
"Maksudnya?", tanya Indi dengan tatapan bingung karena yang ia tau anak keduanya meninggal dunia saat dilahirkan.
"Bukan apa apa",jawab Kakek Pandu agar menantunya itu tidak makin curiga.
Sean tersenyum miring melihat konspirasi keluarga ini.Tapi ia sedikit lega jika tak ada yang membahas istrinya.
"Alatas bisakah kita mulai dari awal dan melupakan kejadian ini.Kami ingin cucu kami Sekar dikembalikan atau--
"Atau apa?",potong Sean dengan tatapan tajamnya.
"Hehehe...ternyata nyalimu cukup tinggi Tuan muda Alatas.Atau aku bisa melaporkan tindakan kalian ke pihak kepolisian",ujar Kakek Pandu dengan terkekeh sombong.
"Hahahaha....",tawa Sean menggema di ruangan itu mendengar ancaman pria tua dihadapannya.
Keluarga Gunatama heran dan bingung dengan sikap Sean yang tak ada takutnya sama sekali.
"Kalian mempunyai bukti jika kami yang menyekap Sekar?",tanya Sean saat menghentikan tawanya lalu tersenyum iblis.
"Baiklah dengan terpaksa aku membawa menantu kalian sebagai gantinya",jawab Kakek Pandu yang sudah emosi.
"Apa hakmu Kakek tua?.Kau sudah membuangnya karena dia lahir bukan laki laki sekarang kau akan mengambilnya kembali?",ujar Sean dengan tatapan tak percaya dan berusaha tenang agar tak terpancing emosi.
"Dia--
"Kau mau membongkarnya dihadapan menantumu dan keluarga Dinata akan murka dan kau pasti akan hancur bukankah perusahaan Gunatama mengandalkan saham dari Dinata saat ini untuk bertahan?", bisik Kakek Alatas membuat Kakek Pandu mendesis pelan.
Sean menyungging senyumannya melihat kemarahan Kakek tua itu dan wajah kesal dari Denni karena rencana mereka tidak berhasil.
"Apa maksudnya ini Pa?.Apa yang dibuang ha?, siapa?",tanya Indi dengan raut wajah bingung.
"Kelihatannya keputusanmu membawa menantumu dalam makan makan ini tidak tepat",gumam Kakek Alatas.
"Siapa yang kalian buang?",tanya Indi dengan suara melengking.
"Ma... tenanglah mereka hanya memancing emosi kita",ujar Denni menenangkan istrinya.
Sean mengangkat sebelah alisnya lalu tersenyum miring."Ternyata wanita ini tidak tau sama sekali kejadian 20 tahun yang lalu,menyedihkan",batin Sean.
"Alatas...bisakah kita berdamai dan aku tau Sekar ada padamu saat ini",ujar Kakek Pandu pada sahabatnya itu.
"Berdamai?.Atas tindakan mu yang hampir menghancurkan rumah tangga cucuku?",ujar Kakek yang sudah tak bisa menahan emosinya.
"Itu karena--
"Berhenti untuk mengusik keluargaku atau aku akan membuatmu menjadi debu",ujar Sean dengan tatapan mata menghunus tajam.
__ADS_1
"Oh bagaimana kita makan dulu setelah itu baru kita lanjutkan obrolan kita",ujar Nyonya Anita mengusir ketegangan yang terjadi.
"Ide yang bagus",balas Papa Ferdian dan diangguki oleh yang lainnya.
Mereka makan dalam diam namun tidak dengan Sean pria itu menatap tajam satu persatu orang yang telah mengusik kehidupannya.
Setelah selesai mereka melanjutkan obrolan yang tadi tertunda.Sean tersenyum tipis saat mendapatkan pesan dari sang istri yang memibta suaminya itu membuatkan susu haminya.
"Bagaimana Sean...kita berdamai kembalikan putri kami dan kami berjanji tak akan mengusik kalian lagi",ujar Denni pada Sean yang sedang fokus dengan ponselnya berbalas pesan dengan sang istri.
"Aku tak tau keberadaan putrimu itu dan satu lagi berdamai itu takkan pernah terjadi.Bersiaplah untuk kehancuran kalian",jawab Sean dengan wajah dinginnya.
"Dasar anak ingusan",umpat Kakek Pandu.
"Heh...tapi sayangnya anak ingusan ini mampu membuatmu ketar ketir bukan?",ujar Sean menyunggingkan senyuman iblisnya.
