Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Kesepakatan


__ADS_3

Setelah selesai mandi Sean membawa Anaya pulang ke mansion orangtuanya.Meski ingin mengungkung wanitanya dalam dekapannya tapi ia tak tega melihat sang istri yang tampak kelelahan.


Sesampainya di mansion keduanya disambut oleh Mama,Papa,Seena dan Kakek Alatas.Nyonya Anita memeluk menantunya itu dan mencium pucuk kepalanya dengan rasa sayang seorang ibu.


"Mama sungguh mengkhawatirkan kamu sayang,lain kali kalau pergi harus ada yang menemani ya",ucap Nyonya Anita melerai pelukannya.


"Mama kamu benar Naya.Mulai hari ini kamu akan ditemani oleh satu bodyguard", timpal Papa Ferdian.


"Yang cewek Pa bodyguardnya",ucap Sean yang tak ingin istrinya ditemani lelaki manapun kecuali dirinya.


"Yeh...dasar posesif",cibir Seena.


Kakek Alatas menggeleng pelan melihat kelakuan sang cucu yang sama persis dengan dirinya diwaktu muda."Kau benar benar Alatas sejati Sean",seru Kakek menepuk pelan pundak sang cucu.


"Baiklah...Papa akan mencarikan bodyguard sesuai permintaanmu",jawab Papa Ferdian.


"Makasih Pa",jawab Sean dengan mode datarnya.


"Ya sudah kalau begitu Naya kamu istrihat dikamar gih!.Sean antar Naya ke kamar lalu temui Mama dan Papa diruang kerja Papa!",ujar Nyonya Anita pada sang putra.


"Iya Ma.Ayo sayang aku antar kamu ke kamar",seru Sean menggandeng sang istri menuju kamar mereka.


"Iya Mas...",jawab Naya lalu berpamitan untuk istirahat di kamar.


"Mas...aku rasa gak perlu pakai bodyguard.Bukankah semuanya udah clear ya",ucap Naya saat akan memasuki kamar mereka.


Sean menghentikan langkahnya dan menarik tangan sang istri lalu ia bawa ke dadanya."Nay...kamu tau bagaimana hati ini tadi saat tau kamu diculik?",tanya Sean dengan tatapan elangnya.


Anaya menggeleng pelan menatap kedua manik mata sang suami menyiratkan rasa takut."Mas...


"Dia bagaikan berasa tak ditempatnya Naya",ujar Sean.


"Mas...aku minta maaf",lirih Anaya mengusap sudut matanya yang berair merasa sedih telah membuat suaminya itu begitu kerepotan olehnya.


Sean menangkup pipi sang istri dengan kedua tangannya dan mengusap sisa air mata yang mengalir dipipi sang istri dengan ibu jarinya."Tolong jangan membantah Anaya!",lirih Sean dan diangguki oleh Anaya.


Sean membawa sang istri kedalam pelukannya.Mengusap mahkota sang istri yang tergerai dengan lembut."Aku takut kehilanganmu Naya",gumam Sean.


Anaya mengurai pelukan sang suami lalu menatap wajah tampan yang begitu mencintainya itu dengan perasaan yang bahagia."Terima kasih telah mencintaiku sedalam itu Mas",ujar Anaya.


"Ya...",jawab Sean memabawaku tatapan sang istri lalu mengecup puncak kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Masuk dan istirahatlah kamu pasti kelelahan.Persiapkan energimu untuk nanti malam", bisik Sean lalu mengecup gemas daun telinga sang istri.


Anaya bersemu merah mednegar ucapan ambigu sang suami.Tanpa menjawab wanita itu masuk ke kamar menahan debaran jantungnya yang bertalu talu.


Sementara Sean tersenyum melihat tingkah malu malu sang istri.Andai sang Mama tak menunggunya diruang kerja Papanya mungkin saat ini ia takkan mengizinkan sang istri untuk tidur.


Sean melangkah menuju ruang kerja sang Papa di lantai bawah.Pria itu langsung masuk tanpa mengetuk lebih dahulu karena ia tau kedua orangtuanya itu telah menunggunya.

__ADS_1


"Ada apa Ma?",tanya Sean duduk dihadapan kedua orangtuanya.


"Kamu hanya memenjarakan kedua biang kerok itu?",tanya Nyonya Anita bersidekap didada.


"Kalau ia hukuman itu terlalu mudah untuknya yang sudah berusaha menjebak menantuku",timpal Nyonya Anita lagi.


Sean menggeleng pelan lalu menatap kedua orangtuanya dengan wajah dinginnya."Tidak Ma.Aku punya kejutan untuk kedua pengkhianat itu",jawab Sean tersenyum smirk.


