Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
#115


__ADS_3

Arkana...aunty data--


Anaya dan Sean menatap tajam kearah Seena yang baru datang membuat keributan dikamar putranya itu.


"Sorry Kak...",ujar Seena cengengesan.


Anaya menggeleng pelan lalu segera memasuki kamar mandi anaknya untuk memandikan Arka.


Seena yang mendapat tatapan tajam dari Kakaknya memilih untuk keluar dari kamar keponakannya itu.


Sebenarnya kedatangannya untuk memberitahukan perihal lamaran Robi besok lusa tapi karena ia pikir Kakaknya itu masih tidur ia memutuskan untuk mengganggu keponakannya tapi sayang Arka dalam gendongan Kakak iparnya.


"Nona...ada yang bisa dibantu?",tanya pelayan pada Seena yang duduk diruang tamu.


"Gak ada Bi...",jawab Seena tersenyum ramah.


Seena memainkan ponselnya sesekali membalas pesan dari sang kekasih.Gadis itu tak menyadari kehadiran sang Kakak dihadapannya.


"Ehem..."


Seena menatap pada sang Kakak yang kini menatapnya tajam.


"Kak..."


"Ada apa pagi pagi sekali kamu kesini?",tanya Sean datar duduk dihadapan sang adik.


"Gini Kak...lusa Kak Robi melamar aku",ujar Seena.


"Lalu...?"


"Ya aku mau ngomong itu aja ke Kakak",jawab Seena yang kesal dengan muka datar Kakaknya itu.


"Kamu sudah yakin?",tanya Sean membuat Seena menoleh seketika.


"Iya Kak...",jawab Seena mantap.


"Bukankah kalian baru menjadi sepasang kekasih?",tanya Sean.


"Iya sih Kak...tapi aku yakin Kak Robi orangnya baik gak mungkin nyakitin aku.Dia akan pikir dua kali nyakitin aku karena ada Kakak yang akan masang badan lebih dulu",ujar Seena.


"Hmmm..."


"Kak...jadi Kak Robi dan mantan tunangannya itu dijodohkan dulu?",tanya Seena.


"Ya...",jawab Sean.


"Ck...datar amat",ketus Seena yang masih bisa di dengar oleh Sean.


"Kakak mendengarnya Seena",ujar Sean.


"Hehehe...maaf Kak...", jawab Seena membentuk jarinya menjadi huruf V.


"Mas...ayo sarapan dulu,Seena yuk ikut sarapan",ujar Anaya menghampiri kedua Kakak adik itu.

__ADS_1


"Ya Kak...",jawab Seena.


Sean berjalan menggandeng sang istri menuju ruang makan.


Seena yang melihatnya hanya tersenyum tipis melihat keromantisan Kakaknya itu pada sang istri.Meski Kakaknya itu bermuka datar dan dingin Kakaknya akan bucin dan manja pada sang istri.


"Ayo Seena...kita sarapan",ujar Anaya yang sedang mengambilkan sarapan untuk sang suami.


"Cukup sayang...",ujar Sean saat Anaya masih menambahkan nasi goreng ke atas piringnya.


"Iya Mas...",jawab Anaya memberikan sepiring nasi goreng pada Sean.


Mereka sarapan bersama dengan khidmat hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar.


"Seena bantu Kakak diperusahaan untuk seminggu ini ya",ujar Sean saat selesai sarapan.


"Ya Kak...", jawab Seena.


"Kuliah kamu gimana Seena?",tanya Anaya membuat adik iparnya itu tersenyum tipis.


"Hampir selesai Kak... tinggal sidang",jawab Seena.


"Oh..."


"Sayang gimana dengan kuliah kamu,mau lanjut bulan ini atau tunggu Arka bear dulu",tanya Sean


"Aku mau lanjut bulan ini aja Mas,daring bisa kan?", jawab Anaya.


"Baiklah...aku akan urus sama Mama",balas Sean.


"Ya sebentar lagi Kakak nyusul",jawab Sean.


Anaya melangkah menuju kamar setelah usai sarapan untuk mengambil tas kerja Sean.Pria itu sebenarnya sudah rapi dengan stelan kantornya.Tapi ia akan bertemu seseorang pagi ini sebelum ke kantor.


"Mas...ini tas kerja kamu",ujar Anaya menyodorkan tas itu pada Sean yang sibuk berbalas pesan dengan sang suami.


