Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Tasyakuran Baby Arka


__ADS_3

Penjaga membuka pasung Raka dengan sedikit ketakutan karena ia tau bagaimana seorang Raka akan mengamuk jika pasungannya dilepas.


Saat penjaga melepaskan pasungan Raka pria itu hanya diam sembari menatap Arumi dalam.Penjaga segera pergi karena takut jika Raka mengamuk tiba tiba.


Arumi menghampiri pria yang dulu ia tinggalkan demi obsesinya pada mantan kekasihnya saat masa sekolah dulu.


"Mas...maafkan aku karena membuat--


Arumi terkejut saat Raka tiba tiba memeluknya begitu erat.Wanita itu hanya diam dan tak membalas pelukan Raka.


"Jangan pergi lagi",lirih Raka.


Arumi perlahan membalas pelukan Raka dengan menikmati aroma maskulin yang dulu diawal hubungannya dengan Raka begitu membuatnya nyaman.


Raka mengurai pelukannya dan menangkup pipi Arumi dengan tatapan begitu dalam."Aku tau kamu akan kembali,tapi mereka tak percaya dan malah mengurungku disini",ujar Raka.


"Mas...apa aku masih pantas untukmu?",tanya Arumi menundukkan kepalanya.


"Tentu...hanya kamu yang akan menjadi wanitaku.Sudah puas bermain-main diluaran sana,hum?",tanya Raka mencubit gemas hidung Arumi membuat wanita itu tertegun karena Raka tak seperti orang depresi pada umumnya.


"Bingung ya kenapa aku bisa kayak gini?",tanya Raka diangguki oleh Arumi.


"Aku memang depresi karena kamu tinggalkan tapi bukan gila.Aku hanya akan mengamuk jika ada yang mengatakan jika kamu pergi tak akan kembali lagi padaku",ujar Raka.


"Jadi kamu baik baik saja Mas?",tanya Raka.


"Iya...ada alasan mengapa aku seperti ini bukan semata-mata karena kamu tinggalkan",jawab Raka.


"Ayo...sudah saat orang tau jika Raka Mahendra tidaklah depresi",ujar Raka menggenggam tangan Arumi keluar dari ruangan itu.


sampai disini ya part Arumi dan Raka,nanti insyaallah cerita mereka akan aku terbitkan di novel khusus mereka.


***


Hari terus berganti satu minggu berlalu dan hari ini bertepatan dengan tasyakuran baby Arkana Vernon Alatas.Semua orang berkumpul di mansion utama keluarga Alatas.


Anaya dan Sean juga mengundang anak panti asuhan sesuai keinginan Anaya sendiri.Baby Arka menjadi pusat perhatian seluruh keluarga.Bayi yang berusia 21 hari itu begitu tampan dengan memakai baju yang sama dengan sang Daddy.


"Masaallah...tampan sekali baby kamu Anaya",Umar Ambar teman sosialita Nyonya Anita.


"Makasih Oma...",jawab Anaya menirukan suara anak kecil.


"Gemas Tante liatnya Anaya.Pengen deh punya cucu laki-laki",ucap wanita paruh baya itu sembari menatap baby Arka.


"Ma...anak kita masih kecil loh",bantah anak Ambar yang berdiri didekat sang istri.


"Ya...kode itu Mik",goda Anaya pada temannya.


"Tunggu anak aku besar dulu Nay...dia masih ASI kasihan jika aku hamil lagi",jawab Mika.


"Bercanda Mika...Mama emang ingin punya cucu laki-laki tapi gak sekarang juga sayang",jawab Ambar.


"Ya Ma...",balas Mika menoel pipi gembul Arka.


"Sayang...",ujar Sean menghampiri sang istri.


"Iya Mas...",jawab Anaya.

__ADS_1


"Ikut aku sebentar ada yang ingin bertemu kamu",ujar Sean mengambil Arka dari gendongan Anaya.


"Siapa Mas?",tanya Anaya.


"Ayo ikut dulu...",ujar Sean.


"Tante,Mika,Mas...aku tinggal dulu ya",ujar Anaya sopan.


"Iya Nay...",jawab Mika.


"Siapa sih Mas?",tanya Anaya mengikuti suaminya menjauh dari keramaian.


"Nanti kamu juga tau",jawab Sean.


Anaya menghentikan langkahnya saat dari jauh ia melihat orang yang begitu ia kenali duduk dikursi roda.


"Mama...",gumam Anaya.


Dengan pelan Anaya melangkah menuju wanita paruh baya yang telah melahirkannya itu.


Anaya menatap wanita itu yang tak lain adalah Indi dengan mata berkaca-kaca.


