
"Mas aku makan ketoprak yuk!",ucap Anaya tiba tiba.
"Makanan apa itu?",tanya Sean mengernyit pelan.
"Emang kamu gak pernah makan Mas?",tanya Anaya.
"Enggak...", geleng Sean pelan.
"Itu salah satu makanan khas Indonesia Mas,kita ke taman dulu yuk Mas cari jajanan ketoprak",ucap Anaya.
"Baiklah my queen",jawab Sean membuat Anaya terkekeh pelan.
Sean melajukan mobilnya menuju taman untuk mencari makanan yang dinginkan oleh sang istri."Apakah ini kemauan dia lagi sayang",tanya Sean mengusap perut sang istri.
"Ya Mas...entah kenapa tiba tiba aku pengen banget Mas.Padahal aku tak begitu menyukai makanan itu Mas",jawab Anaya yang ikut mengusap perutnya.
"Hmmm kayaknya anak kita suka makan Indonesia ya sayang",ujar Sean.
"Hahaha Mamanya juga Indonesia asli Mas kamu nya aja ada keturunan Eropa nya",jawab Anaya terkekeh pelan.
"Ya ya...aku tak sabar seperti apa wajahnya sayang",ujar Sean.
"Pasti mirip kamu Mas,soalnya baby kita selama aku hamil tak mau jauh dari Papanya",jawab Anaya.
"Bagaimana kalau anak kita panggil aku Daddy sayang dan panggil kamu Mommy",usul Sean.
"Aku ikut kamu aja Mas...",jawab Anaya.
Tak lama mobil yang Sean sampai di taman."Kamu di mobil aja sayang biar aku yang turun",ucap Sean.
"Baiklah Mas...jawab Anaya.
Sean turun dari mobilnya menuju gerobak penjual ketoprak.Pria itu seketika menjadi pusat perhatian para ibu ibu yang juga antri membeli ketoprak.Namun seperti biasa pria itu tak peduli dan memasang wajah datarnya.
Setelah mendapatkan sebungkus ketoprak Sean kembali menuju mobilnya dimana sang istri menunggu.
Sean menyerahkan sebungkus ketika itu pada Anaya saat setibanya di mobil.Dengan mata berbinar Anaya menerima bungkusan itu."Ayo Mas pulang aku mau makan dirumah aja",ujar Anaya.
"Hanya sebuah katoprak bisa membuatmu sebahagia itu sayang",batin Sean melihat senyuman yang tak luntur dari bibir sang istri.
Sean melajukan mobilnya pulang ke mansion agar sang istri bisa segera menyantap makanannya itu.
"Sayang...kamu gak ada ngidam sesuatu yang mahal seperti ingin berlian dan benda mahal lainnya",tanya Sean.
"Hehehe...gak Mas.Itu bukan ngidam namanya Mas tapi keinginan",jawab Anaya terkekeh pelan.
"Kamu gak pernah loh sayang minta aku beliin tas atau berlian yang mahal padahal aku mampu membelikanya",ujar Sean.
"Untuk apa Mas?,di lemari aja jarang dipakai. Mubazir Mas.Mending uangnya kita kasih kepada anak anak kurang beruntung bisa mengurangi beban mereka plusnya dapat pahala untuk tabungan akhirat",jawab Anaya.
"Ya ampun sayang aku aja gak ada kepikiran ke sana loh sayang",ujar Sean.
"Dalam harta kita ada hak orang lain Mas",jawab Anaya.
"Ya...makasih sayang sudah mengingatkan aku",ucap Sean.
Tak lama mobil mereka sampai di mansion keduanya turun dan langsung memasuki hunian mewah itu.
__ADS_1
Anaya dan Sean menuju dapur untuk menyalin makanan yang mereka beli ke dalam piring.
"Sini aku salin sayang",ujar Sean.
Anaya menyerahkan bungkusan itu pada anak istri dan menyalinnya.Anaya segera duduk di meja makan menunggu sang suami.
"Ini sayang",ujar Sean menyerahkan makanan berkuah kacang itu pada sang istri.
"Makasih Mas",jawab Anaya dengan mata berbinar.
"Jangan lupa berdoa dulu sayang",ucap Sean mengingatkan.
"Iya Mas...",jawab Anaya.
Wanita hamil itu memakan makanannya dengan lahap.Sean yang melihatnya tersenyum tipis melihat wanitanya itu makanan makanan yang sederhana itu namun bisa membuat Anaya begitu bahagia.
"Kak Naya...",teriak Seena dari ruang tamu.
