Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Kehangatan di pagi hari


__ADS_3

Anaya mengerjab pelan saat mendengar rengekan suara bayi ditelinganya.Wanita itu membuka matanya dan melihat disebelahnya Arka tampak merengek sembari mengucek matanya dengan tangan mungilnya yang dipasang kaus tangan.


Anaya menoleh pada sang suami yang tampak tidur pulas tanpa terganggu oleh rengekan Arka disampingnya.


Anaya mendudukkan diri lalu melirik jam yang menunjukkan pukul 05:00 pagi.Wanita itu memeriksa popok Arka dan ternyata sudah penuh.Anaya berjalan menuju kamar Arka yang terhubung dengan kamarnya untuk mengambil popok baru.


Dengan telaten Anaya mengganti popok Arka dan setelahnya ia menidurkan kembali bayinya itu.Setelah Arka tertidur Anaya membangunkan sang suami untuk sholat subuh.


"Mas..."


"Hmmmm...."


"Bangun Mas...sholat subuh dulu", bisik Anaya di telinga sang suami.


"Ya sayang...",jawab Sean dengan suara serak khas bangun tidur lalu membuka matanya pelan dan disambut senyuman manis sang istri.


"Kamu sudah bangun sayang?",sambung Sean mendudukan diri lalu melirik sang anak yang tidur dengan pulas dan mengecup pelan pipinya.


"Sudah Mas...ayo sholat subuh dulu",ujar Anaya.


"Iya istri cerewet ku",gemas Sean lalu mengecup pipi sang istri dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu.


Anaya mengambilkan baju Koko dan sarung serta sejada untuk sang suami dan meletakkan ditepian tempat tidur.


Tak lama keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat segar.Pria itu tersenyum melihat sang istri sedang duduk ditepi tempat tidur memainkan ponselnya.


"Lagi apa,hum?",tanya Sean mengambil baju yang telah disiapkan oleh sang istri.


"Gak ada Mas...lagi balas chatt dari Lola katanya dini hari tadi dia udah berangkat ke Kanada",ujar Anaya menyimpan ponselnya ke atas nakas.


"Ya...mereka disana selama seminggu,jadi aku akan sangat sibuk di kantor seminggu ini sayang",jawab Sean.


"Gak apa apa Mas,kan masih ada Robi",ujar Anaya.


"Ya...kamu benar...",jawab Sean.


"Sholat gih sayang keburu waktu habis",ujar Anaya.


"Ya sayang...",jawab Sean lalu segera melaksanakan kewajibannya untuk bertemu sang Khalik.


Anaya kembali duduk di tepian tempat tidur, ia tak ikut sholat karena masih dalam masa nifas.Anaya melirik sang anak yang masih tidur dengan begitu lelap.Ia tersenyum menatap buah hatinya yang masih berusia dua minggu itu.


"Tetap sehat ya sayang...",gumam Anaya mengelus pipi lembut Arka.


Ia tak menyangka akan secepat ini menjadi seorang ibu.Takdir tak ada yang tau diselamatkan oleh pria yang tak dikenal berujung pernikahan dan sekarang lahir seorang bayi lucu dari pernikahannya itu.


"Kamu penguat hubungan Mommy dan Daddymu sayang...",lirih Anaya.


"Dia juga pelengkap kebahagiaan kita sayang", sambung Sean yang baru saja menyelesaikan sholatnya.


"Iya Mas...dia kebahagiaan seluruh keluarga",jawab Anaya.

__ADS_1


"Sayang tasyakuran Arka kita adakan setelah Morgan pulang dari Kanada ya,aku sedikit sibuk dikantor seminggu ini",ujar Sean.


"Iya Mas...gak apa apa",jawab Anaya.


"Oh ya Mas...aku titip Arka ya mau mandi dulu", sambung Anaya.


"Iya...sayang",jawab Sean tersenyum tipis.


Anaya segera berjalan ke kamar mandi meninggalkan sang suami yang menatapnya hingga hilang dibalik pintu kamar mandi.


Sean meraih laptopnya dan duduk disebelah Arka untuk membuka beberapa email yang dikirim Robi kemarin yang belum sempat ia buka.Pekerjaannya benar benar menumpuk saat ini karena sang asisten pergi berbulan madu.


Tak lama Anaya keluar dari kamar mandi dengan barbalut handuk.Seketika Sean menoleh menatap pemandangan yang membuatnya menelan salivanya.


