Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Akhirnya...


__ADS_3

"UPS...maaf",lirih Seena menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Seena kamu pikir ini mansion hutan teriak teriak begitu", ketus Sean pada sang adik.


"Hehehe...maaf Kak",ucap Seena menoel pipi gembul Arka.


"Mama ada pegawai baru di butik?",tanya Seena.


"Iya...ada apa memangnya Seena?",tanya Nyonya Anita pada putrinya itu.


"Gak tadi pas aku ke butik beli gaun dia sombong banget Ma,bahkan seolah olah aku dan Kak Anaya gak mampu bayar",adu Seena pada sang Mama.


"Benar begitu Nay?",tanya Nyonya Anita pada menantunya itu.


"Iya Ma...mungkin karena penampilan kita biasa aja Ma,dia salah tanggap",jawab Anaya.


"Kenapa kamu gak bilang sama aku tadi sayang?",tanya Sean yang duduk disebelah sang istri.


"Dianya ngomong bukan sama aku Mas,tapi sama Seena",jawab Anaya.


"Pecat aja Ma",ujar Sean.


"Lebih baik tegur aja Ma,jika masih gak berubah ya baru di pecat",ujar Anaya memeberi sara pada mertuanya itu.


"Iya besok Mama tegur",jawab Nyonya Anita.


"Kamu kok beli kenapa gak ambil aja",ujar Nyonya Anita.


"Ya gak apa apa kali Ma,lagian nantinya pegawai Mama dapat bonus juga kan jadinya",jawab Seena.


"Oh ya Ma,tadi aku ketemu Aunty Sarah,dia nanya Mama", sambung Seena.


"Oh ya... ketemu calon mertua dong kamu",goda Nyonya Anita.


"Mama apaan sih,Kak Robinya kayaknya gak suka deh sama aku Ma.Dia cuek dan datar banget setelah putus dari tunangannya",curhat Seena.


"Kok udah nyerah sih,katanya mau ngejar mumpung Robi jomblo",goda Anaya.


"Ya kalau yang kita kejar gak ngasih respon ya buat apa Kak,capek yang ada",jawab Seena.


"Perlu bantuan Kakak gak?",tanya Sean.


"Gak...aku mau nyerah aja,males juga udah caper sana sini masih aja dicuekin mending cari target baru",ketus Seena.


"Seena coba kamu dekatin cowok lain dia kesal atau cemburu gak,kalau ia itu tandanya dia suka sama kamu.Cuma itu satu satunya cara bikin cowok dingin panas dingin menahan rasa cemburu",ujar Seena.


"Sayang mana ada seperti itu",jawab Sean.


"Ya ada... contohnya kamu Mas.Paling cemburuan kalau aku dilirik yang lain",jawab Anaya.


"Ya haruslah...Maan rela aku kamu dilirik yang lain",sungut Sean.


"Besok aku coba Kak",jawab Seena.

__ADS_1


"Nah gitu dong...",ujar Anaya.


***


Keesokan harinya Seena berangkat ke kantor dengan senyum yang mengembang.Dia ingin menjalankan rencana yang telah ia susun sejak tadi malam.


Sesampainya dikantor Seena berjalan menuju ruangannya.Robi tampak hilir mudik karena ada beberapa berkas yang harus ia minta pada staf keuangan untuk kebutuhan meeting pagi ini.


Robi hanya melirik sekilas pada Seena yang tampak berbeda pagi ini.Tak biasanya gadis itu memakai lipstik warna terang yang membuat beberapa karyawan pria tampak terpesona dengan penampilan Seena.Hal itu membuat Robi sedikit kesal karena gadis itu membuatnya kelimpungan saat para pria memuji kecantikan Seena.


"Kerja... kerja...",teriak Robi pada para pria yang tampak menatap Seena penuh kagum.


"Seena tolong bantu saya untuk mengumpulkan berkas yang ada di staf keuangan",ujar Robi dengan wajah datarnya.


"Ya Kak...",jawab Seena jengah.


Seena mengikuti langkah Robi menuju divisi keuangan yang terletak di lantai bawah.Keduanya memasuki lift dengan saling diam.Robi masih kesal pada Seena karena penampilannya kali ini membuat gelisah karena banyak kaum pria yang memandangnya.


"Kamu ganti lipstik?",tanya Robi datar.


"Lipstik?",beo Seena.


