
Anaya terpaku mendengar ucapan sang adik ipar.Dia tak tau harus berkata apa yang jelas ia tau rasa sakitnya jika orang yang kita cintai direbut orang lain.
"Kak..."
"Ah ya Seena...",jawab Anaya.
"Gimana menurut Kakak?",tanya Seena penuh harap.
"Seena jika dia jodoh kamu baik sekarang di milik orang nantinya juga akan jadi milik kamu.Jadi maksud Kakak biarkan takdir yang menyatukan kalian.Kakak mau tanya sesuatu sama kamu",ujar Anaya.
"Apa Kak...?",ucap Seena.
"Misalkan jika kamu memiliki sebuah barang yang begitu kamu cintai bahkan kamu begitu menjaga barang itu dan tiba tiba ada orang yang mengambilnya bagaimana perasaan kamu?",tanya Anaya.
"Ya sakit hati lah Kak...",jawab Seena.
"Nah...itu juga yang akan dirasakan oleh kekasih Robi jika kamu berusaha mengambil Robi darinya",ujar Anaya.
"Jadi aku nyerah aja gitu Kak",lirih Seena.
"Bukan menyerah Seena tapi kalau kamu mau nikung tikunglah disepertiga malam",jawab Anaya.
"Maksudnya?",tanya Seena.
"Lakukanlah sholat malam dan minta pada Allah semua keinginan kamu.Bukankah indah jika jodoh kita Allah yang pilih",jawab Anaya.
"Baiklah Kak... aku mengerti sekarang",balas Seena memeluk Anaya dari samping.
Lola yang mendengarkan percakapan keduanya tersenyum tipis.Ia juga melakukan hal yang sama tapi bukan tahajud melainkan sholat istikharah sebelum menerima Morgan menjadi kekasihnya.
Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai disalon miliki Ambar teman arisan Nyonya Anita.
Keduanya turun dengan Anaya dibantu oleh Lola.Anaya hanya menemani badik iparnya itu sekalian janjian dengan Mika menantu Ambar.
"La...ayo sekalian perawatan bareng Seena",ujar Anaya.
"Gak usah Nona muda lain kali saja",tolak Lola.
"Ayolah Kak Lola",ajak Seena.
"Tapi--
"Gak apa apa La...saya juga mau janjian sama Mika",ucap Anaya.
Akhirnya mau tak mau Lola ikut Seena masuk ke ruangan perawatan.
Anaya duduk di ruang tunggu sembari menunggu Mika yang masih dalam perjalanan.Sesekali ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.
Tak lama yang ditunggu pun datang,wanita berhijab dengan menggendong seorang bayi lucu menghampirinya dengan seorang baby sitter mendorong stloler bayi.
"Naya..."
"Hai...Mika",sapa Anaya bercipika cipiki ria.
"Wah...makin gembul ya...",ucap Anaya mencubit gemas pipi bayi perempuan dalam gendongan Mika.
"Iya dong Aunty...",jawab Mika menirukan suara bayi.
__ADS_1
"Udah lama Nay?",tanya Mika meletakkan bayinya di stoler.
"Gak juga kok",jawab Anaya.
"Ngobrol di ruangan aku yuk",ajak Mika yang merupakan dokter kecantikan disalon itu.
"Iya deh...",jawab Anaya bangkit dari duduknya dengan pelan.
"Udah berat ya... Nay?",tanya Mika tersenyum lebar.
"Iya nih...jalan aja udah ngap rasanya",jawab Anaya.
"Sabar 2 bulan lagi pasti plong lagi deh kayak aku ini",ujar Mika melangkah menuju ruangannya sembari mendorong stloler anaknya.
"Ya...aku mau nikmati setiap prosesnya Mika...Jadi tau gimana dulu Mama ngandung aku",jawab Anaya terkekeh pelan seraya mengusap perut buncitnya.
"Ayo masuk...!",ucap Anaya membuka pintu ruangannya.
"Iya makasih...",jawab Anaya masuk keruang kerja Mika.
"Enak ya jadi kamu bisa kerja...",ujar Anaya memandangi design ruangan Mika.
"Enak jadi kamu kali Nay... diratukan suami dan dikasih uang tanpa seri.Bahkan aku yakin kartu dompet kamu aja kartu sakti incaran para wanita",jawab Mika.
