
Sean terkejut saat melihat sang istri mengatakannya jahat dan langsung menangis.Ia bingung dengan tingkah tak biasa istrinya itu.
"Nay... sayang.Mas minta maaf ya tapi ini terlalu pedas nanti perutmu sakit",ujar Sean pelan pelan agar sang istri tak salah paham lagi.
"Aku maunya ini Mas", rengek Anaya membuat Sean memijit pangkal hidungnya.
"Baiklah hanya sedikit",ujar Sean.
Mata Anaya kembali berbinar dan langsung menyuap seblak pedas itu.Sean hanya melongo melihat Anaya makan tanpa mereka pedas sama sekali.
"Pelan pelan sayang makannya",ucap Sean.
"Enak Mas",jawab Anaya disela suapannya.
Sean menggeleng melihat kelakuan istri kecilnya itu.Salahnya juga tadi tak melihat level pedas pada seblak yang ia pesan.Akhirnya dia sendiri yang ketakutan melihat sang istri makan dengan lahapnya.
"Naya stop...udah ya!",ujar Sean menjauhkan seblak itu dari hadapan sang isteri.
"Mas...ih",kesal Anaya karena saat sedang asyik menikmati seblak kesukaannya malah diambil dan suruh berhenti.
"Janjinya tadi apa?",tanya Sean.
"Ya udah kalau gitu kamu yang habiskan",jawab Anaya.
"Aku?",Sean menunjuk dirinya sendiri.
"Iya Mas",jawab Anaya.
"Aku gak bisa makan pedas sayang",keluh Sean yang tak pernah makan pedas.
"Ya udah gak apa apa yang penting aku udah sedikit kenyang",jawab Anaya mengusap perut ratanya.
Sean terkekeh melihat kelakuan Anaya yang menurutnya lucu."Kamu itu kenapa sih sayang akhir akhir ini sering bertingkah aneh",ucap Sean merangkul sang istri dari samping.
"Kenapa emangnya Mas?", tanya Anaya.
"Gak...aneh saja gak biasanya kamu kayak gini",jawab Sean mencubit lembut hidung sang istri.
"Aku juga gak tau Mas",ujar Anaya.
Ponsel milik Sean berdering tampak panggilan dari orang kepercayaannya.Pria itu langsung mengangkat panggilan itu.
Ia mengeraskan rahangnya dan menatap sang istri sekilas.
Pastikan wanita itu mendapatkan sanksi untuk tindakannya.
__ADS_1
Klik
"Ada apa Mas?",tanya Anaya melihat perubahan dari raut wajah sang suami.
Sean menatap sang istri lalu membawanya kedalam pelukannya.Pria itu begitu takut sang istri disakiti oleh orang orang yang iri pada istrinya itu.
"Kenapa gak bilang kalau ada orang yang menganggumu,hum?",ucap Sean lalu melerai pelukannya dan menangkup pipi sang istri dengan kedua tangannya.
"Mas...biarkan saja itu resiko aku punya suami yang di gilai banyak gadis dan wanita Mas",jawab Anaya tersenyum tipis.
"Aku tak merasa digilai Naya",ujar Sean.
"Itu perasaan kamu Mas,tapi buktinya diluaran sana banyak gadis dan wanita yang memujamu Mas",jawab Anaya.
"Aku gak peduli sayang,yang aku mau cuma kamu",jawab Sean.
Anaya tersenyum lebar lalu mengecup pipi sang suami sekilas membuat Sean membola karena kelakuan sang istri.
"Mulai berani ya kamu sekarang Naya",gemas Sean.
"Aku bahagia Mas dicintai oleh kamu",jawab Anaya malu malu membuat Sean terkekeh.
"Aku juga sayang",jawab Sean.
Anaya menatap suaminya itu dan memeluknya erat.Aroma tubuh sang suami membuatnya begitu nyaman."Mas kamu wangi banget,aku suka",ujar Anaya mendusel hidungnya didada bidang Sean.
"Tapi aku menyukainya Mas",jawab Anaya.
"Kamu kenapa sih sayang?.Gak biasanya kamu kayak gini",ujar Sean mengecup pucuk kepala sang istri.
"Gak tau Mas",jawab Anaya.
"Kita pindah ke meja kerja ya sayang, pekerjaanku hampir selesai dan setelah itu kita pulang",ujar Sean.
"Gendong...", rengek Anaya dengan manjanya.
Sean tersenyum lalu mengangkat tubuh sang istri seperti bayi koala."Manja banget.Istri siapa sih?",gemas Sean.
