Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Kembar tiga


__ADS_3

"Naya stop...",Sean langsung membuka jasnya dan menutupi tubuh sang istri karena resleting depan gaunnya hampir turun oleh kalakuan tak sadar Anaya.


Sekar tersenyum miring walau ia sudah diborgol namun tampaknya wanita itu tak menyesal sedikitpun.Meski rencananya gagal paling tidak ia sudah membalaskan sakit hatinya melalui Anaya dengan membuat wanita itu tak berdaya sekarang.


Sean langsung membopong tubuh Anaya keluar dari bangunan itu meski kurang fokus karena Anaya terus menempelkan tubuhnya ke tubuh Sean.


Sean langsung meletakkan Anaya di dalam mobil meski wanita itu tak mau lepas dari Sean.


"Apa yang terjadi Sean?",tanya Morgan saat Sean menutup pintu samping mobil setelah meletakkan Anaya.


"Istri ku tak baik baik saja Morgan.Kayaknya direcoki obat perangsang,untung aku cepat datang",curhat Sean bersamaan polisi membawa Amar dan Sekar kekuar dari bangunan itu dengan tangan terborgol.


Sean langsung menghampiri Amar dan memberikan bogeman mentah tepat dirahang pria itu.


Semua orang terkejut melihat aksi Sean termasuk Morgan.Pria itu langsung menahan tubuh sahabatnya itu."Sudah Sean kita serahkan semuanya pada pihak kepolisian,Anaya butuh pertolonganmu saat ini",ucap Morgan.


Sean tersadar jika Anaya tidak baik baik saja saat ini.Pria itu segera berlari menuju mobilnya.Dan benar saja isrti itu tampak mengerang mengusap seluruh tubuhnya yang begitu terasa panas dan menyiksanya.Gaunnya sudah hampir terbuka keseluruhannya.


"Cari hotel terdekat Sean biar ini semua jadi urusan ku",teriak Morgan dari kejauhan yang pasti tau efek dari obat itu.


Sean langsung masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi.Anaya langsung menempelkan tubuhnya pada Sean membuat pria itu cukup blingsatan juga melihat tubuh polos sang istri.


"Nay...sabar kita cari hotel terdekat,oke",lirih Sean menggeram tertahan saat Anaya berusaha menaiki tubuhnya.


Pria itu memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi menuju hotel miliknya yang tak jauh dari lokasi.Anaya terus berusaha meraih tangan Sean agar menyentuh tubuhnya.Pria itu semakin tak fokus saja karena tingkah agresif sang istri diluar kesadarannya.


Akhirnya mobil yang dikendarai Sean Samapi juga dihotel berbintang miliknya.Pria itu segera merapikan pakaian Anaya meski wanita itu menolak.Setelah hampir rapi Sean segera meraih jasnya yang tergeletak di bawah kaki sang istri dan menutup tubuh Anaya yang masih terbuka.


Pria itu segera menggendong Anaya ala bridal style menuju kamarnya dihotel itu.Semua karyawannya cukup terkejut melihat kedatangan sang CEO mereka dengan menggendong seorang wanita yang mereka yakini istri CEO mereka.


Manager hotel langsung menghampiri sang bos namun baru akan mendekat ia sudah mendapatkan tatapan tajam dari Sean.Manager hotel tau jika sang Tuan tak mau diganggu apalagi kondisi sang istri dalam gendongan Tuannya tampak tak baik baik saja.


Sean berjalan begitu saja menuju lift dengan sikap datarnya meski Anaya tampak mendusel dusel wajahnya pada rahang Sean.Membuat pria itu hampir kehilangan kendali namun otak warasnyamasih bekerja.Tak mungkin ia membalas serangan sang istri didalam lift.Hatinya cukup kesal pada sang istri yang tak mendengarkan ucapannya agar berdiam diri di rumah.


Sesampainya dikamar pribadi miliknya dihotel itu Sean menurunkan Anaya dengan pelan.Namun saat Sean akan beranjak Anaya menarik tubuhnya sehingga pria itu berada diatas tubuh istrinya.Anaya langsung menyerang bibir sang suami dengan rakusnya.Obat itu benar benar telah bekerja membuat Sean mau tak mau harus membantu sang istri lepas dari rasa sakit yang menyiksa.Pria itu menyentuh sang istri begitu lembut walau Anaya penuh dengan gairah tinggi.Tapi lama kelamaan Sean ikut terpancing akibat ulah sang istri dan bermain cukup bringas.


Setelah dua jam berlalu dan mereka dengan bersamaan mencapai puncak nirwana dan bermandi keringat Sean melepaskan penyatuan mereka.Menatap sang istri yang tampak kelelahan.Pria itu mengusap pipi sang istri penuh kasih sayang.Anaya sudah terlelap dalam mimpinya.


