Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Tiba tiba pusing


__ADS_3

Pagi ini Sean sudah siap berangkat ke luar kota bersama Robi sekretarisnya.Anaya tampak tak rela melepas kepergian suaminya itu.Ia terus mendekap tubuh sang suami dengan begitu erat.


Sean tersenyum melihat sang istri,ia begitu bahagia melihat sang istri mulai bergantung padanya.


"Sayang aku berangkat dulu ya",ucap Sean mengurai dekapan sang istri.


"Iya Mas...hati hati ya",jawab Anaya dengan senyum yang dipaksakan.


"Akan aku usahakan tiga hari pulang,jadi jangan sedih lagi",ujar Sean menangkup pipi sang istri dan di angguki oleh Anaya.


Sean mengecup kening sang istri lama dan kemudian mencium singkat bibir Anaya."Aku akan merindukanmu",bisik Sean berjalan menjauh menuju mobilnya.


"Aku juga Mas",jawab Anaya diangguki oleh Sean.


Mobil Sean perlahan meninggalkan Mansion kedua orangtuanya.Anaya kembali memasuki mansion bersiap siap untuk berangkat kuliah.Wanita itu tampak tidak begitu semangat dan lesuh itu tak luput dari pandangan seluruh keluarga.


"Kak Naya... berangkat kuliah bareng yuk!",ujar Seena saat Anaya akan berjalan menuju kamarnya.


"Ya Seena...aku ambil tas dulu keatas ya",jawab Anaya.


Sepeninggal Anaya kedua orang tua Sean menatap sendu menantunya itu.Ia tau ini pertama kalinya anaknya meninggalkan sang istri demi pekerjaaan ke luar kota.Apalagi sang istri tengah hamil muda yang begitu tergantung pada Sean.Anaya akan mengalami mual parah jika tak berdekatan dengan sang suami.Sepertinya sang anak tak mau jauh dari ayahnya.


Tak lama Anaya turun dengan begitu hati hati.Dia tak mau terjadi sesuatu jika sampai terjatuh.Kakek yang melihat sang cucu menantu turun dengan sedikit hati hati tersenyum tipis.Pria yang tak lagi muda itu segera memerintahkan pelayan untuk merombak salah satu kamar tamu untuk dijadikan kamar menantunya selama hamil.


"Ayo Kak...",seru Seena mengapit lengan Kakak iparnya itu.


Keduanya berangkat ke kampus menaiki mobil Anaya lengkap dengan bodyguard nya yaitu Lola.


"La...kemarin kamu bawa ke mana gadis itu",tanya Anaya tiba tiba.


Lola terkejut saat majikannya menanyakan kemana gadis itu ia bawa.Dia sendiri juga tidak tau kemana para pengawal keluaran Alatas membawanya.Karena saat sampai disebuah tempat gadis itu diturunkan lagi dan dibawa oleh orang orang keluarga Alatas.


"Owh...itu sa-saya--


"Diantar pulang.Ia kan La",ujar Seena tiba tiba menyelamatkan Lola dari kegugupannya.


"Pulang?",beo Anaya yang tak sepenuhnya percaya.


"Iya Nona...kemarin saya sedikit memberinya teguran akan sikapnya pada Nona setelah itu saya mengantarnya pulang",ujar Lola beralibi.


"Owh...",ucap Anaya beroh ria.


Seena menghela nafas panjang akhirnya Kakak iparnya percaya juga.Bukan bermaksud membohongi Kakak iparnya itu.Ia dan keluarganya akan berusaha melindungi Anaya tanpa harus memberitahu apa yang ia lakukan pada orang orang yang berusaha menyakiti Anaya.


Tak lama keduanya sampai di kampus,keduanya berjalan menuju kelas masing masing.Anaya memasuki kelasnya dengan raut wajah datarnya.Tak lama dosennya pun memasuki kelas semua mahasiswa termasuk Anaya tampak fokus menyimak materi kuliah yang di sampaikan.

__ADS_1


Setelah selesai Anaya keluar ruangan,salah satu mahasiswi menghampirinya untuk mengajak bergabung pada salah satu organisasi dikampus itu.Dan dengan tegas Anaya menolak karena alasan sedang hamil muda.Ia tak mau kelelahan apalagi sang suami begitu overprotektif menjaganya.


Ngomong ngomong tentang suami Anaya baru ingat prianya itu belum menghubunginya setelah berangkat tadi pagi.Anaya manatap layar ponselnya namu tak ada pesan maupun panggilan dari Sean.


Untuk menghubungi lebih dulu Anaya takut menganggu sang suami.Tapi ia begitu ingin tau kabar sang suami.Akhirnya Anaya memutuskan menunggu telfon dari Sean meski sebenarnya ia begitu ingin mendengar suara sang suami.


Anaya berjalan menuju kantin sendirian karena Arini tak masuk hari ini karena ada urusan keluarga.Sedangkan Seena lagi ada tugas kelompok yang harus dikerjakan hari ini.


Sesampainya di kantin wanita yang tengah berbadan dua itu memesan ketoprak dan segelas jus jeruk.Anaya terpaksa makan sendirian karena Lola tak bisa menemaninya karena ada tugas dari Sean untuknya.


