
"Maaf Mas...",ujar Anaya berjalan lemari mengambilkan pakaian ganti untuk sang suami.
Sean tersenyum tipis melihat kepanikan sang istri."Beginilah kenapa aku ingin memakai jasa baby sitter sayang.Agar kamu tetap bisa membagi waktu mau antara suami dan anak",ujar Sean saat Anaya memberikan satu stel pakaian santai pada Sean.
"Harusnya kamu ngerti Mas ... Arka juga butuh perhatian aku sekarang",ucap Anaya.
"Aku juga butuh perhatian kamu sayang",rajuk Sean.
"Mas...aku bukannya gak mau pakai baby sitter aku hanya ingin menikmati menjadi seorang ibu seutuhnya",jawab Anaya.
"Ya...tapi kamu harus bisa bagi waktu antara anak dan suami.Sayang bukan aku manja atau bagaimana tapi seorang suami juga butuh perhatian dari sang istri meski telah punya anak",ucap Sean.
"Iya Mas aku tau...",jawab Anaya.
"Sayang...Arka anak kita dan kita berdua juga yang akan merawatnya.Aku janji akan bantu kamu merawat anak kita",ucap Sean.
"Kamu kan bekerja Mas, pasti capek kan",jawab Anaya.
"Iya makanya mau ya sayang pakai baby sitter.Biar istiriku ini gak kecapekan dan tetap bisa urus suami,anak dan diri sendiri",ujar Sean membujuk sang istri.
"Aku takut anak kita nantinya lebih dekat dengan baby sitter dibandingkan aku Mommy-nya Mas",keluh Anaya.
"Gak akan sayang.Baby sitter hanya membantu kamu sayang bukan sepenuhnya merawat Arka.Contohnya jika kamu lagi urus aku kan ada yang jagain Arka.Atau kalau lagi mau ke kamar mandi jika aku gak dirumah",ujar Sean.
"Baiklah...gimana jika istri Pak Man saja Mas",usul Anaya.
"Ya Mas juga mau nawarin istri Pak Man sayang karena dulu yang bantu Mama urus Seena saat bayi istri Pak Man juga",jawab Sean.
"Iya deh...Mas",jawab Anaya.
"Gitu dong nanti aku ngomong sama Pak Man nya ya",ujar Sean.
"Huum...",jawab Anaya.
Anaya dan Sean melangkah menuju kamar yang anak.Keduanya saling melemparkan senyum saat melihat anak mereka yang tertidur pulas.
"Dia baru tidur kayaknya Mas,pas aku tinggal tadi masih terjaga",ujar Anaya mengelus pipi gembul Arka.
Sean tersenyum melihat sang anak tak terganggu sedikitpun tidurnya meski pipinya diusap oleh sang istri.
"Sayang tasyakuran sekaligus aqiqah Arka kita adakan di mansion Mama saja ya",ujar Sean.
"Kok gak disini aja Mas?",tanya Anaya mengerutkan keningnya.
"Gak sayang...aku gak mau mansion ini di masuki banyak orang.Apalagi selama ini cuma kamu wanita yang aku bawa masuk ke mansion ini",jawab Sean.
"Jadi itu benar Mas?",tanya Anaya.
"Ya... sayang"
__ADS_1
"Kenapa bisa begitu?",tanya Anaya.
"Entahlah...saat aku membeli mansion ini aku sudah bertekad untuk istriku kelak dan aku takkan membawa wanita lain kesini",jawab Sean.
"Emang Jesicca gak pernah kamu bawa kesini?",tanya Anaya.
"Gak...",jawab Sean.
Anaya tersenyum tipis dia sungguh bahagia mendapatkan suami seperti Sean yang begitu sangat menyayangi dan menghargainya.
"Aku gak akan merasakan seperti ini jika aku tetap memutuskan bercerai setelah satu tahun pernikahan ini",batin Anaya.
"Mas...jangan lupa undang anak panti asuhan ya",ucap Anaya.
"Siap Nyonya...",jawab Sean membuat Anaya terkekeh geli.
"Oh ya pelayan tadi kamu apakan?",tanya Anaya tiba tiba membuat Sean terkejut.
