Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Merindukanmu


__ADS_3

Dua hari berlalu setelah kejadian itu.Anaya tengah menikmatinya indahnya langit sore ditaman belakang Mansion.Ia begitu merindukan kehadiran sang suami yang hari ini belum memberikannya kabar.


Wanita itu semenjak kamarnya pindah ke lantai dasar lebih banyak menghabiskan waktu disini.


"Mas...aku rindu",gumam Anaya menatap foto sang suami dilayar ponselnya.


Wanita itu menghela nafas panjang,ia begitu merasa sendirian saat ini.Sang Mama mertuanya sedang pergi arisan dan Seena menemani Kakek untuk cek up kerumah sakit.


Meski ada pelayan dan penjaga mereka memiliki pekerjaan masing masing.


Wanita itu memutuskan untuk masuk karena hari makin gelap.Anaya memasuki kamarnya lalu merebahkan diri diatas tempat tidur.Ia menatap layar ponselnya yang tak kunjung juga ada panggilan dari sang suami.


Tak lama pintu kamarnya diketuk Anaya segera bangkit lalu membuka kan pintu.Seorang pelayan tersenyum ramah padanya.


"Maaf Nona...waktunya makan malam",ujar pelayan itu dengan ramah.


"Apakah yang lain sudah pulang Bi?",tanya Anaya.


"Belum Nona--


"Kalau begitu saya tunggu mereka pulang dulu baru makan malam"ujar Anaya.


"Tapi Nona... tadi--


"Saya malas makan sendirian Bi",jawab Anaya lalu menutup pintu kamarnya.


Anaya menghempaskan tubuhnya pelan diatas tempat tidur.Ia jadi bingung harus ngapain sekarang.Namun pintu kamarnya kembali diketuk.Ananya kembali bangkit menuju pintu."Bi...kan aku sudah bilang lagi malas makan",ucap Anaya tanpa melihat siapa yang berdiri dihadapannya.


"Kenapa malas, hum?"


Anaya terkejut mendengar suara yang dari tadi begitu ia rindukan."Mas...", gumam Anaya menatap pria yang ia rindukan memegangi buket bunga mawar putih kesukaannya.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku sayang.Kenapa malas makan,hum?",tanya Sean menatap sang istri yang dari tadi begitu ia rindukan.Namun demi kejutan ia menahan diri untuk tidak menelfon sang istri.Tapi apa barusan yang ia dengarkan sang istri malas makan membuatnya terkejut.Apa lagi saat ini sang istri sedang mengandung.


"Aku malas makan sendirian Mas",jawab Anaya jujur.


"Yang lain pada kemana?",tanya Sean yang juga merasa mansion begitu sepi.


"Keluar Mas",jawab Anaya yang langsung memeluk sang suami begitu erat.


Sean terkekeh lalu mendaratkan kecupan di pucuk kepala sang istri dengan penuh kasih sayang dan kerinduan."Aku merindukanmu sayang",bisik Sean.


"Aku juga Mas...",jawab Anaya mengurai pelukannya.

__ADS_1


"Aku tak hanya sekedar memuji sayang memang itu kenyataannya",ujar Sean menangkup pipi Anaya dengan tangannya lalu me****** bibir wanitanya itu dengan penuh kelembutan.


"Rasanya masih sama,manis",lirih Sean mengusap bibir sang istri yang basah oleh salivanya.


Anya tersipu malu mendengar ucapan Sean menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.Sean tersenyum lebar melihat sang istri yang merona seperti itu.


"Aku sangat mencintaimu sayang dan sangat mencintaimu",ujar Sean mengurai pelukannya.


"Hanya aku saja Mas?,lalu anak kita?",lirih Anaya mengusap perutnya.


"Anak kita dan kamu punya tempat berbeda dihatiku sayang",ucap Sean.


"Anak Papa tidak merepotkan Mama selama Papa pergi kan?",ucap Sean bersimpuh didepan perut Anaya.


"Gak dong Papa selagi baju Papa Mama peluk",ujar Anaya menirukan suara anak kecil.


Sean mengecup perut rata Anaya dengan penuh kasih sayang."Jangan susahkan Mama ya sayang",gumam Sean.


"Mandi gih Mas,biar koper kamu aku yang bongkar",ucap Anaya.