"Ayo kita pulang!.Terima kasih atas jamuannya",ujar Kakek Pandu pada anak menantunya.
Sean manatap datar kepergian kelauarha toxic itu dari kediaman kedua orangtuanya.
"Sean..."
"Aku ingin mereka hancur Kek seperti hancurnya hati istriku karena dibuang oleh mereka",ujar Sean lalu berlalu meninggalkan kedua orang tua beserta Kakeknya untuk membuatkan susu hamil sang istri.
"Dad,cucumu benar benar menakutkan",ujar Nyonya Anita.
"Besok pagi kita lihat saja apa yang terjadi", jawab Kakek lalu melangkah pergi ke kamarnya.
"Mas...Daddymu dan putramu benar benar klop",ujar Nyonya Anita.
"Ya...mereka memiliki sifat yang sama", jawab Papa Ferdian membenarkan ucapan sang istri.
Sementara itu Sean melangkahkan kakinya menuju kamar sang adik untuk menjemput sang istri.
Tok tok tok
Tak lama pintu kamar terbuka tampak Seena membukakan pintu untuknya.
"Kak Naya...ini Kak Sean datang",ujar Seena memberitahu Anaya yang sedang dikamar mandi.
"Di mana istri Kakak?",tanya Sean mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.
"Kamar mandi Kak",jawab Sean.
Tak lama Anaya keluar dari kamar mandi lu tersenyum kepada Sean buang datang menjemputnya.
__ADS_1
"Mas... sudah selesai?,mana susuku?",tanya Anaya menatap sang suami tak membawa apapun.
"Iya...susu kamu sudah ada dikamar kita.Ayo...!",Sean manarik sang istri dari kamar sang adik dengan begitu lembut.
"Seena...Kakak balik ke kamar ya",ujar Anaya.
"Oke Kak",jawab Seena tersenyum lebar.
***
"Mas bahas apa sih tadi sampai teriak teriak begitu?",tanya Anaya saat sampai dikamar.
"Kamu dengar.",tanya Sean sedikit terkejut.
"Gak begitu jelas sih Mas",jawab Anaya membuat Sean bernafas lega.Belum saatnya Anaya tau siapa sebenarnya keluarga kandungnya.
"Hanya masalah kerjaan sayang",kilah Sean tersenyum tipis.
"Oh...",jawab Anaya beroh ria.
"Sayang besok ikut aku ke kota sebelah ya ada meeting di hari disana",ujar Sean.
"Aman gak mas buat kandungan aku",jawab Anaya mengelus perutnya.
"Aman kok sayang cuma dua jam perjalanan.Aku sudah menyiapkan segalanya di mobil agar kamu nyaman selama perjalanan",jawab Sean yang tau mau jauh dari sang istri apalagi ia takut jika Pandu Gunatama kembali berbuat ulah.
"Baiklah Mas",jawab Anaya.
"Ayo diminum susunya",ujar Sean memberikan segelas susu hamil yang telah ia buatkan tadi.
"Iya Mas.Makasih ya",jawab Anaya.
"Sama sama sayangku",balas Sean mengecup pucuk kepala sang istri dengan sayang.
"Enak jika kamu yang membuatnya Mas",ujar Anaya setelah menghabiskan susu itu.
Sean tersenyum lebar mendengar pujian dari sang isteri.Tak masalah baginya jika Anaya selalu bertingkah manja padanya.Itulah yang ia inginkan dari sang istri yang selalu bergantung dengannya membuatnya merasa dibutuhkan oleh sang istri.
Sean akan melakukan apapun dengan sebuah senyuman sang istri.Ia akan ikut merasa sakit jika sang isteri meneteskan air matanya.Ia merasa gagal menjadi suami jika melihat istirnya itu bersedih atau menangis.
"Mas...aku packing sekarang ya baju baju kita",ujar Anaya.
"Baiklah... aku bantu",jawab Sean.
"Sayang bawa ini ya,aku sekalian mengajakmu bulan madu",ujar Sean mengambil baju dinas sang istri dari gantungan.
__ADS_1
Anaya tersenyum tipis melihat semangat sang suami memasukan baju haram itu ke dalam koper.Ia sungguh tau jika suaminya itu sungguh mesum dan takkan membiarkan dirinya tidur dengan cepat tiap malamnya.
...****************...