Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Bodyguard baru


__ADS_3

Sean terkekeh melihat sang istri yang tiba tiba tak mau mandi.Dia menggendong tubuh sang istri lalu meletakan diatas tempat tidur dengan hati hati.Anaya belum mau melepaskan pelukannya ditubuh Sean.Wanita hamil itu masih menghirup aroma tubuh sang suami yang begitu menenangkan dan mampu membuat rasa mualnya hilang.


"Sayang...aku mandi dulu ya",ucap Sean berusaha melerai pelukan Anaya.


"Gak usah Mas,kamu udah harum kok",jawab Anaya mengendus dada bidang Sean.


"Harum dari mananya sayang.Badan aku lengket begini",ujar Sean.


"Gak usah Mas",kekeuh Anaya.


"Aku ada meeting pagi ini my hubby,jadi aku harus mandi",ujar Sean dengan lembut agar sang istri mau melepaskan pelukannya.


"Ya udah...",ketus Anaya melepaskan pelukannya lalu tidur membelakangi suaminya.


Sean mengusap wajahnya dengan kasar.Entah apa yang terjadi dengan istrinya itu yang tiba tiba tak mau lepas darinya.


"Sayang ayo kita mandi bersama,katanya hari ini mau ngampus?.Masa istri cantikku nggak mandi pergi ke kampus", bujuk Sean.


Anaya hanya diam saja tak menggubris ucapan suaminya.Hatinya masih kesal karena Sean memintanya untuk melepaskan pelukannya.


"Sayang..."


hening


Sean memilih untuk memasuki kamar mandi guna membersihkan tubuhnya.Ia tak mau terlambat karena meeting kali ini berpengaruh besar pada perusahaan.Biarlah Anaya merajuk dulu nanti juga akan baikan sendiri begitulah pikiran Sean.


Setelah Sean menghilang dari balik pintu Anaya menatap pintu kamar mandi itu dengan tatapan tak suka.Tapi ia sadar tak boleh keterlaluan dengan Sean melarangnya mandi.Entah kenapa ia suka aroma tubuh Sean yang sedang berkeringat.


Anaya bangkit dari tidurnya mengambilkan pakaian kerja sang suami di ruang ganti dan meletakkannya di atas tempat tidur.Lalu wanita itu menuju lantai dua mengambilkan sarapan untuk Sean karena ia tau suaminya itu sudah hampir terlambat pergi ke kantor.


Sean menyudahi ritual mandinya dan melangkah keluar.Matanya memindai seluruh kamar tapi ia tak menemukan keberadaan sang istri.Tatapannya berhenti di bibir ranjang yang terdapat baju kerja lengkap dengan *******.


Pria itu sedikit panik karena sang istri takn kunjung kembali setelah ia selesai memakai baju.Ia segera menyambar dompet dan kunci mobilnya.Ia yakin istrinya itu berada dilantai bawah.


Namun baru saja ia akan membuka pintu Anaya lebih dulu masuk membawa nampan berisi sarapan.


"Sayang apa yang kamu lakukan",pekik Sean segera mengambil nampan berisi sarapan itu dari kedua tangan sang istri dan meletakkannya di atas nakas.


"Aku mengambilkanmu sarapan Mas",jawab Anaya.


"Aku bisa sendiri sayang.Ingat kamu sedang hamil tidak boleh melakukan pekerjaan berat",ujar Sean mendudukan sang istri diatas pangkuannya.


"Tapi membawa sarapan tadi bukanlah pekerjaan berat Mas",jawab Anaya tanpa merasa bersalah.


"Aku gak mau tau ini terakhir kali kamu melakukan pekerjaan rumah",tegas Sean.


"Ayo makan sarapan kamu Mas.Kamu hampir terlambat",ujar Anaya berusaha turun dari pangkuan sang suami megambilkan sarapan untuk Sean yang berada diatas nakas.

__ADS_1


"Seperti ini sebentar saja sayang",lirih Sean menyembunyikan wajahnya diceruk leher sang istri lalu menghirup aroma yang membuatnya tenang dari tubuh Anaya.


Anaya tersenyum tipis melihat kelakuan Sean yang begitu manja padanya."Ayo Mas...kamu bisa telat", rengek Anaya.


"Mood booster buat aku mana?",tanya Sean.


"Hah?"


Sean menarik tengkuk Anaya lalu me***** bibir sang istri dengan begitu lembut.


"Bibir kamu manis sayang.Bikin aku candu",bisik Sean lalu mengusap bibir sang istri yang membengkak akibat ulahnya.


Kedua pipi Anaya memerah akibat ucapan sang suami.


"Cantik..."


"Apa...?"


