
Robi membungkam bibir Seena dengan bibirnya lalu m******** dengan pelan.Seena memejamkan matanya menikmati ciuman yang diberikan oleh Robi.
"Aku mencintaimu...",bisik Robi mengusap bibir Seena yang basah oleh salivanya.
"Aku juga Kak...",jawab Seena malu malu.
"Berada didekatmu membuatku hilang kendali, Baby",ujar Robi menatap kedua manik sang kekasih.
"Kak...jangan begini nanti ada orang yang lihat",lirih Seena mendorong pelan dada bidang Robi.
"Biarkan saja...",jawab Robi acuh lalu melepaskan kungkungannya.
"Ish...dasar mesum", sungut Seena.
"Kamu menikmati bukan?",goda Robi.
"Apaan sih Kak...",ujar Seena membuat Robi terkekeh melihat Seena yang mengerucutkan bibirnya ke depan.
"Oh ya...mulai besok kita tidak bisa bertemu lagi sebelum kita menikah jadi nikmati waktu kebersamaan kita yang ini",ujar Robi.
"Kan masih bisa telfonan Kak",jawab Seena.
"Tetap gak boleh Seena",ujar Robi.
"Robi...",ujar Morgan menghampiri mereka berdua.
"Iya Pak...",jawab Robi dengan mode serius.
"Dipanggil Sean...",ujar Morgan melirik Seena sekilas yang tampak salah tingkah.
"Baiklah Pak...",ujar Robi melangkah menarik tangan Seena dengan lembut.
"Dasar anak muda...", gerutu Morgan yang tau apa yang baru saja terjadi pada kedua pasangan itu.
"Tuan anda mencari saya?",ujar Robi saat menghampiri Sean sedangkan Seena sudah bergabung dengan Anaya dan Lola.
"Ya Robi...mulai besok ambilah cuti bukankah kau harus mengurus pernikahanmu,bukan?",ujar Sean.
"Baiklah Tuan...",jawab Robi..
"Berhenti memanggilku Tuan, Robi.Karena sebentar lagi kau akan menjadi adik iparku",ujar Sean.
"Saya harus memanggil dengan sebutan apa,Tuan?",ujar Robi bingung karena tak tau harus memanggil Sean dengan sebutan apa.
"Terserah kau saja",jawab Sean datar.
"Akan saya pikirkan Tuan",balas Robi.
"Hmmmm....",jawab Sean berdehem pelan lalu meninggalkan Robi yang tampak bingung.
Sean berjalan menghampiri sang istri yang tampak sedang bercengkrama dengan Mika,Lola dan Seena.
Namun seseorang menghadang langkahnya membuat pria itu berhenti.
__ADS_1
"Sean...selamat ya atas kelahiran anak kamu",ujar seorang wanita.
"Hmmm...",jawab Sean.
"Oh ya...aku membawakan sesuatu untuk anak kamu",ujar wanita itu menahan tangan Sean saat Sean akan melangkah pergi.
"Jangan menyentuhku...",ujar Sean dengan suara datar dan dinginnya menatap tajam wanita itu.
"Maaf...aku hanya--
"Menyingkirlah dari hadapanku",ujar Sean.
"Tapi Sean aku hanya ingin memberikan hadiah kecil ini untuk anakmu",ujar wanita itu kekeuh mencari perhatian Sean.
"Anakku tak membutuhkan hadiah apapun karena aku bisa mencukupi kebutuhannya",jawab Sean berjalan meninggalkan wanita itu yang tampak menghembuskan nafas panjang.
"Berhentilah mencari perhatiannya karena itu hanya akan sia sia",bisik Morgan pada wanita itu.
"Kau...--
"Apa?. Berhenti atau nasibmu akan sama dengan para wanita yang berusaha mendekatinya yang telah ia singkirkan",ucap Morgan penuh penekanan.
"Tau apa kau,ha?",ujar wanita itu menantang.
"Baiklah...kau yang menginginkannya, bukan?.Jadi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu",ujar Morgan tersenyum smirk mengkode salah satu anak buahnya lalu segera berlalu dari hadapan wanita itu.
"Dasar...",umpat wanita itu melangkah pergi namun tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dan membawanya dari sana.
"Sayang...sini biar Arka aku letakkan di boks bayi",ujar Sean saat melihat Arka sudah tertidur di dekapan Anaya.
"Iya sayang...",jawab Sean melangkah menuju boks bayi dan meletakkan Arka disana.
"Nay...kamu beruntung dapat suami sepeka Pak Sean",ujar Mika.
"Alhamdulillah Mik...Mas Sean selalu membantu aku urus Arka meski kita pakai pengasuh",jawab Anaya.