"Istri Josean Ferdinan Alatas",jawab Anaya tertawa lepas membuat pria itu tersenyum melihat raut bahagia diwajah sang istri.
Sean duduk dikursi kebesarannya dengan Anaya diatas pangkuannya.Sean melanjutkan pekerjaannya sementara Anaya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sean menghirup aroma tubuh suaminya itu.
Tak lama pekerjaannya selesai Sean menatap sang istri yang ternyata tertidur diatas pangkuan.Pria itu mencium pucuk kepala sang istri lalu perlahan berdiri menggendong tubuh sang istri.Sean meletakkan Anaya dikamar pribadinya.Ia tak tega membangunkan Anaya yang tidur.
"Aku sangat mencintaimu Anaya",gumam Sean lalu sang istri guna memeriksa beberapa berkas.
__ADS_1
Anaya tersenyum setelah Sean menutup pintu kamar.Sebenarnya ia telah terbangun saat Sean membawanya ke kamar.Tetapi ia malas untuk membuka matanya.
Anaya memilih duduk diatas tempat tidur memainkan ponselnya.Ia membuka sosial media yang sudah lama tak ia lihat.Wanita itu hanya mencscrol ke bawah tanpa berniat melihat.Ia bosan tapi tak mau mengganggu sang suami bekerja.
Anaya berjalan ke kamar mandi dan mengisi bathtub dengan air lalu menuangkan sabun dan aroma terapi.Ia ingin berendam sebentar sebelum pulang.Anaya membuka pakaiannya dan langsung masuk kedalam bathtub memainkan bisa sabun.
Sean yang telah selesai dengan pekerjaannya melangkah menuju kamar pribadinya guna melihat sang istri.Namun saat ia masuk tempat tidur itu kosong.Sean menggeleng saat mendengar gemericik air di dalam kamar mandi.Seketika bibirnya tersenyum segera ia mengunci pintu kamar dan menghubungi sekretaris agar jangan menganggunya.Sean melangkah menuju pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci.Pria itu langsung masuk membuat Anaya terlonjak kaget.
"Mas...kamu bikin aku kaget",ujar Anaya memegangi dada sebelah kirinya.
"Kenapa siang siang berendam,hum?",tanya Sean mengedipkan matanya kearah Anaya.
"Bosan Mas",jawab Anaya.
"Bosan ya...sini aku beri kamu pekerjaan",ujar Sean yang ikut masuk ke bathtub setelah membuka seluruh pakaiannya.
"Mas...kamu mau ngapain?",panik Anaya.
"Katanya bosan sini aku kasih pekerjaan", ulang Sean langsung memeluk tubuh sang istri.
Anaya hanya pasrah saat sang suami mengerjainya.Dia tak bisa menolak karena ia juga menginginkannya.
Sepasang kekasih halal itu menikmati indahnya surga dunia.Bersama menuju ke nirwana dan saling me******.
Setelah ibadah sunnah yang mereka lakukan dikamar mandi Sean membantu sang istri mengeringkan rambutnya.Sean telah melengkapi kamar pribadinya dengan barang barang pribadi milik sang istri.Agar kejadian seperti tak menyulitkan sang istri.
"Mas lapar...", ucap Anaya menatap sang suami dari pantulan cermin.
"Mau makan apa",tanya Sean.
"Sate Padang kayaknya enak deh Mas",jawab Anaya.
"Baiklah...kenakan pakaianmu dulu kita cari sekalian pulang",ujar Sean menyudahi pekerjaannya mengeringkan rambut Anaya.
"Oke...",jawab Anaya berjalan menuju lemari dimana pakaiannya berada.Sean telah menyiapkan semuanya.
"Mas ini baju untukmu",Anaya memberikan kemeja berwarna maroon beserta jasnya pada Sean.
Dengan senang hati pria itu menerima pakaian pilihan sang istri untuknya.Pria itu langsung memakainya.Anaya yang telah siap berpakaian membantu Sean mengancingi kemejanya.
Sean menatap wajah sang istri yang cantik natural tanpa sentuhan make up."Sayang kamu makin cantik",bisik Sean lalu mencuri kecupan singkat di bibir sang istri.Ia begitu bahagia hari ini merupakan hari yang penuh akan kebahagiaan dan tak akan ia lupakan.
...****************...
Jangan lupa like dan komentarnya ya para reader.
__ADS_1
Terima kasih aku ucapkan atas dukungan kalian selama ini.love all.