"Balas asal jangan bertindak kriminal Sean",ucap Papa Ferdian mengingatkan sang putra.


"Hmmm...",jawab Sean berdehem pelan.


"Apa rencanamu Sean?",tanya Sean.


Sean terkekeh lalu menggeleng pelan."Mama akan tau nantinya",jawab Sean datar.


"Huffhhh...lihatlah lah Mas!.Dia keturunan siapa sih datar tanpa ekspresi gitu",adu Nyonya Anita pada sang suami.


"Kakek Alatas",jawab Papa Ferdian.


"Ya...ya itu berarti keturunan kamu Mas",ujar Nyonya Anita.


"Ya...itu mertuamu",jawab Papa Ferdian.


"Aku kembali ke kamar Ma",sela Sean.


"Istriku bukan induk kucing Ma",jawab Sean kesal.


Sean tak menghiraukan ucapan sang Mama yang begitu absurd menurutnya.Ia ingin mengistirahatkan tubuhnya karena ia begitu sangat lelah.


Saat memasuki kamar pria itu disuguhkan dengan pemandangan sang istri yang tertidur dengan gaun tidur sexy yang telah ia siapkan dilemari.


Sean melangkah menuju tempat tidur dan duduk disebut sang istri tidur."Kamu sangat cantik jika tertidur pulas seperti ini Naya",gumam Sean lalu mengecup kening sang istri.


Pria itu bangkit menuju kamar ganti guna mengganti baju dengan baju santai miliknya.Setelah selesai pria itu ikut tidur disampingnya sang istri dan memeluknya erat.


"Mimpi indah sayang",gumam Sean lalu ikut memejamkan mata tidur menjemput mimpinya.


Keesokan harinya setelah mengantarkan sang istri ke kampus Sean di dampingi Morgan menemui Sekar dan Amar dipenjara guna membuat perhitungan.


"Apakah semaunya siap Morgan", ucap Sean dengan wajah datarnya.


"Sudah...",jawab Morgan.


"Ck....kamu datar sekali",ketus Sean.


"Hah?,apa katanya barusan?datar?.Apa tidak kebalik?",batin Morgan.


Keduanya tiba di kantor polisi dan dengan langkah pasti dan arogannya Sean berjalan menuju sel tahanan dimana Sekar sedang ditahan oleh kesalahannya.

__ADS_1


Saat bertemu dengan wanita yang dari dulu ia benci itu rahang Sean mengeras.Ia menatap tajam wanita itu yang terlihat tidak baik baik saja.


"Sean...",lirih Sekar.


"Hmmmm",jawab Sean menatap Sekar dengan tajam.


"Aku-


Brak


Sean melemparkan sebuah Map dihadapan Sekar."Baca...!"


Sekar menatap bingung map yang dilempar Sean itu.Dengan perlahan wanita itu membuka dan membawanya.Sebuah gelengan tampak wanita itu lakukan.


"Tanda tangani atau mereka tau kebenarannya!",ujar Sean.


"Gak Sean...aku tidak bisa",lirih Sekar.


"Baiklah jika berita ini mencuat ke publik perusahaaan ayahmu yang akan menjadi sasarannya",ujar Sean dengan datarnya.


"Tapi...


"Aku tak punya banyak waktu.Tanda tangani kau bebas dari sini",ujar Sean.


"Tapi ini aku lepas dari kandang harimau masuk ke kandang buaya",jawab Sekar.


"Itu deritamu berani mengusik hidupku terlebih istriku.Dan kau pantas mendapatkannya",ujar Sean.


"Aku memilih disini",putus Sekar.


"Baiklah jangan salahkan aku jika kedua orang tuanmu berakhir dijalanan karena tak punya apa apa lagi dan jangan lupa kau bisa mendekam lebih lama disini",bisik Sean tersenyum iblis.


"Sean...",desis Sekar.


"Ayo... tanda tangani maka kau bebas dari sini",ujar Sean.


Sekar tampak menimbang keputusannya,wanita itu tampak berfikir."Baiklah...aku tanda tangan",putus Sekar pada akhirnya laku meraih pulpen dan menggoreskan tinta pena diatas materai.


"Good girls",ucap Sean bersedekap tangan di depan dadanya.


"Morgan urus segalanya pastikan wanita ini mendapatkan hukumannya",ujar Sean memberikan map yang ditanda tangani oleh Sekar pada pria itu.


"Baiklah...",jawab Morgan meraih map itu.


...****************...


Kira kira apa ya hukumannya 🤔🤔🤔.


Pantangin terus ya reader jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2