"Bisa aja kamu Mik...tapi aku juga pengen kali ngerasain bekerja dan nikmati duit sendiri",ucap Anaya.
"Udah...nikmati aja Nay.Aku yakin Sean pasti manjain kamu itu karena ia tau bagaimana susah dunia kerja",jawab Mika.
"Ya...",jawab Anaya tersenyum tipis.
"Nanti jika anak kamu udah besar kamu bisa bikin bisnis sendiri",ucap Mika.
"Aku tak yakin",balas Mika.
Tak terasa dua jam sudah mereka saling berbagi cerita.Mika kedatangan pasiennya dan Seena pun telah selesai melakukan perawatan.
Anaya menghampiri sang adik ipar dan Lola bodyguard cantiknya.
"La...kamu cantik banget loh",ucap Anaya.
"Ah...Nona bisa aja",jawab Lola tersipu malu.
"Emang benar loh Kak Lola",timpal Seena.
Lola tersenyum tipis mendengar pujian Anaya dan Seena.
Mereka keluar dari salon dengan saling melemparkan senyuman.Langkah Seena berhenti saat melihat sang Kakak sudah bersandar di dinding mobil.
"Ada apa Seena?",tanya Anaya mengikuti tatapan adik iparnya itu.
Anaya terpesona melihat pria yang kini menatapnya dalam.
"Sungguh pesona calon Papa muda tak ada duanya",bisik Seena.
"Kenapa di sekeren itu sih?",kesal Anaya saat banyak wanita dan para gadis menatap suaminya itu penuh damba.
"Emang dari sononya Kak",jawab Seena cekikikan.
__ADS_1
Anaya segera menghampiri suaminya itu dengan raut wajah kesalnya.Sedangkan Seena dan Lola pulang dengan sopir.
"Sengaja tebar pesona", sindir Anaya pada Sean yang tersenyum padanya.
"Siapa?",tanya Sean dengan polosnya.
"Siapa lagi kalau bukan kamu Mas.Lihat tu semuanya liatan kamu", tunjuk Anaya pada sekelompok para gadis.
"Aku gak peduli.Yang aku mau cuma kamu",jawab Sean merangkul pinggang sang istri.
"Ih...kesal aku sama kamu Mas"gerutu Anaya.
"Ayo masuk kesalnya nanti didalam mobil aja",ujar Sean membukakan pintu untuk sang istri.
Anaya masuk dengan wajah cemberutnya membuat Sean tersenyum tipis melihat sang istri yang cemburu.
Sean ikut masuk mobil setelah memastikan sang istri duduk dengan nyaman.Dia menoleh pada sang istri yang masih mengerucutkan bibirnya ke depan.
Cup
Sean mengecup bibir sang istri dan me******** dengan lembut.Ia begitu gemas dengan sang istri.
"Mash..."
"Aku tak peduli dengan mereka karena duniaku hanya kami saat ini dan selamanya", bisik Sean saat melepaskan pagutannya dan mengusap bibir sang istri dengan ibu jarinya.
"Aku gak rela mereka menatapmu seperti itu Mas",lirih Anaya.
"Makasih telah cemburu itu berarti kamu sangat mencintaiku sayang",ucap Sean.
"Ayo pulang Mas",ucap Anaya.
"Baiklah sayang",jawab Sean menyalakan mobilnya.
***
Anaya tersenyum melihat sang suami saat ini sedang beradu mulut dengan sang asisten Morgan perkara pria itu meminta izin cuti.
"Sean satu hari saja",ucap Morgan.
"Tidak ya tidak Morgan kerjaan di kantor lagi banyak kamu malah ambil cuti",kekeuh Sean.
"Sean aku ada urusan penting dan ini menyangkut masa depanku",ujar Morgan.
"Apa maksudmu?",tanya Sean mengkerutkan keningnya.
"Aku akan melamar seseorang",jawab Morgan.
"Secepat itu?.No...aku masih butuh Lola untuk menjadi bodyguard istriku",jawab Sean.
"Aku baru mau melamar Sean bukan nikah",ujar Morgan.
"Hufff...baiklah satu hari",ucap Sean.
"Thanks bro...",jawab Morgan tersenyum puas.
"Asalkan Lo sama Lola nikahnya setelah istriku melahirkan",ujar Sean.
__ADS_1
"Oke...",jawab Morgan.
...****************...