
Anaya menoleh kearah sumber suara yang ia kenali."Mas....",gumam Anaya tersenyum lebar.
Sean menatap tajam pria yang berdiri tak jauh dari sang istri yang menatap wanitanya itu dengan penuh binar.
Sean segera menghampiri sang istri dan merangkul pinggang Anaya dengan posesifnya."Apa aku bilang sayang kamu pasti jadi pusat perhatian disini",bisik Sean ditelinga Anaya.Posisi mereka benar benar intim.
"Hmmm",pria tadi berdehem pelan melihat pasangan suami istri itu.
Sean beralih menatap pria itu dengan tatapan ingin membunuh.Tak akan ia izinkan lagi sang istri untuk pergi sendirian diacara apapun jika begini jadinya.
"Tuan muda Alatas",sapa pria itu.
"Hmmm"
"Sean...kamu disini?",tanya Nyonya Anita tiba tiba.
"Ya Ma...jemput ISTRIKU", jawab Sean menekan kata istriku dan menatap tajam pria itu yang terpaku mendengar jawaban Sean.
"Ya baiklah Mama juga ingin ke kantor Papa kamu setelah ini",jawab Nyonya Anita.
Sean segera membawa sang istri keluar dari rumah mewah itu dengan hati yang terbakar cemburu karena sang istri masih saja dilirik pria lain.
Setibanya didalam mobil Sean segera mencium bibir sang istri dengan sedikit kasar.
"Itu hukuman untuk kamu karena begitu cantik hari ini sehingga pria tadi terpesona akan kacantikan ini",ucap Sena setelah melepaskan pagutannya dan mengelus pipi sang istri dengan lembut.
"Mas...aku gak ladeni dia kok",jujur Anaya.
"Hmmm...tapi tatap saja kau dihukum",ujar Sean kembali me***** bibir sang istri.
"Ah...Mas",d***h Anaya saat Sean melepaskan pagutannya.
"Kamu cantik Anaya tapi hanya milikku dan selamanya MILIKKU",ujar Sean menekankan kata milikku dan menghapus jejak salivanya dibibir sang istri.
"Ya Mas...aku milikmu",jawab Anaya.
Sean merapikan pakaian atas Anaya yang sedikit berantakan oleh ulahnya.Kemudian melajukan mobil menuju sebuah kafe.Dia berencana makan romantis dengan sang istri sore ini.
"Ayo turun",ucap Sean setelah membukakan pintu mobil untuk Anaya lalu mengulurkan tangannya.
"Makasih Mas",jawab Anaya menyambut uluran tangan sang suami.
Keduanya memasuki kafe itu saling bergandengan tangan.Mereka duduk disalah satu meja kosong yang ia pesan sebelumnya.
Setelah selesai makan Sean berjalan menuju panggung musik yang ada di kafe itu lalu mengambil gitar dan memainkannya.
"Lagu ini spesial untuk wanita spesial yang ada disudut sana",Sean menunjuk Anaya yang tampak terkejut dengan apa yang dilakukan sang suami.Semua orang menatap kearah Anaya.
"Lagu ini berjudul "Aku takut"dari Republik",ucap Sean lalu memulai memainkan gitar.
Katamu cintaku berlebihan
Cemburuku tak beralasan
Membuat dirimu tak nyaman
Maafkan aku sayang
__ADS_1
Reff:
*Aku takut kehilangan dirimu
Aku takut takut kehilanganmu
Aku takut kehilangan cintamu
Aku takut hidup tanpa dirimu
Aku tak akan bisa
aku yang bisa gila
Bila kau pergi meninggalkanku.
Katamu cintaku berlebihan
cemburuku tak beralasan
bagaikan burung dalam sangkar
maafkan aku sayang*
back to reff
Prok prok prok...semua para pengunjung bertepuk tangan saat Sean mengakhiri lagi yang ia bawakan.
Begitu juga dengan Anaya wanita itu tampak tersenyum bahagia mendengar lirik lagu sang suami yang memang seperti itu sifatnya pada dirinya.
Sean berjalan menuju sang istri yang menyambutnya dengan senyuman manis.
"Bagus Mas... aku suka",jawab Anaya.
"Itu ungkapan hatiku padamu sayang",ucap Sean.
"Iya aku tau Mas",jawab Anaya.
Setelah selesai mereka pulang menuju mansion dengan hati yang penuh kebahagiaan.