"Jangan menggodaku sayang",ujar Sean menatap sang istri tak berkedip.


"Siapa yang menggoda sih Mas?", jawab Anaya berjalan menuju ruang ganti mengambil pakaian gantinya.


Sean menghela nafas panjang menahan sesuatu yang bergejolak dibawah sana.Ia harus bisa menahan diri karena masih puasa dan pekerjaan yang juga menumpuk.


Anaya keluar dari ruang ganti dengan baju daster rumahannya lalu menghampiri sang suami yang fokus pada laptopnya.


"Mas...aku ke bawah dulu bantu Pak Man nyiapin sarapan",ujar Anaya.


"No...kamu disini saja sayang...",jawab Sean yang masih fokus pada layar laptop di depannya.


"Tapi Mas...


"Ya baiklah Mas...",jawab Anaya pasrah lalu duduk disamping Arka tidur.


"Mas..."


"Hmmm"


"Benar Robi mau lamar Seena lusa?",tanya Anaya.


Sean menghentikan pekerjaannya sejenak lalu menatap sang istri."Iya...lebih cepat lebih baik bukan?",jawab Sean.


"Iya Mas... sepertinya Robi dapat saingan",ujar Anaya.


"Maksudnya...?",tanya Sean.


"Pria yang berdansa dengan Seena saat akad nikah Morgan dan Lola tadi malam kembali mendekati Seena",jawab Anaya.


"Hasbi...?",tebak Sean.


"Aku gak tau siapa namanya Mas", jawab Anaya.


"Oh...itu rintangan sebelum pernikahan namanya",balas Sean.


"Ya...Robi aku perhatikan sifatnya hampir mirip kamu Mas",ujar Anaya membuat pria itu menatap tajam sang istri.

__ADS_1


"Kamu mulai memperhatikan pria lain,hum?",tanya Sean penuh selidik.


"Tau ah Mas...",kesal Anaya suaminya itu begitu pencemburu.


Sean terkekeh melihat sang istri yang merajuk.Pria itu meletakkan laptopnya lalu menarik sang istri kedalam pelukannya.


"Aku memang begini sayang...aku takut kamu pergi dariku", lirih Sean mendekap erat sang istri.


"Gak akan pernah Mas...kamu segalanya untukku Mas",jawab Anaya.


"I love u more sayang...",ucap Sean melerai pelukannya dan menangkup pipi Anaya dengan kedua tangannya.


"Me too Mas...",jawab Anaya tersenyum manis.


Sean kembali memeluk wanitanya itu dengan penuh kasih sayang.Cintanya pada wanitanya itu makin mendalam dan begitu juga dengan rasa takut akan kehilangan makin besar.


"Mas... lihatlah Arka melihat kita",ujar Anaya.


Sean melepaskan pelukannya dan melihat sang putra tengah menatapnya.


"Selamat pagi sayang...udah bangun, hum?",ujar Sean pada Arka yang tampak memperhatikannya.


"Mas...kamu kok bawa Arka tidur dengan kita?",tanya Anaya.


"Aku merindukannya sayang karena beberapa hari ini kita sering meninggalkannya dengan Bi Asih",jawab Sean.


"Ayo sayang...kita mandi dulu",ujar Anaya membuka satu persatu baju Arka dengan hati hati.


"Sayang...Arka begitu anteng dan gak rewel ya.Ngerti dengan kedua orangtuanya yang begitu sibuk",ujar Sean menatap anaknya itu.


"Alhamdulillah...Arka anak yang baik dan Sholeh ya sayang",ujar Anaya berbicara pada anaknya itu.


"Dan tampan tentunya", sambung Sean.


"Iya dong Daddy...",jawab Anaya menirukan suara anak kecil.


Anaya membawa baby Arka menuju kamar mandi bayi itu dikamar sebelah.Ternyata disana sudah ada Bi Asih yang sedang membereskan kamar Arka.


"Selamat Pagi Tuan dan Nona", sapa Bi Asih.


"Pagi Bi...aku mandiin Arkanya dulu ya Bi",jawab Anaya yang juga diikuti oleh Sean dari belakang membantu sang istri memandikan Arka.


"Ya silahkan Nona",jawan Bi Asih.


"Arkana...aunty da-


...****************...


Yah siapa nih pagi pagi bikin rusuh


Ini lanjutannya ya...

__ADS_1


__ADS_2