Setelah selesai wanita itu memilih untuk pulang karena kepalanya terasa sangat pusing.Setibanya di parkiran ternyata Lola telah menunggunya.Gadis itu segera memabantu Anaya memasuki mobil.


Anaya memegangi kepalanya karena rasa pusing.Ia tak menghiraukan ponselnya yang terus berdering dari tadi.


"Nona ponsel anda berbunyi",ujar Lola saat telah duduk di belakang kemudi.


"Tolong kamu angkat La,aku pusing banget",lirih Anaya.


Segera gadis itu meraih ponsel majikan ternyata Tuannya lah yang menelfon."Maaf Nona ini telfon dari Tuan muda Sean",ujar Lola.


"Tolong angkat La,biar aku yang ngomong",lirih Anaya.


Lola mendial tombol hijau dilayar ponsel Anaya.Setelahnya ia melajukan mobil dengan begitu pelan.


Sean:Hallo sayang...kamu dimana?


Sean:Kamu baik baik saja kan?.Kenapa lama angkat telfon dari aku


Anaya:Aku baik baik saja Mas.Tadi ponselnya aku silent jadi gak tau kamu telfon Mas.


Sean: Syukurlah...oh ya aku udah nyampe.Kamu udah makan?


Anaya:Baru aja Mas di kantin.Kamu udah makan? dan lagi apa?


Sean:Hehehe...mau jawab yang mana dulu nih?.


Anaya:Dua duanya Mas.


Sean:Aku belum makan dan sekarang baru nyampe hotel.Anak kita baik baik saja kan sayang.Dia gak rewel kan jauh dari Papanya?


Anaya:Dia baik baik saja Mas.Yang rewel itu Mamanya ditinggal Papa.


Sean:Sabar ya sayang.Aku janji akan segera menyelesaikan semuanya disini dan pulang.Aku tutup dulu ya sayang mau mandi.Gerah.I love u sayang


Anaya:Ya Mas...i love u to Mas sayang

__ADS_1


Sean:Ulang lagi yang terakhirnya sayang


Anaya:Gak ada siaran langsung.Bye Mas mmmuuuaaahh.


Klik


Anaya segera mamatikan panggilannya,ia tak kuat lagi berpura-pura baik baik saja.Rasa pusingnya makin menjadi.


Lola melajukan mobilnya dengan cepat melihat majikannya yang tak baik baik saja."Kenapa anda berbohong pada Tuan muda tentang kondisi anda sekarang Nona",ujar Lola.


"Aku tak ingin Mas Sean kuawatir dengan keadaanku La.Dia begitu sibuk disana untuk beberapa hari kedepan",ujar Anaya tersenyum tipis.


Tak lama mobil yang ditumpangi Anaya sampai dimansion.Wanita itu keluar dibantu Lola.Semua pelayan terkejut melihat keadaan Nona muda mereka yang dipapa oleh Lola.


Nyonya Anita terkejut melihat keadaan menantunya.Ia langsung memerintahkan Lola membawa Anaya ke kamar yang telah disiapkan oleh Kakek dilantai bawah.


Lola membantu majikannya itu untuk tidur diatas ranjang.Kemudian Nyonya Anita menghampiri sang menantu dengan raut wajah cemas.


"Kamu kenapa sayang,hum?.Lola tolong telfon dokter!",ujar Nyonya Anita diangguki oleh Lola.


"Aku gak apa apa Ma.Cuma pusing aja",jawab Anaya.


"Mama akan telfon Sean",ujar Nyonya Anita namun ditahan oleh Anaya.


"Jangan Ma.Aku gak apa apa jangan buat Mas Sean kuawatir disana",lirih Anaya.


"Tapi--


"Ma...orang orang disana membutuhkan Mas Sean agar perusahaaan kembali stabil.Disini aku punya Mama,Papa,Kakek dan yang lainnya",ujar Anaya tersenyum tipis.


"Baiklah sayang jika itu kemauan kamu",jawab Nyonya Anita.


Tak lama dokter pun datang karena kebetulan sang dokter juga sedang berada tak jauh dari mansion baru saja selesai memeriksa pasiennya.


Nyonya Anita mempersilahkan dokter itu memeriksa keadaan menantunya.


Dokter dengan sigap segera memeriksa keadaan Anaya.Dokter muda itu tersenyum tipis pada Anaya setelah selesai memeriksa keadaan sebagai bentuk ramah tamahnya sebagai dokter.


"Bagaimana keadaan menantu sayang Dok?",tanya Nyonya Anita.


"Keadaan Nona baik baik saja Nyonya.Ini hanya pusing biasa karena hamil muda.Disarankan Nona jangan terlalu banyak pikiran",ujar Dokter itu lalu memberikan resep obat untuk mengurangi rasa pusing.


Nyonya Anita menarik nafas lega kerena menantu dan calon cucunya baik baik saja.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like dan subscribenya ya reader.dukungan kalian akan membuatku lebih semangat lagi untuk nulis episode berikutnya


__ADS_2