
"Mas...",pekik Anaya.
"Ya sayang...",jawab Sean tanpa ia sadari ucapannya tadi didengar oleh sang istri.
"Anak masih merah kamu udah mikirin menantu lagian Lola dan Mas Morgan belum nikah",ucap Anaya untung Arka tak terbangun oleh teriakannya.
"Hehehe biar kita bisa besanan sama mereka yang",jawab Sean menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kakak sih Arka baru lahir juga udah mikirin menantu", gerutu Seena membenarkan ucapan sang Kakak ipar.
Anaya mengggeleng pelan melihat tingkah absurd sang suami yang tiba tiba.Sedangkan Nyonya Anita tersenyum simpul sang putra mulai kembali pada sifatnya yang dulu sebelum mendiang mertuanya meninggal dunia.
Tok tok tok
Arini dan Mika tampak masuk berbarengan menenteng paper bag.
"Assalamualaikum...",ujar Arini dan Mika berbarengan.
"Waalaikum salam...",jawab semua orang yang ada diruangan itu serempak.
Mika dan Arini menyalami Nyonya Anita dengan takzim keduanya mengahampiri Anaya yang sedang menggendong baby Arka.
"Nay... gimana rasanya,hum?",tanya Mika mencium pipi gembul baby Arka.
ini visual baby Arka ya.Bule ya keturunan Daddy Sean yang merupakan keturunan Eropa.
"Benar apa kata kamu Mik...sakitnya hilang pas dengar tangisannya",jawab Anaya mencium pipi sang anak dengan sayang.
"Anaya ini kado dari aku buat baby--
"Arka...namaku Arka Aunty Arini",ucap Anaya menirukan suara anak kecil.
"Ini buat baby Arka",ucap Arini menyodorkan paper bag kepada Anaya.
"Makasih Aunty...",jawab Anaya.
"ASI-nya udah keluar Nay?",tanya Mika yang sedang memandangi baby Arka dengan sumringah.
"Alhamdulillah udah Mik...",jawab Anaya seraya tersenyum.
"Wah...Pak Sean semua ini Nay,kamu gak kebagian sama sekali",kekeh Mika menatap wajah baby Arka dengan seksama.
"Huum...numpang doang diperut aku Mik",jawab Anaya mamandangi wajah sang anak yang 99% mirip suaminya.
"Dia udah tidur sayang?",tanya Sean menghampiri sang istri.
"Udah Mas...",jawab Anaya.
"Sini aku bantu pindahin ke boks bayi nya",ujar Sean mengambil Arka dari gendongan Anaya dengan perlahan agar bayi itu tidak terbangun.
__ADS_1
Sean menatap buah hatinya yang begitu mirip dengannya itu dengan bibir tersenyum.Ia tak menyangka jika hari ini dia resmi menjadi seorang ayah untuk anaknya.Tak pernah terbesit dari hatinya untuk menikah secepat ini dengan wanita yang tak sengaja ia selamatkan.Bahkan kini ia bisa di bilang bucin pada ibu dari anaknya itu.
"Sean Arka udah di azankan belum?",tanya Nyonya Anita.
"Astaghfirullah belum Ma",jawab Sean.
"Azankan dulu Nak",ujar Nyonya Anita geleng geleng kepala.
"Untung Mama ingatkan",jawab Sena kembali menggendong Arka dan mengamankannya.
Setelah selesai Mika pamit pulang karena ia mendapat telfon sang anak yang ia titip dengan baby sitternya mulai rewel.Begitu juga Arini yang harus pulang karena tugas kampus buang menumpuk.
"Sean aku balik dulu ke kantor",ujar Morgan tiba tiba.
"Ya Morgan sementara waktu titip perusahaaan dulu",jawab Sean.
"Ya...ayo La kita pulang",ujar Morgan pada calon istrinya itu.
"Naya aku balik dulu ya besok besok insyaallah datang kesini lagi",ujar Lola.
"Iya La, makasih ya",jawab Anaya.
"Sama sama Nay",jawab Lola bangkit dari duduknya.
Sepeninggal keduanya kedua Nyonya Anita dan Seena ikut pamit untuk pulang dulu dan tinggallah Sean dan Anaya yang menatap sang anak yang kini tertidur pulas.
