Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Kebahagian seluruh keluarga


__ADS_3

Setelah memetik mangga yang begitu banyak keduanya pulang ke Mansion untuk segera merujak mangga muda itu.Sean geleng geleng tak percaya melihat kelakuan sang istri.Untung pohon mangganya tidak tinggal memudahkannya untuk memetiknya.


Saat ditengah perjalanan Anaya tertidur,wanita hamil muda itu tampak sudah pulas.Sean menurunkan kursi tempat duduk Anaya agar sang istri tidur dengan nyaman.Pria itu menggegam lembut tangan sang istri.Ia sungguh sungguh bahagia dengan kehamilan istrinya itu.


Sesampainya di mansion Sean langsung turun dan menggendong sang istri menuju kamar mereka dan meminta pelayan untuk mengambil mangga muda yang ada di bagasi mobil.


Pelayan itu mengerutkan keningnya kenapa Tuam muda mereka membawa pulang mangga muda.Tanpa pikir panjang pelayan itu membawanya menuju dapur.


Sean meletakan tubuh Anaya dengan hati hati diatas tempat tidur.Tak hanya Anaya yang digendong namun juga anaknya yang ada diperut sang istri yang harus ia jaga juga sekarang.


Sean menyelimuti sang istri lalu melangkah menuju kamar mandi karena tubuhnya terasa begitu lengket.


Anaya membuka pelan matanya,ia menyadari kalau dia sudah di kamar sekarang.Wanita itu tersenyum lalu mengelus perut ratanya.Ia tak menyangka jika sebentar lagi akan ada seorang anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan Mama.


Anaya mengedarkan pandangannya ke seluruhan ruangan mencari sosok suaminya.Namun tak ia temukan bibirnya kembali manyun saat atau sang suami meninggalkannya.


Wanita itu turun dari tempat tidur menuju lantai dua ia teringat akan mangga mudanya.Sesampainya dibawah Anaya langsung menuju mobil untuk mengambil mangganya.Tiba tiba pelayan menghadang langkah nya.


"Maaf Nona anda mau kemana?",tanya pelayan itu ramah.


"Mau ke mobil Mas Sean ambil mangga Bi",jawab Anaya.


"Oh mangga mudanya sudah ada di dapur Nona",jawab pelayan itu.


"Baiklah...makasih Bi", ucap Anaya malangkah menuju dapur.


Anaya segera mengambil pisau untuk mengupas mangga itu namun pelayan tadi mengikutinya dan melarang Anaya untuk melakukannya.


"Nona apa yang sedang anda lakukan?",tanya pelayan itu kaget saat Anaya megambil pisau dan langsung mengulas mangga muda itu.


"Ini...


"Biar Bibi saja silahkan Nona menunggu",ucap pelayan itu merebut pisau di tangan Anaya.


"Tapi Bi aku mau ngerujak",jawab Anaya.


"Biar Bibi buatkan",ujar pelayan itu.


"Ada apa ini Helena?",tanya Kakek Alatas yang melihat keributan di dapur.


"Maaf Tuan besar Nona muda ingin membuat rujak dan saya berusaha untuk membuatkan",jawab pelayan yang bernama Helena itu.

__ADS_1


"Rujak?",beo Kakek Alatas.


Anaya mengangguk cepat namun matanya melihat sang Bibi mengupas mangga itu.


"Bi aku mau sedikit pedas",ujar Anaya saat Bibi memberikan satu cabai saja pada bumbu rujak itu.


"Tapi Nona anda-


"Turuti saja Bi,istriku tengah mengidam",ujar. Sean tiba tiba datang.


Kakek Alatas menyunggingkan senyumannya mendengar ucapan sang cucu."Apa itu artinya sebentar lagi Kakek akan jadi Kakek buyut?",tanya Kakek Alatas dengan wajah yang sungguh bahagia.


"Ya Kek.istriku sedang mengandung",jawab Sean memeluk tubuh sang istri dari belakang.


"Alhamdulillah selamat Anaya",ucap Kakek mengelus bahu Anaya lembut.


"Iya Kek.."


Kakek Alatas segera meminta kepala pelayan untuk mengumpulkan semua orang yang ada di mansion itu.Ia akan mengumumkan kabar gembira ini pada seluruh penghuni mansion.Tak lupa ia menelfon sang anak Papa dari Sean untuk mengabarkan jika sang cucu menantunya telah hamil.


Semua orang telah berkumpul termasuk pelayan,penjaga rumah dan para bodyguard.Sedangkan Anaya dan Sean hanya melihat saja karena Anaya dengan menikmati rujaknya.


