
Sean tak menoleh karena tau siap yang memanggilnya.Pria itu fokus kedepan tak mempedulikan suara panggilan itu mengikutinya dari belakang.
Anaya menoleh ke belakang tampak seorang wanita tengah berjalan sembari memanggil suaminya.Anaya mengehentikan langkahnya membuta wanita itu sudah berdiri didepan suaminya dengan senyuman merekah.
"Sean...apa kau tak mendengarku?",tanya wanita itu dengan suara dibuat semendayu mungkin.
Anaya memutar bola matanya karena jengah dimana ada acara disitu pula suaminya selalu diganggu oleh para wanita.
Sean tak mempedulikan pertanyaan wanita itu malah makin merengkuh tubuh sang istri agar merapat padanya.
"Sean...aku sangat--
"Maaf anda siapa?",tanya Anaya memotong ucapan wanita itu yang Anaya tau ujung kalimatnya.
"Harusnya aku yang bertanya padamu,kamu siapa dan mengapa kamu bisa bergandengan dengan Sean",tanya wanita itu sinis.
"Aku...?,aku istrinya Josean Alatas,kalau anda?",tanya Anaya bergelayut di lengan kekar sang suami.
"Kalau mimpi jangan ketinggian,jatuhnya sakit.Bilang saja kamu adalah p****** nya Sean,iya kan?",tanya wanita itu masih menatap Anaya penuh permusuhan.
"Hentikan omong kosong mu j*****,beraninya kau mengatai istriku", desis Sean menghunuskan tatapan tajam kepada wanita itu.
"Sean...what the?",ucap wanita itu menatap Sean tak percaya.
"Menjauhlah dari hadapanku sekarang juga sebelum semua orang disini tau betapa j******* dirimu",ujar Sean dengan aura dinginnya membuat wanita itu pucat seketika.
"Oh...hai Kak Bela...bisa kita bicara sebentar?",tanya Seena tiba tiba dan mengedipkan matanya kepada sang Kakak.
"Seena kau lihat--
"Kita harus bicara,ayo...!!",ujar Seena menarik wanita itu dari hadapan sang Kakak dan membawanya menjauh dari keramaian.
"Robi..."
"Ya Tuan...",jawab Robi yang berdiri tak jauh dari sana.
"Ikuti keduanya,aku yakin Seena tak akan bisa mengendalikan emosinya",ujar Sean kembali menggendeng Anaya menuju panggung.
Plak plak plak
"Itu untukmu yang berani mengatai menantu dari keluarga Alatas seorang p******",ujar Seena.
"Kau....beraninya kau anak kecil",geram Bela salah satu wanita yang begitu terobsesi dengan Sean sejak dulu.
"Kenapa?mau menamparku juga?.Heh...",sinis Seena bersidekap di dada.
"Kurang ajar...",geram wanita itu menarik rambut Seena cukup kuat.
Seena menginjak kaki wanita itu dengan heelsnya sehingga wanita itu meronta kesakitan dan melepaskan tarikkannya dirambut Seena.
"Pengawal...",teriak Seena.
__ADS_1
"Ya Nona muda...",jawab salah satu pengawal yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Urus j***** ini.Terserah mau kalian apakan",ujar Seena.
"Jangan menyentuhku dengan tangan kotor kalian itu",pekik wanita itu ditarik paksa oleh dua orang pria berbadan tegap itu
"Harusnya kau dapat yang lebih dari itu wanita yang malang",gumam Seena.
Seena kembalikan badannya kembali masuk kedalam pesta.Namun ia dikagetkan dengan kehadiran sang kekasih dihadapannya.
"Kak...kamu--
"Ternyata kamu cukup bar bar juga, hum?",ujar Robi menyunggingkan senyumannya.
"Ya... begini lah aku Kak jika orang orang yang ku sayangi.Jadi berhati hatilah jika ingin mempermainkan ku, aku akan berlaku lebih kejam dari tadi",jawab Seena.
"Siapa yang mempermainkanmu,hum?",tanya Robi menatap Seena cukup intens.
"Siapa tau aja kamu hanya bermain main denganku Kak",jawab Seena asal membuat Robi gemas dengan gadisnya ini.
"Aku akan melamarmu hari ini dihadapan seluruh keluargamu sekarang mumpung keluargaku juga ada disini",jawab Robi menarik tangan Seena kembali masuk.
"Kak... tunggu",ujar Seena menahan tangan Robi.
"Ada apa Baby?",tanya Robi melihat gadisnya itu tampak panik.