"Mama...",lirih Anaya.


"Anaya...",ujar Indi menatap anak yang telah ia lahirkan namun tak pernah ia tau selama ini masih hidup bahkan sempat ia benci.


"Ma...kenapa seperti ini?",tanya Anaya melihat Indi yang menggunakan kursi roda.


"Ini tidak seberapa dari apa yang telah Mama lakukan selama ini padamu sayang",jawab Indi menangkup kedua pipi sang putri.


"Ma...maafkan Naya yang tak tau keadaan Mama sebenarnya setelah Mama keluar dari rumah sakit",lirih Anaya.


Ya Indi mengalami lumpuh permanen karena terjatuh beberapa waktu yang lalu di kamar mandi rumahnya setelah keluar dari rumah sakit


"Naya maafkan segala kesalahan Mama dan Sekar ya Nak",sambung Indi.


"Iya Ma...",jawab Anaya sembari tersenyum pada sang suami yang berdiri tak jauh darinya menggendong baby Arka.


Sean mendekati sang istri yang kini berpelukan dengan Indi.


"Sayang..."


"Ya Mas...",jawab Anaya mengurai pelukannya pada Indi.


"Apakah Arka haus?",sambung Anaya.


"Gak sayang...",jawab Sean.


"Ma...ini cucu Mama",ujar Anaya mengambil Arka dari gendongan Sean lalu melihatkan pada Indi.


"Masaallah...tampan sekali Nak.Sean semua",ujar Indi menatap cucunya dalam gendongan Anaya.


"Mama mau gendong?",tanya Anaya.


"Bolehkah...?",tanya Indi menatap Anaya dan Sean bergantian.


"Boleh Tante...",jawab Sean.

__ADS_1


"Terimakasih Sean",jawab Indi lalu mengambil Arka dari gendongan Anaya.


"Masaallah sayang...anak kamu sungguh sangat tampan dan lucu",ujar Indi menatap cucunya itu dengan mata berbinar.


"Iya Ma...",jawab Anaya tersenyum tipis.


"Mas... terimakasih telah memaafkan Mama",ujar Anaya menatap sang suami.


"Demi kamu sayang...",jawab Sean mengecup kening sang istri.


Anaya dan Sean menatap Arka dalam dekapan Indi yang terlihat begitu anteng."Mas...kita kedepan yuk!,ajak Mama boleh?",tanya Anaya.


"Tentu saja sayang",jawab Sean.


Mereka kembali ketempat acara dengan Anaya mendorong kursi roda Indi sedangkan Sean menggendong baby Arka.


"Itu mereka...",ujar Nyonya Anita melihat kedatangan Anaya dan Sean.


Semua yang ada disana tersenyum melihat ketiganya.


Nyonya Anita menghampiri besannya itu dan mendorong kursi roda Indi ketengah tengah tempat acara.


"Perkenalkan ini sahabat sekaligus besan saya yang tak lain Mama kandung Anaya menantu saya",ujar Nyonya Anita memperkenalkan Indi pada semua tamu undangan.


Dari kejauhan sepasang kekasih yang beberapa hari yang lalu resmi bertunangan menatap dengan tersenyum tipis.


"Kamu yakin Baby Indi bertaubat Baby",tanya Robi.


"Entahlah....ku harap dia sungguh sungguh bertaubat",jawab Seena.


"Ehem...yang baru bertunangan mojok nih ceritanya",ujar Lola yang datang dari luar setelah menerima telpon.


"Kak Lola ih...",jawab Seena tersipu malu.


"Halalin gih Robi...",ujar Lola menggoda pasangan itu.


"Iya La... insyaallah minggu depan",jawan Robi melirik sang kekasih yang tampak malu-malu.


"Oh ya... secepat itu?",tanya Lola tak percaya.


"Ya...banyak saingan soalnya",jawab Robi.


"Ditunggu undangannya",ujar Lola beranjak pergi menghampiri sang suami.


"Sip...",jawab Robi.


"Kak...kita kesana yuk",ujar Seena menarik tangan Robi.


Namun Robi menahan tangan Seena dan menariknya hingga Seena menabrak dada bidang Robi.


"Mau kemana, hum?",ujar Robi mendorong tubuh Seena ke dinding dan mengungkungnya.


"Kak...a-aku mau ke Arka",jawab Seena gelagapan saat Robi menatapnya dalam.


"Arka bersama kedua orangtuanya,aku membutuhkanmu disini", bisik Robi ditelinga Seena membuat gadis itu merinding.


"Kak... mmmmpphh--

__ADS_1


...****************...


__ADS_2