Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Makan malam


__ADS_3

Setibanya di mansion Sean menggendong sang istri menuju kamar mereka.Dengan penuh kehati-hatian Sean meletakan Anaya diatas tempat tidur.Pria itu memandangi mata sembab sang istri dengan hati yang begitu hancur.


"Aku janji sayang...orang yang telah membuatmu seperti ini akan membayar mahal setiap tetes air matamu",gumam Sean menggengam tangan Anaya dengan lembut lalu mengecupnya.


Sean menyelimuti sang istri lalu melangkah keluar kamar mencari keberadaan sang Kakek.


"Bi...Kakek dimana?",tanya Sean pada salah satu pelayan yang ia temui.


"Tuan Besar ada di kamarnya Tuan Muda", jawab pelayan itu.


Sean melangkah menjauh kamar sang Kakek untuk membahas tentang kejadian yang menimpanya.


Tok tok tok


"Kek ini Sean"


"Masuklah Sean!",jawab Kakek dari dalam.


Sean membuka pintu kamar sang Kekek tampak pria tua itu sedang duduk menghadap taman.


"Kek..."


"Kenapa kamu begitu ceroboh Sean",cecar Kakek.


"Kek--


"Bukankah kamu memiliki sekretaris yang akan menyaring siapa saja yang bisa menemuimu?", timpal Kakek dengan raut wajah datarnya.


"Maaf Kek...Robi sedang mewakili Sean meeting begitu juga Morgan sedang ada urusan meeting diluar",jawab Sean.


"Bagaimana keadaan cucu menantuku?",tanya Kakek Alatas.


"Kakek pasti sudah tau jawabannya.Aku kesini ingin membicarakan saham Kakek yang ada di Gunatama Sean minta Morgan menariknya",ujar Sean.


"Hmmm...Morgan baru saja dari sini meminta tanda tangan persetujuan dari Kakek",jawab Kakek Alatas.


"Jadi--


"Ya Kakek mengizinkanmu untuk melakukannya.Mereka pantas mendapatkannya.Dan untuk makan malam nanti sepertinya akan sedikit masalah.Jadi Kakek minta Anaya tak usah ikut takut terjadi sesuatu pada kehamilannya.Apa lagi ia baru saja mengalami hal buruk",yang Kakek.


"Mungkin aku juga tidak akan ikut Kek,melihat mereka saja darahku sudah mendidih",jawab Sean.


"Kamu harus ikut Sean!.Buat mereka bungkam nanti malam",ujar Kakek.


"Hmmm...baiklah jika itu yang baik menurut Kakek tapi jangan salahkan aku jika terjadi kekacauan nantinya",jawab Sean dengan mata memerah menahan amarah.


"Asalkan tidak berbuat kriminal",ujar Kakek.


"Hehehe...Apakah mantan Ketua mafia sekarang takut cucunya berbuat kriminal, hum?",kekeh Sean.


"Dunia hitam itu kejam Sean itulah kenapa Kakek tak mengizinkan kamu mengikuti langkah Kakek.Kakek hanya tak mau kamu bertindak ceroboh jika ingin berbuat kriminal",jawab Kakek Alatas.


"Baiklah Kek.Terima kasih telah begitu menyayangi istriku seperti Kakek menyayangiku dan Seena",ujar Sean.

__ADS_1


"Dia anak yang baik dan cucuku ini begitu mencintainya.Jadi tak ada alasan bagi Kakek tak menyayanginya",jawab Kekek menepuk pundak sang cucu.


"Terima kasih Kek.Aku kembali ke kamar dulu takutnya Anaya sudah bangun",ujar Sean diangguki oleh Kakek.


Sean membuat pintu kamar mendapati sang istri tampak duduk melamun.Pria itu menghampirinya dan memeluk dari samping.


"Ada apa sayang, hum?",tanya Sean.


Tes


"Jangan ada lagi air mata sayang,aku minta maaf belum bisa membuatmu bahagia",ucap Sean menghapus buliran air mata dipipi mulus sang istri.


"Mas...kamu tau saat melihatmu tadi duniaku serasa berhenti.Bahkan aku merasa naif mencintai dan menjadi istri dari pria sepertimu",lirih Anaya.


"Sayang...apa kamu biacarakan?.Kamu belum percaya padaku?",Sean bersimpuh duduk dihadapannya Anaya lalu menatap kedua manik mata sang istri.


"Aku percaya Mas...",jawab Anaya.


"Lalu?"


"Aku hanya merasa tak pantas Mas",jawab Anaya.


"Kata siapa, hum?"