"Kamu cantik Anaya,sangat cantik membuat aku makin tergila gila sama kamu",ucap Sean menatap kedua manik sang istri dengan tatapan penuh cinta.


"Mas...aku belum mandi.Cantik dari mananya coba",kekeh Anaya.


"Kamu tau gak kehamilan kamu membuat aura kecantikan kamu bertambah dan tentunya makin ****",bisik Sean mengecup pipi mulus sang istri.


Anaya segera turun dari pangkuan sang suami lalu mengambilkan sarapan yang tadi ia bawakan untuk Sean.


"Sepulang kuliah nanti ke kantor ya sayang",ujar Sean saat Anaya mencium punggung tangannya.Lalu seperti biasa pria itu Sean mengecup kening dan bibir sang istri.


"Ya Mas...",jawab Anaya tersenyum tipis.


"Mandi ya sayang.Aku sudah menyiapkan air panas buat kamu berendam di bathtub",ujar Sean lalu melangkah keluar kamar meninggalkan sang istri yang tersenyum bahagia.


Anaya segera berjalan ke kamar mandi dan benar saja sang suami telah menyiapkan air untuknya mandi lengkap dengan aroma tarapis kesukaan Anaya.


Setelah selesai mandi Anaya bersiap untuk berangkat ke kampus.Tentunya dengan sarapan lebih dahulu karena wanita hamil itu belum makan apapun kecuali susu hamil yang tadi pagi ia minum saat mengambilkan sarapan untuk Sean.


Anaya pamit pada Kakek mertuanya dan langsung berangkat ke kampus diantar sopir pribadi sekaligus bodyguardnya.


"Nona kita sudah sampai",ujar bodyguard itu lalu turun hendak membukakan pintu untuk Anaya.


"Stop...gak usah biar aku buka sendiri",ucap Anaya diangguki oleh bodyguard itu.


Anaya berjalan menuju kelasnya diikuti oleh bodyguardnya itu dari belakang.Gadis itu sedikit jengah dengan tatapan orang orang padanya.


"Berjalanlah disisiku hmmm...siapa namamu?",tanya Anaya bingung dengan harus memanggil bodyguardnya itu dengan sebutan apa.


"Lola Nona Muda",jawab gadis bernama Lola itu sedikit menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Oh ya Lola...berjalanlah didampingku!.Dan satu lagi jangan panggil aku Nona muda",ujar Anaya yang sebenarnya risih dengan panggilan itu.


"Tapi Nona--


"Lakukan saja Lola agar orang orang tak mencurigaimu adalah bodyguard ku.Bukankah kau disini menyamar jadi mahasiswi juga kan?",ujar Anaya.


"I-iya A-anaya...",jawab bodyguard wanita itu yang bernama Lola.


"Mau jadi temanku?",tanya Anaya tersenyum hangat.


"Maaf Anaya kita tak mungkin jadi teman,aku tau batasan ku disini sebagai bodyguardmu",ujar Lola yang tau diri tak mungkin ia berteman dengan istri bosnya.


"Yah..."


"Anaya...."


"Oh hai Arini",sapa Anaya saat gadis itu menghampirinya.


"Hai Naya...", balas Arini lalu menatap gadis yang berada disamping Anaya.


"Kenalkan...teman baru kita Lola,dan Lola ini temanku Arini",ujar Anaya memperkenalkan mereka berdua.


"Ke kelas yuk!",ajak Anaya diangguki keduanya.


Saat memasuki kelas Anaya dihadang oleh gadis yang tempo hari menganggunya.Gadis itu tersenyum miring dengan bersidekap di dada.Dia masih belum puas membuat Anaya malu meski orang suruhan Sean sudah mengacaukan kedudukan ayahnya di anggota Dewan.


"Gue mau lewat.Minggir Lo!",ketus Arini yang kesal dengan gadis itu sengaja mengahadapi mereka.


"Gue gak punya urusan sama Lo,urusan gue sama teman Lo",tunjuk gadis itu pada Anaya.


Anaya menghela nafas panjang,ia ingin sehari saja ingin merasakan belajar tanpa ada gangguan dari orang-orang yang membencinya.


Mereka menjadi pusat perhatian,ada yang menyayangkan tingkah gadis itu mencari masalah dengan keluarga Alatas.


"Dan kamu...tampang doang sok polos tapi kelakuan minus",teriak gadis itu menunjuk Anaya.


"Turunkan tanganmu!",ujar Lola menatap tajam gadis itu.


"Jangan ikut campur masalah gue gak ada urusannya sama Lo",maki gadis itu.


"Urusan dia menjadi urusanku juga jadi jaga sikap anda",ucap Lola menatap gadis itu dengan begitu dingin dan tajam.


"Lo..."


"Apa...?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2