"Baiklah...sayangku", Sean segera berjalan menuju kamar mandi walau tak seluas kamar mandinya yang dulu.


Anaya mengambilkan pakaian ganti untuk Sean lebih dahulu dan meletakkannya tepian tempat tidur.Setelahnya barulah ia membuka koper milik sang suami untuk mengeluarkan pakaian kotor.


Namun Anaya terkejut melihat kotak beludru yang terdapat dibawah lipatan baju milik Sean.Anaya meraih kotak itu dan memisahkannya.Anaya meletakan pakaian kotor Sean dikeranjang pakaian kotor.Anaya meletakkan kotak beludru itu diatas nakas.


Anaya menatap suaminya itu dan tersenyum.Lalu kembali meraih kotak beludru itu dan membukanya.Anaya menatap sebuah kalung berlian yang begitu indah.


"Mas ini?",lirih Anaya.


Sean meraih kalung itu dan memasangkannya dileher sang istri."Cantik...tapi lebih cantik orangnya",ujar Sean.


"Makasih Mas.Apa tidak mubazir Mas yang dilemari saja jarang dipakai",ujar Anaya.


"Tidak sayang.Ini bisa kamu pakai untuk hari hari modelnya simpel dan tak begitu mencolok",ujar Sean.


"Makasih Mas",ujar Anaya.


"Sama sama...aku berpakaian dulu setelah itu kita makan malam",ujar Sean.


"Iya Mas...",jawab Anaya.


Setelah selesai mereka keluar kamar untuk makan malam bersama.Bersamaam dengan datangnya kedua orangtuanya dan Kakek serta Seena.

__ADS_1


"Kak...kamu sudah pulang?",tanya Seena.


"Hmmm"


"Ish.... menyebalkan dasar beruang kutub",kesal Seena membuat yang lainnya menggeleng pelan.


Sean tak menggubris ucapan sang adik memang itulah kenyataannya.Tak tak begitu dekat dengan Seena dari kecil karena jarak umur mereka yang cukup jauh.Tapi diam diam dia begitu peduli dengan sang adik.


"Kapan pulang sayang?",tanya Nyonya Anita.


"Baru saja Ma",jawab Sean.


"Ayo kita makan malam bersama",ajak Anaya.


"Walau belum mandi tapi demi menantuku baiklah kita makan malam bersama",jawab Papa Ferdian.


Nyonya Anita menggeleng pelan melihat kelakuan sang suami.Semuanya meminum meja makan untuk makan malam.


Setelah selesai semuanya memasuki kamar masing masing tinggallah Anaya dan Sean yang masih duduk diruang keluarga menonton.Lebih tepatnya Anaya saja yang menonton sedangkan Sean sibuk dengan laptopnya.


"Mas..."


"Iya sayang", jawab Sean yang masih fokus pada laptopnya.


"Aku pengen martabak manis",ujar Anaya tiba tiba.


"Sekarang?",tanya Sean diangguki oleh Anaya.


Sean melirik jam tangannya lalu mematikan laptopnya."Ayo...kita cari tapi ambil jaket dulu diluar dingin",ujar Sean melangkah menuju kamar mereka mengambil jaket untuk sang istri.


Sean memasangkan jaket miliknya pada sang istri karena Anaya memang lebih menyukai jaketnya dari pada jaket milik sang istri sendiri.Setelah selesai keduanya berangkat mencari makanan yang sedang diinginkan ibu hamil itu.


Sepanjang perjalanan Anaya tampak begitu tersenyum bahagia.Sean yang melihatnya ikut merasakan hal yang sama.


"Anak Papa pengen banget ya makan martabak manis",ujar Sean mengusap lembut perut sang istri.


Anaya tersenyum tipis lalu ikut mengusap perutnya."Iya dong Papa.Maaf ya merepotkan Papa",jawab Anaya menirukan suara anak kecil.


"Gak repot kok sayang.Aku malah senang kamu melibatkan aku dalam setiap proses kehamilan kamu", jawab Sean.


"Mas berhenti...itu kita beli sana saja",tunjuk Anaya pada gerobak yang ditunggui oleh pria paruh baya.


Sean segera memarkirkan mobilnya lalu turun membantu sang istri turun dari mobil.Sean menggandeng sang istri menuju penjual martabak manis.

__ADS_1


"Anaya..."


...****************...


__ADS_2