Sean menyukai kepribadian Robi yang hampir sama dengannya.Dia dari dulu pernah berencana untuk menjodohkan Robi dengan sang adik.Tapi kini Tuhan seolah olah mengabulkan niatnya dengan menyatukan keduanya melalui sebuah rasa yang sama.
"Baik Tuan...",jawab Robi menahan rasa bahagianya dihadapan sang atasan.
Keduanya saling melemparkan senyum dan kemudian Sean melangkah meninggalkan Robi keluar dari ruangan itu.
Robi tak bisa manahan rasa yang membuncah didadanya.Ia merasa begitu bahagia karena baru saja mendapatkan lampu hijau dari calon Kakak iparnya.
__ADS_1
Robi melangkah keluar dari ruangan itu dengan senyuman yang luntur dari bibirnya.Namun langkah berhenti saat melihat sang pujaan hati berusaha didekati oleh seorang pria.Hatinya begitu panas dan ada rasa tak rela pria itu menyentuh gadisnya.
Ya Seena sedang berdansa dengan seorang pria atas desakan salah satu temannya.Morgan,Sean,Anaya dan Lola manatap kearah Robi yang manatap pria yang sedang berdansa dengan kekasihnya itu dengan begitu tajam.
Robi berjalan menuju keduanya dengan langkah pasti.Ia berusaha untuk tidak meledak ledak karena rasa cemburunya diacara bahagia atasannya.
"Seena..."
Deg
Seena segera melepaskan dekapan pria itu di pinggangnya."Kak Robi",gumam Seena.
"Jadi begini?",tanya Robi lalu segera pergi dari hadapan keduanya dengan rasa yang bercampur aduk.
"Kak Robi...tunggu!",teriak Seena berlari mengejar pria itu namun Robi tetap melangkah menjauh.
Seena kehilangan jejak Robi terus berteriak memanggil nama pria itu.Namun tiba-tiba tangan ditarik seseorang menuju sebuah ruangan dan mengunngkungnya.
"Kak...mmmmpphh
Robi membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya lalu m********* dengan lembut.
"Jangan pernah memancing rasa cemburuku Baby",bisik Robi mengusap bibir Seena yang basah oleh salivanya dengan ibu jari.
"Kak...aku tadi--
"Apapun alasannya tolong hargai perasaanku.Jika kejadian itu dibalik apa yang kamu rasakan, hum?",tanya Robi mengusap lembut pipi halus Seena dengan punggung tangannya.
"Aku akan melabrak wanita itu dan--
"Maaf...",cicit Seena.
"Hmmm...kamu sangat cantik hari ini,Baby", bisik Robi mengecup punggung tangan Seena dengan penuh cinta lalu menyelamatkan sebuah cincin dijari manis Seena sebagai bukti ketulusan cintanya.
Seena berdebar dengan apa yang dilakukan oleh Robi padanya."Kak ini...?",ujar Anaya menatap cincin berlian itu melingkar dengan begitu cantik dijari manisnya.
"Untuk gadis cantik yang telah mencuri hatiku",jawab Robi bersungguh sungguh.
"Makasih Kak ini sungguh indah",balas Seena.
"Apapun untukmu Baby",jawab Robi.
Seena tersenyum manis dan menatap prianya itu dengan hati yang berbunga bunga.
"Ayo balik...",ujar Robi menarik tangan Seena dengan lembut.
"Tapi acaranya...?", tanya Anaya.
"Acaranya hampir usai dan akan dilanjutkan dengan resepsinya nanti malam",jawab Robi berjalan menuju mobilnya keduanya tak luput dari tatapan sepasang mata yang menatap. mereka tersenyum tipis.
"Mas...aku yakin Robi gak akan melewati batasnya",ujar Anaya mengusap pelan lengan Sean.
"Ya...aku tau sayang",jawab Sean menggenggam tangan sang istri lembut.
__ADS_1
"Ayo kita ke Mama dulu ambil Arka lalu pulang",ujar Sean manarik tangan sang istri kembali masuk kedalam tempat acara.
Anaya hanya mengangguk lalu mengikuti langkah sang suami mencari keberadaan sang mertua yang sudah memonopoli Arka darinya seharian ini.
"Sean..."
Sean menatap orang yang baru saja memangilnya.
"Apa kabar Bro...",ucap pria itu.
"Hasbi...",gumam Sean yang masih didengar oleh pria itu.
"Ya ini aku...",, jawab pria itu tersenyum lebar.
"Ada apa?", tanya Sean datar.
"Sean... Lo?"
"Jangan lagi mengganggu Seena,cukup tadi kamu memaksanya berdansa",ujar Sean datar.
"What...?sejak kapan Lo larang gue dekatin Seena? bukankah selama ini--
"Seena telah menjatuhkan pilihan pada pria lain jadi berhenti berharap lebih",jawab Sean.
"Hahaha...Sean sebelum janur kuning melengkung aku masih punya kesempatan,bukan?",ujar pria itu tertawa ringan.
"Berhenti sebelum terlalu jauh atau kau akan merasakan sakitnya nanti",ujar Sean tersenyum miring.
"Baiklah...aku tak segila itu Sean.Aku tau Seena mencintai pria lain.Aku hanya ingin memastikan pria pilihannya itu adalah yang terbaik untuknya",ujar Hasbi.
"Hmmm...aku sudah memastikannya jadi tak usah ikut campur",ujar Sean melangkah meninggalkan pria itu yang tak lain adalah teman masa kecilnya,tapi memang begitulah Sean selalu bersikap dingin.
"Lo gak pernah berubah Sean",ujar pria itu menggeleng pelan sembari tersenyum tipis.
"Mas...pria tadi menyukai Seena?", bisik Anaya.
"Ya...dari kecil tapi Seena terlanjur menganggapnya Kakak",jawab Sean.
"Oh.."
***
Sementara itu dalam mobil Seena dan Robi menuju mansion Alatas.Pria itu menatap sekilas gadisnya sembari tersenyum.
"Seena..."
"Ya Kak...",jawab Seena menatap Robi.
"Apakah tadi itu ciuman pertamamu?",tanya Robi.
"Hah?
...****************...
__ADS_1
like dan subscribenya dong say...