"Kenapa kamu gak mendengarkan perintahku,hum?.Untung aku datang tepat waktu jika tidak entah apa yang terjadi padamu",gumam Sean yang gemas dengan sang istri.Sean benar benar bersyukur datang tepat waktu karena dosis obatnya cukup tinggi.

__ADS_1


Sean kembali mengeraskan rahangnya mengingat dengan mata kepalanya sendiri Amar merecoki sang istri dengan obat laknat itu.


Pria itu turun dari ranjang setelah memastikan sang istri nyaman dengan tidurnya.Lalu meraih ponsel untuk menghubungi Morgan.Ia menuju balkon kamar agar tak mengganggu tidur sang istri.


Sean:Bagaimana?


Morgan: Ternyata Sekar udah kehilangan akal sehatnya.Dia berencana untuk menyuruh orang menggilir istri kamu setelah direcoki obat itu.


Sean:Brengsek...bagaimana dengan Amar?


Morgan: Menurut pengakuannya dia memang tertarik dengan dengan Anaya.Tapi hanya untuk bersenang-senang.


Sean:Kurang ajar...aku akan menemui mereka besok.


Morgan:Bagaimana keadaan Anaya?.


Sean:Ck...jangan mengkhawatirkan istri orang Morgan.


Morgan:Hahaha dasar posesif.Gimana malam pertama kesiangannya?


Sean:Kepo...


Klik


"Sudah bangun,hum?",Sean duduk disamping sang istri yang tampak memegangi kepalanya karena rasa pusing yang mendera.


"Mas...",wanita itu langsung memeluk sang suami erat.Tubuhnya bergetar karena katakutan karena Amar yang hampir melecehkannya.


Sean melerai pelukan sang istri yang menatapnya dengan penuh cinta."Kenapa nakal,hum?,aku sudah bilang jangan keluar rumah sebelum kondisinya kondusif",ucap Sean dengan tatapan menusuk.


"Maaf Mas,aku salah",lirih Anaya.


"Untung aku datang tepat waktu Naya kalau tidak kamu sudah menjadi santapan mereka mengingat betapa agresifnya kamu tadi",ucap Sean membuat wanita itu tertunduk malu membenarkan selimut yang menyelimuti tubuh polosnya sedikit turun.


"Nay...aku hampir gila karena hal ini.Aku takut mereka menyentuhmu", bisik Sean membuat wanita itu mengangkat kepalanya menatap sang suami.


"Mas...makasih sudah menolongku.Aku tak tau jika ujungnya akan begini",sesal Anaya.


"Hmmm... lupakan.Mau aku bantu ke kamar mandi?", tawar Sean.

__ADS_1


"Tidak Mas...aku bisa sendiri",jawab Anaya turun dari tempat tidur dengan tubuh polosnya.


"Aw...",ringis wanita itu saat pertama kali menginjakkan kakinya dilantai.Daerah kewanitaannya terasa pedih.


Sean menatap tubuh polos sang istri tak berkedip.Pria itu tampak menelan salivanya.


"Perlu bantuan?",tawar Sean dengan senyuman nakalnya.


"Gak...kamu modus pastinya.Ini aja masih terasa perih Mas", rengek Anaya melangkah pelan menuju kamar mandi.


Saat akan menyusul sang istri ponselnya berdering satu panggilan dari sang Mama tertera dilayar.


Sean:Hallo Ma


Mama:Sean bagaimana apakah menantu Mama baik baik saja?


Sean:Ya Ma Naya baik baik saja.


Mama:Lalu kalian kenapa belum juga pulang?.


Sean: Sebentar lagi pulang Ma,tunggu Anaya mandi dulu.


Mama:Mandi?.Kalian dimana emangnya kenapa Anaya harus mandi dulu?.Jangan bilang-


Sean:Ya...


Mama: Yes.Mama pesan kembar tiga ya Sean biar rumah makin ramai.


Sean:Mama pikir istriku kucing.


Klik


Pria itu kesal dengan sang Mama pesan tak kira kira.Pria itu menghempaskan kembali tubuhnya diatas kasur yang sudah seperti kapal pecah itu sembari menunggu sang istri mandi.


Sean tersenyum membayangkan sang istri hamil anaknya.Dan akan ada anak yang memanggilnya Daddy.Memabayangkan itu membuatnya ingin mengulangi ritual tadi agar bibitnya segera tumbuh dirahim sang istri.


...***************...


Jangan lupa like dan komentarnya ya reader

__ADS_1


__ADS_2