"Oh ya bukannya suami kamu sama halnya kan?", sambung Anaya.
"Ya Alhamdulillah lah Nay",jawab Mika.
"La..Kak Morgan pasti juga seperti itu kok nantinya jika kalian punya anak",ujar Anaya yang melihat Lola menyimak obrolannya dengan Mika.
"Mudah-mudahan akunya cepat isi Nay...",jawab Lola.
"Aamiin...Kita doakan,iya gak Mik?",ujar Anaya.
"Ya...pria seperti Kak Morgan pasti subur",jawab Mika.
"Aamiin...",balas Lola.
***
Tak terasa satu minggu berlalu dan hari ini bertepatan dengan pernikahan Seena dan Robi.
__ADS_1
Tampak seluruh keluarga besar Alatas berkumpul menyaksikan putri bungsu dari keluarga Alatas menikah.
Sean tampak sibuk dengan para tamu undangan yang datang kebanyakan dari rekan bisnis dan relasinya.Sedangkan sang istri sedang bersama Seena dikamar menemani calon pengantin itu sebelum ijab kabul.Baby Arka sedang bersama Omanya ikut menyapa para tamu undangan.
"Kamu cantik Seena...",ujar Anaya menetapkan pantulan Seena dari kaca meja rias.
"Makasih Kak...kakak juga tak kalah cantiknya meski udah punya buntut",jawab Seena.
"Seena...jadilah istri yang baik dan nurut sama suami selama itu dalam kebaikan",ujar Anaya memberi sedikit wejangan pada adik iparnya itu.
"Iya Kak...",jawab Seena yang begitu cantik dengan kebaya berwarna peach.
Tak lama terdengar Robi mengucapkan ijab kabul dihadapan seluruh keluarga.Papa Ferdian langsung menjadi wali nikah putrinya itu.
"Ananda Robi Argadana bin Saiful Efendi saya nikahkan engkau dengan anak kandung saya Arseena Ferdinand Alatas binti Ferdiansyah Alatas dengan mahar seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan tunai...
"Saya terima nikahnya Arseena Ferdinand Alatas binti Ferdiansyah Alatas dengan mahar tersebut,tunai...
"Bagaimana saksi?",tanya Pak penghulu.
"SAH...."
"Alhamdulillah..."
Tak lama Seena digiring oleh Anaya dan Mika dari dalam kamar menuju tempat dimana Robi yang menatapnya dengan terpukau di meja akad.
Kedua melanjutkan rangkaian pernikahan dengan penandatanganan buku nikah serta pemasangan cincin.
Anaya yang telah duduk disebelah sang suami menatap sang adik ipar resmi menikah dengan pria pujaan hatinya.Anaya tau bagaimana Seena selama ini begitu mencintai Robi.
"Mas...akhirnya Seena menikah juga dengan pria yang dicintainya",ucap Anaya pelan.
"Iya sayang...",jawab Sean merangkul bahu Anaya dengan posesif.
"Robi tetap akan menjadi sekretaris kamu Mas?",tanya Anaya.
"Gak...dia akan menjalankan perusahaannya sendiri setelah ini,karena beberapa tahun ini perusahaaan Robi mulai berkembang",ujar Sean.
"Lalu sekretaris kamu ganti dong",tanya Anaya.
"Iya...Morgan sudah mencarikan pengganti Robi sayang",ujar Sean.
Sean membawa Anaya untuk berfoto bersama dengan yang lainnya.Semuanya tampak begitu bahagia tak terkecuali Kakek Alatas yang tersenyum bahagia karena sang cucu bungsu akhirnya menikah.
Anaya menatap semua orang yang tertawa begitu lepas begitu juga sang suami yang tampak begitu bahagia dengan menggendong anak mereka.
Ia tak menyangka akan menjadi bagian dari keluarga besar ini.Pertemuan yang tak terduga dengan sang suami mengantarkannya menjadi seorang Nyonya Josean Alatas.Begitu banyak lika liku jalan yang ia hadapi untuk sampai pada tahap ini di mana ia begitu dihargai dan disayangi oleh orang orang yang begitu tulus menerimanya.Bahkan kini ia telah berdamai dengan Mama kamu kandungnya.
Aku bahagia bisa bertemu denganmu Mas...kamu merubah segala hidupku hingga aku bisa menjadi wanita seutuhnya dan memiliki bayi lucu buah cinta kita.Aku mencintaimu Josean Ferdinan Alatas.
...TAMAT...
Terimakasih kasih para pembaca setiaku atas dukungan kalian untuk karyaku ini.Tanpa kalian karyaku bukan apa apa.
__ADS_1
Tunggu karya ku selanjutnya ya.Dan jangan lupa ramaikan novelku "Sang pewaris"