Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Sebuah Fakta


__ADS_3

Flasback Beberapa menit yang lalu...


"Ada apa Kek?",tanya Sean saat memasuki ruang kerja sang Kekek.


"Ini tentang keluarga kandung Anaya Sean",jawab Kakek Alatas.


"Maksud Kakek?",tanya Sean mengernyitkan keningnya.


"Keluarga Sekar adalah keluarga kandung Anaya",jawab Kakek membuat Sean terkejut setengah mati.


"Jangan bercanda Kek.Bukankah kedua orang tua Anaya telah meninggal dunia saat kecelakaan",jawab Sean menggeleng tak percaya.


"Itulah kenyataannya Sean.Anaya di berikan kepada keluarga Tomy karena mereka tak kunjung diberikan keturunan.Anaya adalah anak angkat dari keluarga Tomy",jawab Kakek.


"Ini benar benar gak lucu Kek",ujar Sean.


"Dulunya keluarga itu menginginkan kelahiran seorang putra dikeluarga mereka.Karena mereka telah memiliki seorang putri yaitu Sekar.Namun takdir berkata lain tenyata anak kedua Denni seorang perempuan.Seluruh keluarga menolak kehadiran Anaya sehingga dihari itu sepasang suami istri bersedia mengadopsi Anaya tetapi dengan syarat jangan mengungkit kembali siapa orangtua kandung Anaya",jawab Kakek..


"Jadi istriku anak yang tak diinginkan?.Lalu sekarang mereka kembali datang untuk mengambilnya setelah membuangnya.Jangan harap istriku akan kembali ke keluarga itu",geram Sean.


"Sean...


"Apakah tujuan mereka datang untuk memanfaatkan Anaya agar kita melepaskan Sekar?",tanya Sean dengan tatapan penuh amarah.


Kakek Alatas mengangguk pelan sebagai jawabannya."Ya...mereka akan mengancam membawa paksa Anaya jika kita tak mengembalikan Sekar",jawab Kakek Alatas.


"Itu akan terjadi didalam mimpi mereka Kek.Anaya milikku dia istriku saat ini aku yang berhak atas dirinya bukan keluarga itu",ujar Sean lalu melangkah pergi keluar dari ruangan Kakek mencari keberadaan sang istri.


Flasback of


Sean menatap sendu sang istri yang tengah mengambilkan makanan untuknya.Ia tak menyangka jika takdir sekejam itu pada orang yang begitu ia cintai.


"Aku berjanji Anaya takkan membiarkanmu kembali ke keluarga toxic itu",batin Sean.


"Apa segini cukup Mas",ujar Anaya menyadarkan Sean dari lamunannya.


"Cukup sayang.Kamu gak makan?",tanya Sean saat Anaya malah duduk dan tidak mengambil makanan untuknya.


"Gak Mas...aku lagi pengen makan brownis ini",jawab Anaya memperlihatkan brownisnya yang baru saja jadi.


"Tapi sayang--


"Sean...biarkan saja mungkin menantu Mama lagi mengidam",ujar Nyonya Anita membela sang menantu.

__ADS_1


"Benar Sean...jika tidak kamu turuti anak kamu bisa ileran nanti",timpal Kakek.


Sean hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan orang yang ia hormati itu."Pelan pelan sayang makannya",ujar Sean melihat Anaya makan begitu lahapnya.


"Enak Mas...",jawab Anaya disela suapannya.


"Habiskan jika enak...!",ujar Sean melanjutkan makannya.


Selesai makan siang Sean kembali ke kantor karena ada berkas yang harus ia tanda tangani.Sedangkan Anaya menemani sang mertua belanja untuk makan malam besok ditemani Lola dan bodyguard lainnya yang memantau dari jarak jauh.


"Ma...kita mau beli apa?", tanya Anaya saat sampai disalah satu pusat perbelanjaan di kota itu.


"Gaun untukmu dan Mama",jawab Nyonya Anita menggandeng tangan sang menantu layaknya anak sendiri.


"Tapi Ma...gaunku di lemari masih banyak yang belum terpakai",elak Anaya.


"Tak ada penolakan Naya.Mama dan Sean ingin besok malam kamu tampil dengan begitu sempurna",ujar Nyonya Anita dengan senyum menghiasi bibirnya.


"Ya udah aku ikut Mama aja ",pasrah Anaya kemudian percuma juga dia menolak jika tak bisa.


"Mama heran deh sama kamu punya suami tajir gak dimanfaatin",ujar Nyonya Anita.


