
Anaya duduk dengan memangku kedua tangannya menatap tajam sang suami yang sedang fokus pada laptopnya.Ia masih kesal dengan suaminya itu.Entalah ia begitu tak rela saat wanita tadi berusaha mendekati suaminya itu.
Sean yang sadar ditatap oleh sang istri menoleh.Dia tau mood sang istri belum datang setelah kejadian tadi.Ia memilih untuk diam dari pada bicara akan membuat mereka bertengkar dan pastinya akan berpengaruh pada kandungan Anaya.
"Ada apa sayang?",ucap Sean.
"Gak...kesal sama kamu Mas",jawab Anaya dengan ketusnya.
"Bukankah sudah aku jelaskan semuanya Naya.Aku tak tertarik dengan wanita seperti itu",ucap Sean menghampiri sang istri.
"Tapi--
"Sudah ya...aku gak mungkin macam macam di belakang kamu.Karena sekarang bukan hanya kamu yang aku jaga tapi anak kita",ujar Sean menyibak baju Anaya dan mengusap perut rata miliknya.
"Aku hanya takut kamu meninggalkanku setelah bosan",ucap Anaya sendu.
"Itu tidak akan terjadi sayang.Aku mencintai kamu dan anak kita.Ini kamu baper gara gara novel online yang kamu baca nih",tebak Sean karena ia tau sang istri gemar membaca novel online.
"Hehe iya Mas",jawab Anaya tersenyum lebar.
"Tak semua cerita novel itu nyata sayang.Terkadang hanya sudut pandang penulisnya saja",ujar Sean.
Tak lama makanan mereka datang.Anaya tampak berbinar melihat gurame bakar yang dari tadi inginkan.
"Ayo sayang kita makan",ujar Sean mengambilkan sepiring nasi untuk sang istri lengkap dengan ikan gurame bakarnya.
"Makasih Mas.Kamu gak makan?",tanya Anaya.
"Iya...tapi suapkan boleh?",ujar Sean dengan nada manjanya.
"Baiklah...sepiring berdua ya",jawab Anaya.
"Huum..."
"Kak....Nay--
Seena melongo melihat keromantisan sang Kakak dengan sang istri.Niat hati ingin mengajak Kakak iparnya makan siang malah ia dikejutkan oleh pasangan itu.
"Jangan berdiri di pintu Seena, pamali",ujar Sean.
Seena menghampiri kedua Kakaknya itu dengan langkah gontai dan duduk tak jauh dari mereka.
"Apakah kamu sudah makan siang Seena?",tanya Anaya yah fokus pada makanannya.
"Belum...niatnya mau ngajak Kak Naya makan siang bareng eh orangnya malah makan berdua disini",ujar Seena dengan raut wajah kesalnya.
"Aku boleh ikut makan gak Kak",tanya Seena menatap makanan diatas meja dengan mata berbinar.
"Gak...pesan sendiri",ketus Sean.
__ADS_1
"Dih...pelit", gerutu Anaya lalu melangkah pergi dari ruangan Kakaknya itu dengan wajah ditekuk.
"Mas...kamu gak boleh kayak gitu sama adik sendiri",ujar Anaya.
"Biarlah sayang.Dia tak kekurangan uang bahkan jajannya dobel dari aku dan Papa.Jadi dia bisa membeli makanan apapun yang dia mau",jawab Sean.
Anaya menggeleng kecil melihat sang suami yang begitu cuek dengan adiknya sendiri.Ia menyudahi makan siangnya setelah ikan gurame bakar itu berpindah ke perutnya.
Wanita itu mengelus perutnya yang begah karena kekenyangan.Sean tersenyum melihat sang istri tampak begitu kekenyangan.
Tak terasa waktu terus berlalu hingga petang pun datang.Sean dan Anaya tengah berada didalam mobil menuju mansion kedua orangtuanya.Setelah kedua orangtuanya tau sang menantu hamil mereka meminta anak menantu mereka tinggal dimansion mereka.
"Sayang kamu mau sesuatu?",tanya Sean.
"Gak Mas...lagi pengen masakan rumah",jawab Anaya.
Sean tersenyum tipis pada pada sang istri.Pria itu menggegam tangan sang Anaya dengan lembut.
Tak lama mereka sampai di mansion keduanya turun dan memasuki hunian klasik itu dengan tangan bertaut.