"Iya Seena Kakak diruang makan",jawab Anaya.
Tak lama gadis ceria itu datang menghampiri Anaya yang khusyuk dengan makanannya.
"Kak...kok beli ketopraknya cuma satu", rengek Seena.
"Maaf Seena...Kakak pikir kamu gak suka",jawab Anaya.
"Kamu bisa beli sendiri Seena pesan online aja jika kamu mau",ujar Sean pada sang adik.
"Ya udah...",jawab gadis itu membuka ponselnya untuk memesan makanan itu melalui delivery order.
"Ada apa ini?",tanya Nyonya Anita menghampiri anak anaknya.
"Nggak sayang Mama lagi gak mau makan berat",jawab Nyonya Anita.
"Naya kamu Mama cariin tadi gak ketemu",ujar Nyonya Anita.
"Ada insiden Ma bikin mood istri aku hancur makanya minta pulang cepat.Di jalan malah minta beli ketoprak",ujar Sean mengusap rambut Anaya dengan lembut.
"Insiden?",beo Nyonya Anita.
"Ya Ma tadi ada yang goda Mas Sean dan biang aku bulat lagi.Jujur amat tu orang",ujar Anaya yang tiba tiba kesal kembali teringat kata kata wanita itu.
"Wah cari gara gara sama bumil itu namanya.Kok Kak Naya gak panggil aku tadi biar kita berdua hadapin tuh bibit pelakor",ucap Seena berapi api.
"Kakak kamu bisa kok hadapin dengan cara elegan,iya gak Mas",ucap Anaya menatap suaminya.
"Hmmm..",jawab Sena berdehem pelan.
Nyonya Anita tersenyum melihat anak dan menantunya yang akur.Bahkan Anaya sudah seperti anak kandungnya sendiri.
"Betul Anaya jangan kasih kesempatan pelakor buat masuk kedalam rumah tangga kamu", timpal Nyonya Anita.
"Anaya percaya Mas Sean Ma.Mana ada bibit pelakor bisa menaklukkan manusia kutub yang satu ini Ma.Baru aja mendekat udah dipelototi",ujar Anaya terkekeh geli.
"Ya benar itu Kak.Kak Sean kan udah cinta mati sama Kak Naya",balas Seena membenarkan ucapan Anaya.
"Aku ke kamar dulu sayang",ucap Sean mengecup pucuk kepala sang istri sebelum pergi.
__ADS_1
"Tuh kan ngambek dianya",gelak Seena namun tak digubris oleh Sean.
"Udah Seena nanti jajanmu dipotong loh",ujar Anaya yang tau kebiasaan sang suami jika adiknya ini menjahilinya.
"UPS...gak lagi deh",jawab Seena.
"Kak...emang tadi pelakor nya cantik sampai bisa bikin mood Kak Naya hancur",tanya Seena duduk bertupang dagu.
"Cantik sih...aku gak akan takut secantik apapun pelakor yang goda Mas Sean karena suami aku gak akan tergoda Seena.Tapi tadi dia bilang aku bulat dan gak sadar diri",jawab Anaya.
"Trus Kakak jawab apa?",tanya Seena.
"Ya aku jawab aku bulat karena hasil kerja suami aku tiap malam",jawab Anaya membuat kedua wanita berbeda usia itu melongo.
"Emangnya tiap malam ya Nay?",tanya Nyonya Anita.
"Oh..hmmm nggak juga sih Ma.Aku sengaja bilang biar tidak j****g diam mulutnya",jawab Anaya beralibi.
"Oh...kirain...",balas Nyonya Anita.
"Emang apa sih Ma yang tiap malam?",tanya Seena cengo.
"Anak kecil gak boleh ikutan",jawab Nyonya Anita.
Anaya tersenyum kecil jika adik iparnya masih polos dan lugu.
"Mama sih...",ujar Anaya.
"Lah...kan kamu yang ngomong Nay",elak Nyonya Anita.
"Eh...maaf Ma.Gak ingat kalau ada anak kecil disini",jawab Anaya.
"Aku udah besar tau",kesal Seena yang dibilang anak kecil.
...****************...
Aku kasih visual mereka ya kecuali Anaya dan Sean yang dari awal udah aku kasih.
Mohon komen ya jika aku udah ada kasih visual mereka ini.Soalnya aku lupa.
Seena
Robi
Morgan
Lola
Jika aku pernah kasih visual mereka di bab sebelumnya tolong komentar ya.Biar gak dobel.
__ADS_1
Untuk Sean dan Anaya lihat di bab "Sah"