"Aku hanya mengancam agar dia mengakui semua kesalahannya",bohong Sean yang tak ingin Anaya tau jika pelayan itu kini mungkin saja sudah tak bernyawa lagi.
"Lalu?"
"Lalu apa sayang",tanya Sean.
"Apakah dia mengakuinya Mas?",tanya Anaya penuh selidik.
"Oh...itu.Ya...",jawab Sean menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"Anaya, Sean...ayo makan dulu",ujar Nyonya Anita memasuki kamar sang cucu.
"Ah iya Ma...tapi bagaimana dengan Arka?",tanya Anaya menunjuk bayinya yang tertidur pulas.
"Kita makan disini aja Ma",jawab Sean.
"Yah...baiklah Mama akan minta pelayan untuk mengantarkan makanan kalian kesini",jawab Nyonya Anita lalu melangkah keluar dari kamar sang cucu.
"Mas aku mau ngomong sesuatu sama kamu",ucap Anaya menatap sang suami dengan raut wajah serius.
"Ngomong apa sih sayang?",jawab Sean.
"Tapi kamu jangan marah",ujar Anaya.
"Tergantung...",jawab Sean.
"Ya sudah gak jadi",rajuk Anaya bersidekap di dada.
"Hahaha...aku bercanda.Emang kapan aku marah sama kamu?",tanya Sean memeluk sang istri dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Anaya.
"Mas...aku serius...", rengek Anaya.
__ADS_1
"Iya...ngomong apa, hum?",ucap Sean mengecup pucuk kepala sang istri.
"Mas...aku mau bertemu Tante Indi,boleh?",cicit Anaya.
Seketika Sean melerai pelukannya pada tubuh sang istri dengan raut wajah datar.
"Mas..."
"Hmmmm"
"Boleh?",tanya Anaya menatap sang suami penuh harap.
"Huh...harus denganku",jawab Sean menghela nafas berat.
"Ya... tentu saja Mas",jawab Anaya.
"Ada apa kamu tiba tiba ingin bertemu wanita itu",tanya Sean yang masih dengan raut wajah dinginnya.
Anaya terhenyak dengan raut wajah Sean yang tak biasanya seperti itu padanya.Ia tau suaminya itu mengkhawatirkan dirinya.Tapi ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada Mama kandungannya itu.
"Mas...jika kamu gak izinkan aku pergi aku gak akan maksa kok",ucap Anaya meraih kedua tangan sang suami.
"Naya...aku hanya takut--
"Ya...aku tau...kita batalkan saja, oke",ujar Anaya tersenyum tipis.
"Aku akan menemani kamu,kapan kamu ingin bertemu dengannya?",tanya Sean yang tak mau egios jika sang istri pasti ingin dekat dengan ibu kandungnya.Tapi ia harus memastikan jika Indi benar benar telah berubah.
"Kamu yakin Mas?",tanya Anaya.
"Ya...apapun keinginan kamu aku akan berusaha mewujudkannya sayang", ucap Sean tersenyum tipis.
"Terimakasih Mas...",jawab Anaya memeluk tubuh kekar sang suami dan membenamkan wajahnya di dada bidang Sean.
Sean membalas pelukan sang istri tak kah erat.Ia tak kuasa melihat wajah sendu sang istri dan itulah kelemahannya tak bisa menolak apapun kemauan Anaya.
Tok tok tok
Sean melerai pelukan sang istri dan melangkah menuju pintu kamar sang anak.
"Makan siangnya Tuan...",ujar pelayan yang mendorong troli berisi makanan.
"Ya...",jawab Sean mengambil alih troli itu dari pelayan itu.
Sean mendorong troli itu masuk dan menutup pintu kembali Anaya tersenyum melihat makanan kesukaannya yaitu udang saus padang.
Sean membantu sang istri menata makanan disalah satu meja tanggal ada diruangan itu.Mereka makan bersama mumpung Arka masih terlelap tidur.Sesekali Sean membantu untuk mengupaskan udang untuk sang istri agar Anaya mudah untuk makan.
"Makan yang banyak sayang",ucap Sean.
__ADS_1
"Ya Mas...",jawab Anaya tersenyum tipis disela kunyahannya.
...****************...