Kedua menghentikan langkah saat melihat sosok yang tengah duduk didepan kedua orangtuanya.Sean menatap tajam orang itu dengan rahang mengetatkan.Sedangkan Anaya merasa begitu familiar dengan orang itu entah dimana ia pernah bertemu orang itu.
Sean menarik sang istri menuju kamar mereka.Pria itu tampak diam seribu bahasa bahkan Anaya saja ia acuhkan.Setelah mengantar Anaya ke kamar kita itu kembali keluar kamar.
Anaya menatap nanar sang suami yang mengacuhkannya.Wanita itu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Tubuhnya terasa begitu lengket karena beraktivitas diluar tadi.
"Beraninya kamu kabur dari sana",ucap Sean membuat orang itu menoleh.
"Se-sean...",lirih orang itu dengan tatapan berkaca-kaca.
"Apa masih kurang hukuman yang aku berikan padamu",ujar Sean membuat kedua orangtuanya terkejut dengan ucapan sang putra.
"Sean maafkan aku.Aku tak sanggup berada disana",lirih orang itu dengan wajah memohon.
"Menurutmu apa masih ada maaf untukmu setelah berniat mencelakakan istriku?",ujar Sean dengan tatapan tajamnya.
"Sean aku--
"Apa aku harus melakukan hal yang sama padamu?",ujar Sean menghunuskan tatapannya.
"Tidak Sean.Aku menyesal sungguh",jawab orang itu dengan tergugu.
"Kamu tau aku membencimu dari awal setelah Nenekku meninggalkan karena pengakuanmu kala itu.Tapi seperti tak ada jeranya kamu kembali mencelakai orang yang aku cinta",ujar Sean.
"Sean maafkan aku",ujar orang itu dengan begitu mengiba.
"Tidak cukupkah hukuman itu untukmu dari pada penjara Sekar,jawab...!",teriak Sean yang tak bisa menahan emosinya.
"Sean...aku a-aku minta maaf.Tolong ampuni aku.Aku janji setelah ini akan pergi jauh dan takkan mengganggu kehidupanmu lagi",ujar wanita bernama Sekar itu dengan terisak lirih.
__ADS_1
"Cih...kamu kira aku percaya?",ujar Sean menatap tajam Sekar.
"Sean...apa yang terjadi?.Hukuman apa yang kamu berikan pada Sekar?",tanya Nyonya Anita.
"Katakan Sekar kesalahan apa yang telah kamu perbuat",teriak Sean.
Tangis Sekar pecah seketika mengingat perbuatannya yang berakhir dengan dirinya mendapatkan hukuman yang tak sanggup ia jalani lagi.
"Katakan Sekar!",teriak Sean.
"Mas..."
Sean menatap sang istri yang berdiri dianak tangga bawah.Wanita yang sedang hamil muda itu tampak berurai air mata.
"Sayang...",ujar Sean menghampiri sang istri dan mengusap kedua pipi sang istri dengan ibu jarinya.
"Mas...jadi--
"Kamu mendengarnya?",tanya Sean menangkup kedua pipi sang istri.
"Iya Mas...",lirih Anaya.
Sean menatap tajam kearah Sekar yang tampak kuyu berurai air mata."Sekar...kamu telah membuat istriku menangis,huku--
"Mas...sudah.Aku sedang hamil Mas.Aku gak mau kamu menjadi ayah yang kejam",sela Anaya.
Anaya berjalan kearah Sekar yang sudah terduduk dilantai."Mbak...
"Anaya maafkan aku",ujar Sekar lirih.
"Ya...aku memaafkanmu tapi--
"Tapi apa Anaya?",ujar Sekar.
"Pergi sejauh mungkin dari kehidupan kami dan berubahlah!",ucap Anaya.
"Makasih Anaya",jawab Sekar dengan mata berbinar.
"Tepati janjimu.Jangan ganggu kami berdua lagi",ucap Anaya mengenggam tangan sang suami.
"Tentu...aku janji Anaya.Kamu benar benar wanita baik hati pantas saja Sean begitu tergila-gila padamu",ujar Sekar.
"Pergilah dari hadapanku sekarang juga...jangan lagi sekali kali muncul dihadapanku atau kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih pedih dari yang kemarin.
"Terima kasih Sean,Anaya",lirih Sekar.
"Hmmm"
...****************...
__ADS_1