"Sayang...pulang dari sini kita langsung ke mansion kita ya",ucap Sean.
"Aku ikut kamu aja Mas",jawab Anaya.
"Gak Mas...aku mau urus Arka bareng kamu",jawab Anaya.
"Tapi sayang--
"Mas...aku tak ingin anak anak kita diurus orang lain meski itu baby sitter sekalipun",sela Anaya.
"Nanti kamu kelelahan sayang.Aku harus bekerja di kantor",ujar Sean.
"Gak akan Mas.Arka masih bayi palingan aku hanya akan begadang jika ia menyusu di malam hari Mas",jawab Anaya.
"Baiklah...tapi jika kamu butuh baby sitter ngomong langsung ya sayang",ucap Sean memeluk sang istri dari samping.
"Iya Mas...", jawab Anaya.
"Kamu udah bilang ke Mama kalau kita pindah ke mansion kita Mas?",tanya Anaya.
"Belum sayang...",jawab Sean.
"Kamu yakin Mama izinkan kita pindah?",tanya Anaya.
"Entahlah...tapi aku sudah menyiapkan mansion itu untuk kalian",jawab Sean.
__ADS_1
"Iya aku tau Mas.Tapi Mama pasti akan kesepian jika kita pindah apalagi Arkana baru lahir Mama pasti gak mau pisah dengan cucu ini",ujar Anaya.
"Aku akan pikirkan cara ngomongnya sayang.Kamu istirahat dulu atau mau makan?",ujar Sean.
"Aku istirahat dulu Mas",jawab Anaya berjalan perlahan menuju ranjang di bantu Sean.
Sean membantu sang istri agar tidur dengan nyaman.Lalu mengecup pelan kening sang istri."Istirahat lah sayang",bisik Sean.
"Ya Mas..."
Sean meraih laptopnya mengecek email yang dikirim oleh Morgan dan duduk disamping boks bayi milik Arka.
Pria itu sesekali melirik sang anak yang menggeliat tidur.Bibirnya tersenyum tipis melihat Arka yang tidur dengan pujaannya setelah meminum susunya.
"Kamu pelengkap kebahagiaan kita Nak",gumam Sean.
Tring
Morgan is calling...
Sean beranjak duduk menjauhi boks bayi agar sang agar tak terganggu tidurnya.
Sean; Ya Morgan...
Morgan:Sean aku mengirim beberapa bodyguard untuk berjaga didepan ruang rawat Anaya untuk berjaga-jaga takutnya berita kelahiran anak kamu sudah sampai ditelinga Gunatama.
Sean: Apakah pria tua itu masih sanggup untuk menyewa orang?
Morgan:Kita hanya berjaga jaga Sean takutnya dia bekerja sama dengan musuh kita yang lainnya.
Sean: Kirim beberapa orang kita untuk mengawasi gerak-gerik pria tua itu.
Morgan:Ya...baiklah.
Sean:Carikan bodyguard pengganti untuk Anaya Morgan!
Morgan:Kakek sudah mengirimkan vitie beberapa bodyguard perempuan kepadaku nanti aku kirim filenya.
Sean: Terimakasih atas semuanya Morgan.
Morgan:Sama sama Sean...
Klik
Sean menghela nafas panjang berita kelahiran Arka pasti telah didengar oleh Gunatama.Apalagi Mamanya yang beberapa menit yang lalu memposting foto Arkana.
Sean segera menghubungi orang IT nya untuk menghapus foto foto anaknya yang mungkin saja telah tersebarnya.Serta meminta Mama dan adiknya menghapus foto yang mereka unggah disosial medianya.
Ia ingin berita kelahiran Arka di sembunyikan lebih dahulu sebelum memastikan Gunatama tidak lagi menganggu sang istri.
Keselamatan Arka lebih penting saat ini,Sean juga meminta Papanya untuk menelfon sang sahabat memperketat keamanan rumah sakit.Morgan benar ia harus berjaga-jaga kemungkinan yang akan terjadi.
__ADS_1
Setelah selesai Sean menatap kedua orang yang begitu ia cintai.Ia tak ingin terjadi sesuatu pada keduanya.
...****************...