"Makasih sayang...oh ya kata Mama kamu bisa daring",ujar Sean.


"Iya Mas...dari pada aku gak ngapa-ngapain setelah Arka tertidur",jawab Anaya.


"Bosan ya...maaf belum bisa bawa kami liburan karena kerjaan dikantor begitu padat",ujar Sean penuh sesal.


"Gak apa apa Mas,lagian Arka masih merah masa dibawa jauh jauh kan kasihan Mas",jawab Anaya.


"Tapi selama kita menikah kau belum pernah membawa kamu kemana pun sayang", sambung Sean.


"Mas...aku gak butuh itu semua.Kamu ada untuk aku dan Arka itu udah cukup buat aku Mas",jawab Anaya.


"Makasih sayang, insyaallah setelah tasyakuran Arka kita liburan ke Inggris negara asal dari Kakek buyutku",ujar Sean.


"Iya Mas...berangkat gih katanya mau ketemu seseorang dulu",jawab Anaya mencium punggung tangan Sean dengan takzim.


"Kamu dan Arka hati hati ya dirumah,kalau ada apa apa telfon aku,oke",ujar Sean mengecup kening sang istri dengan lembut.

__ADS_1


"Iya Mas...kamu hati hati juga ya",jawab Anaya tersenyum manis melepas kepergian sang suami menuju kantor.


"Ya sayangku...", balas Sean melambaikan tangannya pada Anaya sebelum memasuki mobilnya.


Anaya kembali memasuki Mansion setelah mobil Sean tak terlihat lagi.Wanita itu menuju dapur untuk mengambil jamunya.Ia memang rutin meminum jamu agar rahimnya cepat bersih dan **** ************* kembali rapat.


"Jamunya sudah siap Nona",ujar Pak Man menaruh jamu itu diatas nampan.


"Tolong dibawakan ke kamar Arka ya Pak,saya mau ke perpustakaan dulu",ujar Anaya yang berniat mengambil buku yang berkaitan dengan mata kuliahnya di perpustakaa yang ada dimansion itu.Sean memang memiliki perpustakaan di mansionnya karena dulunya ia gemar membaca.


"Ya Nona...",jawab Pak Man.


"Oh ya sekalian sarapan untuk istri bapak kalau ada cemilan juga biar bi Asih gak kelaparan menemani Arka",ujar Anaya


"Baiklah Nona muda",jawab Pak Man tersenyum tipis melihat Anaya mulai menjauh dari pandangannya.


"Pantas saja Tuan muda Arka begitu mencintainya,hatinya begitu baik pada siapa pun",batin Pak Man.


Sementara itu dilain tempat Sean menatap tajam orang yang kini ada dihadapannya.


"Sean..."


"Hmmmm"


"Terima kasih telah membebaskan ku dari sana",lirih orang itu.


"Berterima kasihlah pada orang yang telah kau sakiti",jawab Sean.


Orang itu menatap Sean penuh kebingungan."Anaya...",tebak orang itu.


"Ya...kalau bukan karena permintaannya aku tak ingin lagi berurusan dengan wanita sepertimu",ujar Sean dengan tatapan menghunus.


"Jadi kamu membebaskan ku karena Anaya,bukan karena keinginanmu?",tanya wanita itu tersenyum miris.


"Jangan terlalu berharap jika aku melakukan semuanya karena keinginanku",jawab Sean.


"Kamu begitu mencintainya Sean?",tanya wanita itu.


"Sangat dan sangat mencintainya",jawab Sean.


"Baiklah...aku ikhlas melepasmu dari hati ini",jawab wanita itu.


"Bagus... lanjutkan hidupmu dan jangan lagi muncul dihadapan Istriku",ujar Sean berdiri dari duduknya.


"Bisakah aku bertemu Anaya untuk terakhirnya kakinya",ujar wanita itu.


"Tidaklah jelas ucapanku tadi?",tanya Sean dengan datar.


"Sean aku mohon,aku hanya ingin mengucapkan terimakasih dan aku janji tak akan berbuat aneh aneh",lirih wanita itu.


"Arumi..."


Wanita itu menoleh pada seseorang yang tampak menatapnya tajam.Dia melangkah dengan tatapan penuh kebencian pada Arumi yang kini terkejut melihat kedatangan orang itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2