***
Tak terasa kini usia kandungan Anaya menginjak tujuh bulan.Untuk jenis kelamin mereka ingin surprise saat Anaya melahirkan.Dan hari adalah acara tujuh bulanan Anaya yang diadakan di salah satu pantai asuhan.
Ini semua atas keinginan Anaya yang ingin berbagi dengan kaum kurang beruntung itu.
"Sayang sudah siap?",tanya Sean saat sang istri berjalan dengan pelan keluar dari kamar dengan gaun tertutup berwarna peace.
"Sudah Mas",jawab Anaya tersenyum tipis memegangi perutnya yang sudah membuncit.
"Ya Mas...",jawab Anaya.
"Cantik sekali sih sayang",puji Sean.
"Cantik dari mananya coba Mas,bengkak begini",jawab Anaya.
"Siapa bilang ,hum?.sexy begini enak kalau dipegang",gods Sean.
__ADS_1
"Ish...mesum",kesal Anaya.
"Tapi kamu suka kan?",goda Sean lagi menarik turunkan kedua alisnya.
"Mas....",kesal Anaya yang mulai cemberut.
"Iya iya...ayo kita udah ditunggu",ujar Sean merangkul bahu sang istri seraya mengusal perut sang istri dengan lembut.
"Nah...itu orangnya",ucap Nyonya Anita pada sang suami menunjuk kedatangan Anaya dan Sean.
"Maaf ya Ma lama jalanya gak bisa cepat lagi udah berat",lirih Anaya.
"Gak apa apa kok sayang Mama ngerti",jawab Nyonya Anita tersenyum penuh kebahagiaan.
"Ayo Sean biar Papa yang nyetir kalian duduk dibelakang aja.Kita satu mobil aja gimana",tanya Papa Ferdian.
"Aku ikut....",Seena berlari dari dalam mansion.
"Kamu naik mobil belakang ya Seena bareng Morgan dan Lola",ucap Nyonya Anita.
"Iya deh...hai utun sehat selalu ya",Seena sempat sempat-sempatnya mengelus perut buncit Anaya.
"Iya Onty...",jawab Anaya menirukan suara anak kecil.
Semuanya berangkat menuju pantai asuhan untuk melaksanakan syukuran 7 bulanan kehamilan Anaya.Semua orang tampak berbahagia begitu juga wanita hamil itu makin hari semakin ramainya bahagia karena tak sabar menunggu kelahiran sang anak.
Sesampainya di panti semuanya turun dari mobil.Kedatangan mereka telah ditunggu oleh ibu panti dan yang anak anak yatim piatu dan kurang beruntung.
Seena membantu Morgan dan Lola untuk menurunkan barang barang yang akan disumbangkan.
Sean membantu sang istri untuk turun kerena kehamilan sang istri yang sudah cukup besar membuat Anaya susah untuk sekedar turun dari mobil.
"Hati hati sayang", ucap Sean saat Anaya berhasil turun dari mobil.
"Makasih Mas...",jawab Anaya.
"Iya sayang...",jawab Sean tersenyum tipis.
Keduanya melangkah masuk kedalam panti mengikuti kedua orangtuanya yang lebih dahulu masuk.
"Assalamualaikum...",ucap Anaya saat memasuki rumah panti itu.
"Waalaikum salam...",jawab semua orang yang ada didalam ruangan.
"Silahkan duduk Pak,Buk",ujar pengurus panti dengan ramah.
"Terima kasih...",jawab Anya dengan tersenyum sopan.
Anaya dan Sean duduk berdampingan sejajar dengan anak anak lainnya yang menatap Anaya.
Acara itu berlangsung penuh khidmat dan khusuk.Diakhir acara Anaya dan Sean memeberikan bingkisan kecil pada seluruh penghuni panti.Mereka juga menyumbangkan baju baju sekolah serta alat tulis dan memberikan beasiswa bagi penghuni panti yang berprestasi.
"Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak dan ibu yang sudah berkenan datang ketempat kami dan memberikan hadiah sebanyak ini kepada anak anak kami",ucap Ibu panti mewakili seluruh penghuni panti.
"Sama sama Bu semoga bermanfaat",jawab Nyonya Anita.
"Semoga Ibu Anaya dan Bapak Sean di berikan rizeki yang berlimpah dan anak yang dikandung ibu Anaya lahir dengan. selamat nantinya",doa Ibu panti diaminkan oleh semua orang.
__ADS_1
Setelahnya mereka pamit pulang setelah bersua foto bersama.
...****************...