
"Iya aku tau sayang...aku akan membalaskan sakit hati kamu",jawab Sean tersenyum iblis.
Anaya kembali memeluk sang suami.Ternyata tak di mansion mertuanya ada pelayan yang membencinya tapi disini juga.
"Katanya mau mandi,hum",ucap Sean mengusap punggung sang istri.
"Iya Mas...",jawab Anaya melerai pelukannya.
"Ya sudah kamu mandi dulu aku urus masalah yang tadi sebentar,oke",ujar Sean menangkup kedua pipi Anaya.
"Ya Mas...",jawab Anaya tersenyum tipis dan segera masuk ke kamar mandi.
Sean melangkah keluar dari kamar menuju rumah tanah untuk mengintrogasi pelayan tadi dengan caranya.
Sean memasuki ruang bawah tanah yang begitu mencekam dan menyeramkan.Tiap dinding ruangan itu terdapat berbagai macam senjata api.
Sean tersenyum smirk sat melihat seorang wanita yang tengah disiksa oleh pengawalnya.
"Hentikan...!", teriak Sean membuat pengawalnya itu menoleh dan menunduk hormat pada Sean.
"Tu-tuan mu-muda",lirih pelayan itu tersenyum tipis.
"Bagaimana?",tanya Sean pada pengawalnya itu.
"Belum Tuan",jawab pengawal itu diikuti gelengan pelan.
"Aku ingin bertanya satu kali lagi padamu,siapa tuanmu yang mengirimmu ke sini?",tanya Sean meraih sebuah cambuk.
"Tak ada yang menyuruhku kesini",jawab pelayan itu sedikit ketakutan melihat raut wajah dingin Sean.
"Katakan...!",teriak Sean.
"Ti-tidak ada Tu-tuan",jawab pelayan itu yang sudah ketakutan.
Sean melayangkan sebuah lecutan pada tubuh perempuan itu.
"Aaaa....sakiit"lirih wanita itu.
"Katakan atau kau akan mati di tanganku hari ini juga",ucap Sean kembali melayangkan cambuk itu pada perempuan itu.
"Bagaimana?sakit?.Itu belum seberapa dari sakit hati istriku",geram Sean.
"Tu-tuan sungguh aku tak disuruh siapapun.A-aku adalah salah satu dari wanita pengagummu",ujar perempuan itu menahan rasa perih ditubuhnya.
"A-aku hanya iri pada istrimu padahal aku sejak dulu mengganggumu dan mencintaimu.Tapi apa dayaku Tuan tak pernah melirik padaku",jawab pelayan itu jujur.
Sean tersenyum miring mendengar alasan perempuan itu dan menarik dagu wanita itu dengan cukup kasar."Asal kamu tau beribu pun wanita cantik yang datang padaku aku takkan pernah berpaling pada istiriku", desis Sean melepaskan cengkraman itu dengan kasar.
"Aku tanya sekali lagi katakan siapa tuanmu?",ujar Sean dengan wajah yang begitu tampak menyeramkan.
"Tu-tuan...
"Jika kau mengatakannya aku akan melepaskanmu",ujar Sean tersenyum smirk.
__ADS_1
"Tuan...maafkan aku",jawab perempuan itu.
"Katakan...!",teriak Sean.
"Gu-na-tama"
"Shitt..., ternyata kau masih mau bermain main denganku tua bangka",umpat Sean.
"Habisi dia...!",ujar Sean pada pengawalnya.
"Baik Tuan...tapi apakah aku bisa berse-
"Terserah...",jawab Sean melangkah pergi dari ruangan itu dengan raut wajah penuh amarah.
"Jangan...tolong Tuan ampuni saya",teriak perempuan itu.
Sean tak memperdulikan teriakan perempuan itu.Ia terus melangkah meninggalkan ruangan itu.Biarlah pengawalnya yang membereskan sisanya.Ia tak ingin mengotori tangannya hanya karena perempuan itu.
Sesampainya di dilantai atas Sean meminta data semua pelayan yang ada di mansion ini.Dia tak mau lagi ke colongan, untung perempuan mutu belum berbuat sesuatu yang membahayakan anak dan istrinya.
"Pak...tolong antarkan data seluruh pegawai di mansion ini ke ruang kerja saya!",ucap Sean.
"Baiklah Tuan Muda",jawab Pak Man mengangguk patuh.
"Sean..."
"Ya Pa...",jawab Sean dengan wajah datarnya.