"Aku Mas",jawab Anaya.


"Hanya kamu yang pantas menjadi istriku,Nyonya muda Alatas dan ibu dari anak anakku kelak",ujar Sean mengecup kedua punggungtangan Anaya bergantian.


Cup


"Jangan katakan hal itu lagi Anaya",ujar Sean setelah melepaskan pagutannya dibibir sang istri.


"Apakah dia baik baik saja saat kamu berlari begitu kencang keluar dari kantorku?",ucap Sean menyibak sedikit gaun Anaya lalu mengusap perut sang istri yang sudah mulai membuncit.


"Dia anak yang kuat Mas sama seperti Papanya",jawab Anaya.


"Dan juga kuat seperti Mamanya",balas Sean mencubit hidung mancung Anaya.


"Udah lapar belum?.Kamu belum makan apapun siang ini loh sayang",ujar Sean.


"Lapar Mas",jawab Anaya.


"Ayo kita makan siang dulu agar dedek bayinya tidak ikut kelaparan seperti Mamanya",ujar Sean mengenggam tangan sang istri keluar dari kamar.


Sesampainya di ruang makan keduanya meminta pelayan untuk menghidangkan makanan dan memanggil anggota keluarga yang lainnya untuk makan siang bersama.


Mereka makan siang bersama walau tanpa Seena dan Papa Ferdian.Semuanya makan dengan khidmat tanpa suara.


Setelah selesai Nyonya Anita yang baru tau kejadian yang menimpa sang anak dan menantunya menasehati keduanya agar saling percaya dan tak mudah percaya dengan fitnah.


"Naya...kamu harus percaya sama suami kamu apapun yang terjadi bertabayun dulu jangan langsung kabur begitu saja.Ini baru awal sayang karena manjadi istri dari pengusaha ternama akan banyak ujian yang datang.Kamu bersyukur Sean bersikap dingin pada lawan jenis jika tidak Mama yakin kejadian tadi bisa terulang lagi",ujar Nyonya Anita.


"Ya Ma...",jawab Anaya.

__ADS_1


"Dan kamu Sean tambah satu lagi sekretaris kamu.Andai Robi menghandle yang lain ada yang jaga di depan ruangan kamu dan mengatur siapa saja tamu yang bisa bertemu dengan kamu",ujar Nyonya Anita pada sang putra.


"Iya Ma..."


"Dan harus cowok agar yang tak tak terulang lagi", timpal Nyonya Anita.


"Hmmmm"


Nyonya Anita mengelah nafas melihat sifat datar sang anak.


***


Malam pun tiba sesuai rencana makan malam akan berlangsung sebentar lagi.Sean masih bermalas-malasan dikamar bersama sang istri.


"Mas aku gak ikut gak apa apa kan?",tanya Anaya.


"Ya...gak apa apa sayang.Kakek juga meminta aku agar kamu tak usah ikut",jawab Sean.


"Seena ikut Mas?",tanya Anaya.


"Kayaknya enggak deh sayang, kenapa?",tanya Sean.


"Aku ke kamar dia aja ya.Bosan gak ada kamu disini Mas",jawab Anaya.


"Senyaman kamu aja sayang",ujar Sean.


"Siap siap gih sana Mas", ucap Anaya.


"Malas jika gak ada kamu",jawab Sean memanyunkan bibir ke depan.


"Ayo...!",ujar Anaya.


"Iya sayang...",gemas Sean.


Sean melangkah menuju ruang makan dengan arogannya setelah mengantar Anaya ke kamar sang adik.Semua orang menatapnya kearahnya.Disana sudah ada Kakek,Papa dan Mamanya.Serta Kakek dari Sekar,Mama dan Papanya Sekar.


Sean duduk dengan wajah dingin dan datar persis Kakek Alatas.


"Selamat datang dikeluarga Alatas",ucap Kakek Alatas membuka suara.


"Terima kasih atas jamuannya meski ada sedikit masalah diantara kita",jawab Kakek Pandu Gunatama.


"Sean bisa jelaskan kenapa kamu tiba-tiba mencabut saham kami diperusahaan kami",tanya Pak Denni tanpa rasa malu.


"Itu adalah harga untuk air mata istriku karena masalah yang kalian ciptakan membuat matanya bengkak karena menangis",Jawa Sean.


"Nak Sean...bukan kami ini adalah mer--


"Kalian telah membuang dari bayi",jawab Sean membuat Indi mengerutkan keningnya


...****************...


Lunas ya....tunggu bab selanjutnya besok pagi.

__ADS_1


__ADS_2