"Bukan gitu Ma.Naya hanya gak mau menghamburkan uang dengan sesuatu yang tak terlalu penting.Kita gak tau seperti apa kehidupan kita ke depannya Ma",jawab Anaya membuat Nyonya Anita sedikit tersentil hatinya.Ia malu pada menantunya itu karena selama ini suka menghamburkan uang.


Mereka memasuki salah satu toko brand ternama.Nyonya Anita meminta pada pelayan toko untuk memberikan pakaian terbaik ditoko itu untuk menantunya.


"Hai jeng Anita",sapa salah satu teman arisan Nyonya Anita.


"Oh hai jeng Fani belanja juga?",tanya Nyonya Anita berbasa basi.


"Iya...ini menantunya ya jeng?.Cantik banget pantasan Sean begitu tergila-gila padanya",puji Fani teman Nyonya Anita.


"Iya Jeng...Naya kenalkan ini teman arisan Mama jeng Fani dan yang itu...jeng Indi",ujar Nyonya Anita pada menantunya.


"Anaya Tante...",sapa Anaya lembut dengan mencium punggung tangan kedua wanita paruh baya itu.


"Aduh...andai kamu belum menikah pasti aku jadikan menantuku",ujar Fani yang terharu melihat kesopanan Anaya.


"Hus...kalau anakku mendengar ucapanmu jeng pasti kamu udah dipelototi",ujar Nyonya Anita membaut Anaya tersenyum tipis.


"Oh ya ampun...segitunya ya jeng.Tapi wajar sih istri secantik ini atitude nya baik pula lagi siapa sih yang nggak akan bucin",ujar Fani tersenyum lebar.


Sedangkan Anaya sedikit risih dengan tatapan tajam dari Indi.Wanita paruh baya itu menatap Anaya dengan sinis dan tajam.

__ADS_1


"Cantik dari mananya sih Jeng?,biasa aja",ketus Indi membuang muka.


Anaya hanya tersenyum tipis mendengar ucapan teman mertuanya itu.


"Tapi menurutku cantik loh sih Anaya ini dari pada anakmu si Sekar itu",sindir Fani yang juga kurang suka sebenarnya dengan Indi.


Deg


Anaya terkejut ternyata wanita paruh baya yang dari tadi menatapnya itu ibu dari Sekar.


Nyonya Anita yang menyadari perubahan raut wajah menantunya itu langsung merangkul bahu Anaya erat.


"Sekar itu cantik Sean aja yang buta matanya.Entah pelet apa yang diberikan wanita itu pada anakmu Jeng",ucap Indi dengan tajam.


"Dengar ya Indi menantuku jauh lebih baik dari anakmu itu.Dan menantuku wanita baik baik meski sebenarnya ibu--


"Ada apa ini?"


"Mas...",lirih Anaya.


"Nak Sean...",ucap Fani tersenyum lebar.


"Kau tak perlu mengajariku menilai mana yang baik dan mana yang buruk,mana berlian dan mana beling kaca",ujar Sean menatap Indi dengan begitu tajam.


"Heh...Se--


"Dia wanita baik baik saat pertama kali aku sentuh sebagai seorang istri.Tidak dengan anak kebanggganmu itu yang rela tidur dengan pria kaya demi karirnya",skak Sean membuat wanita itu langsung terdiam dengan muka merah padam.


Indi memang tau kelakuan putrinya yang sering gonta-ganti pasangan.Tapi wanita itu tidak tau jika sekarang Sekar sudah menjadi tawanan dari Kakek Alatas.Hanya Kakek Sekar lah yang tau karena itu ia mengancam akan membawa paksa Anaya jika Sekar tak dilepaskan.


"Mas..."


"Jangan lagi kau menghina istriku jika tak mau nasibmu sama dengan putrimu saat ini",desis Sean menggenggam erat tangan Anaya.


Nyonya Anita dan Jeng Fani tersenyum miring kearah Indi.Mereka tersenyum puas karena sikap sombong Indi selama ini yang selalu membanggakan anaknya itu kini tak berkutik dihadapan Tuan muda Alatas.


Lola yang berdiri di luar toko ikut tersenyum miring.Untung ia cepat menelfon Sean jika tidak Indi pasti akan menghina Anaya habis habisan.


Sean membawa Anaya keluar dari toko itu dengan merangkul pinggang sang istri dengan posesifnya.


"La...bayar tagihan istriku",ujar Sean menyodorkan sebuah kartu pada Lola.


"Baik Tuan muda ",jawab Lola meraih kartu itu.

__ADS_1


Nyonya Anita hanya menggeleng melihat kepergian anak menantunya itu.Ia tau Sean tak akan tinggal diam jika sang istri di ganggu apalagi dihina.


...****************...


__ADS_2