"Iya... lipstik kamu kenapa warna kayak gitu mau goda pria yang ada dikantor ini?",tanya Robi.


"Apaan sih Kak...gak jelas",ujar Seena.


"Kamu sadari gak sih banyak pria yang menatap kamu dari tadi",ujar Robi yang mulai tak bisa menahan rasa cemburunya.


"Kalau iya kenapa?",tanya Robi mengungkung tubuh mungil Seena dengan keduanya tangannya dan menatap gadis itu dengan tatapan tajam.


"Kak...apaan sih.Emang Kakak siapa aku?pacar juga enggak kan"jawab Seena yang mulai gugup dan salah tingkah dengan tatapan Robi.


"Heh...kamu memang mau ku jadian pacar?",tanya Robi yang masih diposisi yang sama.


"Emang Kakak cinta sama aku?",ujar Anaya berbalik tanya.


"Ya..."jawab Robi tersenyum tipis lalu menghapus lipstik Seena dengan ibu jarinya secara perlahan membuat Seena berdebar sekaligus salah tingkah.


"Aku cemburu jika ada yang menatap kamu selain aku",bisik Robi.


"Kak--


"I love you",bisik Robi tepat ditelinga Seena.


"Gak romantis...masak nembak cewek didalam lift begini",ujar Seena mendorong dada bidang Robi.


"Hehe emang kamu mau aku nembak kamu kayak apa?",kekeh Robi kembali mengungkung Seena.


"Kak...


"Jawab Seena apakah kamu juga mencintaiku?",tanya Robi menatap kedua manik mata gadis itu.


"Ya...",jawab Seena yang terpaku dengan tatapan Robi.

__ADS_1


"Kita sepasang kekasih sekarang?",tanya Robi.


"Ya...",jawab Seena.


"Kita keluar sekarang,ingat jangan pernah memakai lipstik itu lagi atau aku akan menghapusnya dengan bibirku",ujar Robi membuat Seena seketika menggeleng cepat.


"Good girls...yours is mine",bisik Robi lalu menekan tombol lift dan segera keluar mendahului Seena.


"Aku gak mimpi kan?",ujar Seena tersenyum tipis . Ternyata rencana yang di susunnya tadi malam berhasil.


Seena keluar dari lift dan bergegas mengejar Robi yang lebih dahulu menuju divisi keuangan.


Hatinya begitu senang saat ini akhirnya cintanya bersambut.Ia tak sabar untuk menceritakan ini pada Kakak iparnya yaitu Anaya.


Sesampainya di divisi keuangan Seena melihat Robi memarahi salah satu karyawan karena pekerjaannya tak selesai padahal waktunya tinggal sedikit lagi untuk meeting.


"Kak...biar aku bantu",ujar Seena.


"Seena ini bukan ranah kamu",jawab Robi.


"Apa salahnya sih membantu Kak,ini juga demi perusahaaan loh",kekeuh Seena.


"Yang ada dia ngelunjak kalau kamu bantu Seena", jawab Robi.


"Kak--


"Seena..."


"Silahkan...tapi jika pekerjaanmu ikut terbengkalai akibat menolongnya kamu harus lembur malam ini",ujar Robi meninggalkan Seena yang masih kekeuh membantu karyawan itu.


"Sini aku bantu.Masih banyak ya?",tanya Seena.


"Maaf Kak.ini juga bukan pekerjaanku tapi--


"Tapi apa?",potong Seena.


"Rin udah siap belum, buruan...!",ujar seorang karyawan pada staf keuangan itu.


"Jadi begini kelakuan kamu memberikan pekerjaan kamu ke orang lain hingga orang lain yang kena dampaknya",berang Seena.


"Kamu siapa sih?",tanya wanita itu.


"Aku?Aku wakil direktur disini,mau apapun kamu?",tanya Seena bersidekap di dada.


"Buk eh...aku--


"Apa ha?,temui HRD setelah ini.Dan kamu selesai kan pekerjaan kamu biarkan dia yang mengurus pekerjaannya",ujar Seena melangkah pergi dari sana dengan wajah kesal.


"Gara gara dia aku ribut dengan Kak Robi, baru jadian juga",batin Seena lalu memasuki lift menuju lantai dimana ruangannya berada.


...***************...


ayo ayo like dan subscribenya dong...

__ADS_1


__ADS_2