"Bagaimana?",tanya Papa Ferdian pada anaknya itu.
"Brengsek...kita tak bisa lagi mentolelir pria tua itu.Meski ia Kakek mertuamu tapi bukankah dia tak mengakui Anaya sebagai cucunya",ujar Papa Ferdian.
"Hmmm..."
"Apa rencanamu untuk masalah ini?",tanya Papa Ferdian.
"Nanti akan aku sampaikan pada Papa,aku ingin menemui Anaya dulu",jawab Sean.
"Baiklah...Papa tunggu",balas Papa Ferdian.
Sean melangkah menuju kamarnya untuk menemui anak dan istri.Setibanya di kamar pria itu mendengar gelak tawa dari kamar Arka yang terhubung dengan kamarnya.Sean segera melangkahkan menuju kamar anaknya itu.Tampak Seena dan Anaya yang sedang asyik menceritakan dirinya.Sean berdiri di ambang pintu sesuatu bersidekap di dada memperhatikan sang istri yang tertawa begitu lepas.Kecantikan Anaya makin bertambah menurutnya saat tertawa seperti itu.
Kedua wanita itu belum menyadari kehadiran Sean disana.Sean tersenyum tipis saat sang istri memuji dirinya pada sang adik.
"Hmmm",Seam berdehem pelan membuat keduanya menoleh.
"Mas...kamu sejak kapan disana?",tanya Anaya menghentikan tawanya.
"Sejak kamu bilang aku bucin dan tak akan bisa berpaling darimu",jawab Sean menatap sang istri tajam.
"Kak aku pamit dulu",bisik Seena pada Kakak iparnya itu lalu mengacir lari dari kamar Arka.
"Yah...Seena kamu harus tanggung jawab udah mancing aku ngomongin Mas Sean",pekik Anaya saat adik iparnya itu hilang dari balik pintu kamar Arka
__ADS_1
"Bukankah apa yang kau katakan itu benar",ujar Sean memeluk sang istri dari samping.
"Mas...kamu gak--
"Untuk apa aku marah sama kamu kalau yang kamu katakan itu semuanya benar",jawab Sean.
"Maaf Mas...",ujar Anaya.
"Untuk?"
"Telah membicarakan kamu dibelakang kamu",jawab Anaya.
"Tak apa asal kamu jangan keceplosan mengatakan masalah ranjang kita aku tidak akan marah",ucap Sean menduselkan wajahnya pada ceruk leher Anaya.
"Ya enggaklah Mas.Kan malu",jawab Anaya.
"Aku sayang kamu Anaya",bisik Sean dengan suara serak.
"Aku juga my husband",jawab Anaya.
Cup
Sean mengecup pelan bibir sang istri menyalurkan rasa cintanya pada sang istri.
"Mandi gih Mas...acem",ucap Anaya menutup hidungnya dengan dua jarinya.
"Mana ada...harum begini",jawab Sean.
"Ayo mandi...nanti gak boleh gendong Arka loh",ujar Anaya.
"Gendong kamu boleh kan?",goda Sean.
"Mas...",geram Anaya menatap tajam sang suami.
"Hehehe...iya sayang aku mandi",jawab Sean ngacir memasuki kamar mereka.
Anaya menggeleng pelan melihat kelakuan ajaib sang suami jika bersamanya.
Sean memang akan bersikap arogan dan datar pada siapapun.Namun akan berbanding terbalik jika bersamanya.Pria itu akan begitu manja dan usil menggodanya.
Anaya menatap sang buah hati yang tengah tejaga.Wanita itu tak menyangka jika akan dikaruniai anak setampan ini.Padahal dulu diawal pernikahan Anaya ingin bercerai dari Sean setelah satu tahun pernikahannya.Tapi takdir berkata lain ia jatuh cinta dan tak bisa menolak pesona pria arogan itu.
"Mommy janji hidup kamu tak akan seperti Mommy nak yang tak diinginkan.Kamu begitu diinginkan oleh semua orang sayang",gumam Anaya mengelus pipi sang anak yang begitu lembut.
"Sayang...baju ganti aku mana?",teriak Sean.
"Ya ampun sayang...Mommy lupa menyiapkan baju ganti Daddy kamu",ujar Anaya menepuk jidatnya lalu bergegas menghampiri sang suami.
"Baru satu hari Arka pulang ke Mansion ini aku sudah abaikan",rajuk Sean.
...****************...
Ayo like dan komentarnya say..
__ADS_1
maaf baru up