"Baiklah hari ini saya ingin menyampaikan jika Anaya, cucu menantuku tengah mengandung penerus keluarga Alatas.Saya harap kalian bisa menjaganya dengan baik selama berada disini.Dan satu lagi bulan ini saya akan memberikan bonus pada kalian karena saya sedang berbahagia",ucap Kakek Alatas lantang.


"Mas apakah Kekek tidak berlebihan",bisik Anaya.


"Biar saja sayang,itu takkan membuat Kakek jatuh miskin",balas Sean.


Anaya menghabiskan rujaknya ditemani oleh Sean yang meringis melihat istrinya memakan buah yang ia yakini sangat asam itu.


"Udah ya sayang,nanti perut kamu sakit karena rasa pedasnya", bujuk Sean.


"Tapi Mas...ini enak banget", rengek Anaya dengan nada manjanya.


"Kamu sudah hampir menghabiskannya sayang",ujar Sean lembut.


"Tapi...


"Udah ya sayang...ngidam ya ngidam kalau kayak gini mah doyan",ujar Sean gemas mencium pucuk hidung istirinya itu.


"Iya Mas...",jawab Anaya menyingkirkan rujak itu dari hadapannya lalu meminum air putih yang disodorkan oleh Sean padanya.

__ADS_1


Tak lama suara heboh terdengar dari ruang utama mansion itu.Siapa lagi kalau bukan Nyonya Anita pelakunya.Dia tak sabar ingin menemui menantunya itu dan memeluknya.Ya saat Kakek Alatas menelfonnya tadi Nyonya Anita dan sang suami sudah dalam perjalanan pulang dan hampit sampai.


"Anaya...",teriak Nyonya Anita saat melihat menantunya itu tengah duduk diruang keluarga ditemani putra.


"Mama..."


Nyonya Anita segera memeluk menantunya saat Sean memberikan ruang untuk Mamanya memeluk istrinya itu.Mertuanya itu memberi ucapan selamat dan wejangan apa yang boleh dilakukan dan tidak saat sedang hamil.


Sean dan sang Papa melenggang melihat kelakuan dua wanita dihadapan mereka yang seperti tak bertemu bertahun tahun lamanya.


"Mamamu tadi begitu antusias saat mendengar kehamilan istrimu Sean bahkan meminta Papa untuk ngebut",kekeh Papa Ferdian melihat istrinya itu tak melepaskan pelukannya dari Anaya.


"Tak hanya Mama bahkan Kakek telah mengumumkan kehamilan istriku dimansion ini dan memberikan bonus pada seluruh pelayan yang ada dirumah ini",ujar Sean.


"Sekarang dimana Kakekmu itu?",tanya Papa Ferdian.


"Lagi menelfon kerabat kita yang lainnya Pa mengabarkan berita gembira ini",jawab Sean yang masih mengawasi sang isteri.


"Huh...Kakekmu memang seperti itu",ujar Papa Ferdian menghela nafas panjang.


"Kamu kalau ingin sesuatu jangan dipendam sayang sebutin aja.Anak Mama akan mengabulkan semua permintaan kamu",ujar Nyonya Anita.


"Iya Ma",jawab Anaya.


"Sean jaga menantu dan calon cucu Mama baik baik",ujar Nyonya Anita pada putranya itu.


"Tentu saja ",jawab Sean dengan wajah datarnya.


"Kurangi sifat dinginmu pada semua orang mulai sekarang Sean kalau tak ingin anakmu juga memiliki sifat yang sama",ujar Nyonya Anita yang kesal dengan sifat dingin sang anak.


"Aku begini adanya Ma",jawab Sean.


"Ck...dengan Anaya saja kamu bucin akut jika dengan kami kamu dingin mengalahkan kutub utara",ujar Nyonya Anita.


Anaya terkekeh geli melihat suaminya diomeli oleh sang mertua.Anaya akui apa yang dikatakan oleh mertuanya benar adanya.Sean akan mencair jika berdua dengannya bahkan sangat mesum.


"Puas ketawain aku, hum?",ucap Sean menghampiri sang istri.


"Ya...",jawab Anaya tersenyum tipis.


"Kamu akan dihukum Anaya",bisik Sean mengerlingkan nakal.

__ADS_1


Deg


Anaya tau maksud kerlingan suaminya itu.Jantungnya berdebar keras."Mati aku malam ini",gumam Anaya dengan wajah tegangnya.Sedangkan Sean tersenyum penuh kemenangan melihat raut rahang sang isteri.


__ADS_2