"Aku hanya bercanda kok Kak",jawab Seena.
Sementara itu Sean sedang berbincang dengan para koleganya ditemani oleh Anaya.Pria itu tak membiarkan istrinya itu sendirian karena disana menurutnya begitu banyak lelaki buaya yang mengintai sang istri.
Yah... dianya jaga istri tak sadarkah kalau tadi dialah yang digoda😁😁😁
"Mas...aku ke toilet sebentar",bisik Anaya.
"Aku antar...",jawab Sean.
"Aku hanya ke toilet Mas bukan--
"Aku antar tanpa penolakan",jawab ujar Sea kekeuh.
"Iya...",jawab Anaya kesal.
Sean pamit pada koleganya dan menemani sang istri untuk ke toilet.Sesampainya disana Sean menunggu diluar sedangkan Anaya masuk kedalam toilet.
Anaya segara menuntaskan hajatnya dan setelah selesai ia mencuci tangan di westafel sambil memperbaiki riasnya.
Disana juga ada dua wanita yang sedang asyik bergosip ria siapa lagi topiknya kalau bukan Sean suaminya.
"*Sumpah...walau dingin dia sepertinya sangat hot",ucap salah satu wanita berbaju biru.
"Ya...tapi sayangnya sudah ada pawangnya say", jawab temannya.
__ADS_1
"Hooh...Pak Sean meski dingin dan datar hanya wanita yang kini menjadi istrinya lah yang benar benar beruntung mendapatkan pria itu",ujar wanita berbaju biru.
"Ya apalah daya kita yang hanya wanita biasa,istrinya aku dengar sangat cantik",jawab temannya*.
Anaya menggeleng pelan dan tersenyum dalam hati."Wanita yang kalian bicarakan itu aku",batin Anaya mematikan kran air lalu melangkah meninggalkan kedua wanita yang masih saja menceritakan suaminya itu.
Apakah Anaya tak cemburu? jawabannya adalah tidak karena ia akan cemburu jika para wanita itu berani menyentuh suaminya.
"Kenapa lama, hum?",tanya Sean menatap wanitanya itu dengan penuh kagum.
"Antri Mas",jawab Anaya menggendeng tangan sang suami kembali ke dalam pesta.
"Lihatlah para lelaki masih saja menatapmu penuh minat padahal mereka tau kamu adalah milikku",kesal Sean karena melihat tatapan memuja para lelaki biasa Anaya.
"Itu hak mereka Mas,mereka punya mata untuk melihat",jawab Anaya melempar senyum pada tamu wanita yang menegurnya.
"Berhentilah tersenyum sayang kamu membuat mereka semakin memperhatikanmu",kesal Sean merengkuh pinggang sang istri.
"Mas aku tak mungkin bersikap angkuh pada istri kolegamu karena itu bukan sifatku", jawab Anaya.
"Kamu selalu mempunyai jawaban dari ucapanku",ujar Sean.
"Hahaha kamu lucu jika cemburu Mas",jawab Anaya terkekeh geli.
"Teruslah tertawa sepuasmu sayang,ingat hukuman yang akan kami terima nanti malam.Bersiaplah memuaskannya", bisik Sean membuat tawa Anaya berhenti seketika.
"Kamu mesum...",kesal Anaya.
"Ya...itulah aku",jawab Sean acuh.
Acara berlangsung sangat meriah ditambah lagi sang pengantin yang turun ke lantai dansa menambah suasana makin meriah.Semua orang yang memiliki pasangan ikut berdansa begitu juga Sean dan Anaya.
Sean meletakan tangan sang istri di lehernya sedangkan kedua tangan Sean berada dipinggang sang istri memeluknya dengan pesesif.
"Mas... sepertinya setelah ini keluarga Alatas yang akan mengadakan pesta pernikahan",ujar Anaya mengikuti gerakan sang suami.
"Ya... aku rasa juga begitu sayang",jawab Sean.
"Jadi mereka telah dapat restu darimu?",tanya Anaya menatap dalam kedua mata sang suami.
"Ya...tak ada alasan untukku menentang hubungan mereka,keduanya saling mencintai",jawab Sean.
"Aku tau dari awal kamu pasti merestui mereka Mas",ujar Anaya.
"Ya... kebahagiaan Seena juga penting bagiku terlepas dari kebahagiaanmu sayang",jawab Sean mengecup kening sang istri.
"Aku dan anak kita mencintaimu Mas",ujar Anaya.
"Aku juga sayang",jawab Sean.
...****************...
__ADS_1
Like dan subscribenya dong... reader ku