Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Balada seblak pedas


__ADS_3

Seena menatap tajam mahasiswi itu lalu menggenggam tangan Anaya.Semua orang menatap kearah mereka.Tak ada yang berani ikut menimpali ucapan mahasiswi itu.


"Apa masalahmu hum?.Iri bilang",teriak Seena yang geram dengan perkataan mahasiswi itu.


"Gue iri sama dia?,Gak...dia bukan tandingan gue",jawab mahasiswi itu dengan pongahnya


"Udah Seena jangan diladani",bisik Anaya yang tak mau adik iparnya bermasalah gara gara dirinya.


"Lo pikir Lo tau siapa ha?",ujar Seena tak mendengarkan larangan sang Kakak ipar.


"Perkenalkan gue anak anggota Dewan dinegara ini",ucapnya dengan sombong.


"Oh anak anggota dewan toh,sombong amat Lo.Jabatan bokap hasil suara masyarakat aja bangga", sindir Seena.


"Kurang ajar Lo", geram mahasiswi itu yang hendak menampar Seena namun dengan sigap gadis itu menyambut tangan mahasiswi itu.


"Jangan coba coba untuk menyentuhku",tegas Seena menghempaskan tangan mahasiswi itu dengan kasar hingga mahasiswi itu terhuyung ke belakang.


"Jangan mentang mentang Lo anak pemilik kampus bisa seenaknya",geram mahasiswi itu lagi.


"Sudah Seena kita pergi aja yuk",ucap Anaya.


"Gak Kak...aku gak terima Kak Naya di hina kayak tadi",ucap Seena.


"Kenapa memangnya ada masalah sama Lo?.Gue baru ingat sekarang bukan kah Lo dulu pernah minta bokap Lo buat dijodohkan dengan Kakak gue?.Untung Kakak gue nolak cewek arogan macam Lo",ucap Seena.


Mahasiswi itu gelagapan saat Seena mengingat siapa dirinya.Ia malu karena semua orang menatapnya sinis.


"Iri bilang bos",ujar Seena menarik tangan Anaya keluar dari kantin.


"Seena jadi cewek tadi pernah suka sama Mas Sean?tanya Anaya saat sudah ada didepan kelasnya.


"Huumm... untung Kak Sean nolak.Dia iri sama kamu Kak",ujar Seena merangkul bahu sang Kakak iparnya itu.


"Huh...resiko jadi istri yang di gilai banyak wanita harus siap diserang kayak tadi",desah Anaya.


"Hahaha tapi Kakakku tidak akan mudah tergoda Kak.Dia kalau sudah mencintai tak akan melirik yang lainnya",jawab Seena terkekeh kecil.


"Kamu gak ke kelas Seena?",tanya Anaya karena iparnya itu masih betah berdiri didepan kelas menemaninya.


"Gak...cuma satu mata kuliah hari ini Kak",jawab Seena.


"Kok Kelas Kakak masih kosong?",tanya Seena.


"Iya...pada kemana ya?",bingung Anaya melihat sekitarnya tak ada mahasiswi selain mereka berdua.


Ponsel Anaya bergetar menandakan pesan masuk.Gadis itu menghela nafas panjang.


"Ada apa Kak?",tanya Seena.


"Ternyata dosennya gak datang",jawab Anaya.


"Oooo....kalau gitu cus lah kita pulang",ajak gadis itu merangkul sang Kakak ipar.

__ADS_1


"Tapi aku mau ke kantor Mas Sean dulu Seena",ujar Anaya.


"Hmmmm...ada yang kangen nih",goda Seena.


Anaya tersipu malu dan tersenyum tipis.",Gak apa apa kan?",tanya Anaya merasa tak enak hati dengan adik ipar.


"It's okay...nanti aku antarkan",jawab Seena.


Keduanya memasuki mobil dan melajukan mobil menuju Alatas group.Anaya sangat merindukan Sean.Aroma tubuh sang suami menjadi candu untuknya.


Tak lama mobil yang dikendarai Seena tiba didepan kantor.Anaya turun setelah mengucapkan terima kasih pada adik iparnya itu.Seena tak ikut menemani Anaya karena ada janji dengan teman-temannya.


Anaya melangkah memasuki lobi kantor, resepsionis yang sudah tau jika Anaya adalah istri dari bos mereka tersenyum ramah.


Anaya menaiki lift menuju ruangan sang suami.Hatinya berdebar karena akan bertemu dengan sang pujaan hati.Saat lift sudah sampai dilantai ruangan Sean berada Anaya melangkah keluar.Anaya melewati lorong ruangan yang terdapat beberapa kubikel karyawan.


Anaya membuka pintu ruangan itu tampak sang suami sedang fokus pada komputernya dengan kaca mata baca yang bertengger di hidungnya membuat kadar ketampanan sang suami semakin bertambah.


"Mas..."


Sean menatap kearah pintu dan tersenyum melihat wanitanya datang."Hai...sayang.Sini...!",Sean menepuk salah satu pahanya.


Anaya segera berlari kecil menuju meja kerja suaminya itu dan langsung duduk diatas pangkuan Sean dan menghirup aroma yang dari tadi ia rindukan.


Sean tersenyum melihat tingkah manja sang istri."Ke kantor kok lah bilang bilang sayang",tanya Sean mengusap punggung sang istri lembut.


"Aku merindukanmu Mas",lirih Anaya lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami karena malu.


"Kok kita sama ya",balas Sean.


"Kita memang sudah berjodoh Anaya sayang",gemas Sean lalu mengecup singkat bibir sang isteri.


"Kamu udah makan siang?",tanya Sean.


Anaya menggeleng pelan sebagai jawabannya.


"Kenapa?"


"Eneg Mas sama masukan kantin kampus.Aku maunya yang pedas pedas gitu",jawab Anaya.


"Gak boleh makan pedas sayang nanti perut kamu sakit ",ucap Sean menatap wanitanya itu dengan penuh cinta.


"Ya udah aku gak mau makan", jawab Anaya mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Ya udah kamu mau makan apa?",tanya Sean pada akhirnya karena tak mau melihat wajah sendu sang istri.


"Seblak pedas Mas",jawab Anaya.


"Cuma itu aja?.Ada yang lain gak biar sekalian pesan",tanya Sean.


"Itu aja deh Mas",jawab Anaya.


"Baiklah aku pesan kan",ujar Sean memesan makanan permintaan sang istri melalui ponselnya.

__ADS_1


"Kamu sibuk ya Mas?",tanya Anaya menatap berkas yang bertumpuk.


"Gak terlalu sayang.Kenapa,hum?",tanya Sean mengecup pelan leher jenjang Anaya.


"Geli Mas",lirih Anaya.


"Aku merindukanmu sayang,kita sudah lama tidak-


"Nanti malam ya Mas",jawab Anaya saat tangan sang suami bermain n***l pada tubuhnya.


"Janji",ujar Sean serak.


"Janji...",jawab Anaya.


Sean tersenyum lebar karena mendapat lampu hijau dari sang istri."Persiapkan dirimu untuk nanti malam sayang",bisik Sean.


"Ya Mas...",jawab Anaya bergerak turun dari pangkuan sang suami.


"Mau kemana",tanya Sean menahan tubuh sang istri.


"Aku berat Mas.Mau duduk di sofa aja.Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu",jawab Anaya.


"Baiklah...", ucap Sean kembali mengecup singkat bibir sang istri.


Anaya turun dari pangkuan Sean dan merebahkan diri diatas sofa.Tubuhnya akhir akhir ini sering merasa lelah.


"Sayang kalau mau tidur di kamar aja",ujar Sean melihat sang istri merebahkan tubuhnya diatas sofa.Ia tak mau kajadian lagi gaun yang dikenakan sang istri terangkat ke atas.


"Aku mau nunggu seblak aku datang dulu Mas"jawab Anaya.


"Nanti aku bangunkan jika seblaknya sudah sampai",jawab Sean.


Dan benar saja tak lama pintu ruangan Sean dikeruk dari luar.Setelah dapat izin dari Sean pintu itu terbuka.Seorang office girl tampak membawa nampan berisi seblak pesanan Anaya.


Anaya tampak berbinar melihat seblak pedas yang ia inginkan ada dihadapannya."Makasih ya Mbak",ucap Anaya pada OG itu.


"Ya Nyonya",jawab office girl itu dengan sopan dan melangkah keluar dari ruangan bosnya itu.


Anaya langsung menyuap makanan itu namun tiba tiba Sean menahan pergerakan tangan Anaya."Kenapa Mas?",bingung Anaya.


"Biar aku cicipi dulu", jawab Sean dan langsung menyuap makanan itu kedalam mulutnya.


"Bagaimana?",tanya Anaya.


"Ini sangat pedas Anaya",jawab Sean.


"Ya memang begitu sensasi makannya Mas gak pedas gak seger",jawab Anaya.


"Jangan dimakan Maya nanti perut kamu sakit", ucap Sean.


"Yah... aku udah kepengen banget Mas",lirih Anaya dengan mata berkaca-kaca.


"Ya tapi ini-

__ADS_1


"Kamu jahat Mas...",ucap Anaya mulai mulai menetaskan air mata.


...****************...


__ADS_2