Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Keinginan Seena


__ADS_3

Seena menegang medengar suara sang Kakak.Gadis itu tiba tiba pucat takut akan amukan Kakaknya.


Anaya tersenyum tipis melihat sang adik ipar yang sudah ketakutan.


"Kenapa diam,hum?",tanya Sean.


"Kakak...aku cuma bercanda doang kok",kilah Seena menatap Kakak nya takut takut.


"Seena apakah begitu menyukainya atau hanya obsesi semata?",tanya Sean.


"Kak...a-aku--


"Mas kok kamu balik lagi,katanya ke kantor?",tanya Anaya mencoba mengalihkan perhatian Sean karena kasihan dengan Seena yang ketakutan.


"Barkasku dibawakan ke rumah oleh Robi sayang",jawab Sean.


"Oh...jadi Robi barusan ke sini?",tanya Anaya melirik sang adik ipar sekilas.


"Belum...masih dalam perjalanan.Kenapa,hum?.Jangan bilang kamu menyukainya juga sayang",ujar Sean membuat Anaya membola dengan ucapan absurd suaminya itu.


"Apa sih Mas.Jangan ngadi ngadi deh...",kesal Anaya sedangkan Seena telah berhasil kabur dari sana.


"Siapa tau aja sayang jika ia aku akan memecatnya dari kandidat calon adik ipar", ucap Sean kearah Seena berdiri tapi sang tersangka ada berada disana lagi.


"Kemana dia?",ujar Sean.


"Mas...udah ah.Biarkan saja wajar jika Seena punya ketertarikan pada lawan jenis apalagi dia sudah dewasa",ujar Anaya mengusap dada bidang sang suami lembut.


"Jangan memancingku sayang",desis Sean menahan tangan Anaya yang bermain didadanya.


"Memancing apa sih Mas?",jawab Anaya pura pura polos.


Sean gemas dengan wanitanya itu yang semakin hari semakin berani menggodanya lebih dulu."Baiklah jangan salahkan aku kamu gak bisa berjalan setelahnya",ujar Sean dengan suara serak membuka jasnya.


Gluk


Anaya menelan salivanya melihat raut wajah suaminya yang telah diselimuti oleh g****h.Anaya berjalan mundur namun dengan sigap Sean meraih pinggang sang istri.


"Mau kabur,hum?".Kamu yang akan mendapatkan hukuman karena telah menolong adikku kabur dari sini",bisik Sean mengecup bahu polos Anaya karena wanita itu mengenakan gaun dengan bahu yang terbuka.


"Mash...bukannya Robi mau kesini",ujar Anaya menahan d******** saat bibir Sean telah bermain dileher jenjangnya.


"Dia bisa menunggu",bisik Sean.


Tok tok tok


"Shitt...",umpat Sean menyudahi kesenangannya berjalan menuju pintu.


Anaya menghembuskan nafas lega berhasil selamat dari singa yang kelaparan.


Sean menatap tajam sang sekretaris yang yang telah menunduk lalu membubuhkan tanda tangannya diberkas itu.Setelah selesai ia memberikan kepada sekretarisnya itu.Lalu kembali menutup pintu.

__ADS_1


Sean mengahampiri sang istri yang sedang memainkan ponselnya lalu memeluknya dari belakang."Jangan kamu pikir kamu bebas begitu saja sayang",bisik Sean membuat bulu kuduk Anaya meremang.


"Mas...bukannya kamu--


Anaya memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan bibir Sean di bahunya.


Melihat Anaya menikmati sentuhannya Sean tersenyum kemenangan.Kedua tangan pria itu tak tinggal diam menyentuh titik sensitif sang istri yang membuat Anaya mend***** ******.


S


K


I


P


Sean merengkuh tubuh sang istri merapat kepadanya setelah membuat Anaya lemas tak berdaya.Pria itu memeluk Anaya dengan posisi Anaya membelakanginya.Sean mengelus perut buncit Anaya seketika pria itu membola merasakan tendangan dari dalam perut sang istri.


"Kamu menyukai sentuhan Papa sayang",gumam Sean kembali mengelus perutnya Anaya dan bayi didalam kandungan sang istri kembali menendang membuat pria itu tersenyum bahagia.


"Tidurlah Nak,jangan buat Mamamu terbangun",gumam Sean lagi lalu ikut memejamkan mata.


Di luar kamar Seena tersenyum sendiri karena tadi tak sengaja menabrak Robi dan pria itu memeluk tubuhnya agar tak terjatuh kelantai.


"Jantungku...",gumam Anaya memegangi dada sebelah kirinya lalu tersenyum tipis.


Pelayan yang mellihat Nona muda mereka tersenyum tak jelas hanya menggeleng pelan.Tak berani buka suara takut kena semprot gadis itu.


"Papa...",gumam Seena tersentak kaget.


"Ada apa,hum?",tanya Papa Ferdian penuh selidik.


"Gak ada apa apa kok Pa.Papa kok pulang cepat?",tanya Seena mengalihkan pertanyaan Papanya.


"Di kantor gak begitu banyak pekerjaan.Mama kamu mana tumben gak sambut Papa pulang?",tanya Papa Ferdian yang lupa akan pertanyaannya tadi pada Seena.


"Di kamar kali Pa",jawab Seena acuh.


"Ya sudah Papa ke kamar dulu",ujar Papa Ferdian.


"Ya Pa...",jawab Seena.


Gadis itu menghembuskan nafas lega karena sang Papa bisa ia kecoh.Tapi tidak dengan Kakaknya Sean.


"Kak Sean...ya Kak Sean mana bisa aku lolos darinya",batin Seena.


Sementara itu Sean telah selesai mandi dan berpakaian.Ia berniat membuat perhitungan dengan sang adik.Karena ia takut Seena benar benar jatuh cinta pada sekretarisnya yang ia tau telah memiliki kekasih itu.Ia tak mau melihat sang adik kecewa dan patah hati.


Sean memperbaiki selimut sang istri yang sedikit turun lalu mengecup kening sang Istri dengan pelan.Kemudian melangkah keluar kamar menemui Seena.


Sean yang melihat sang adik tengah duduk sendirian diruang keluarga segera menghampiri.

__ADS_1


"Seena..."


Gadis itu menoleh dengan raut wajah tegangnya.Ia takut Sean memarahinya karena melanggar kesepakatan jika ia belum diizinkan berpacaran jika tidak mau kuliah di Los angeles.


"Ya Kak...",lirih Anaya saat Sean duduk tepat disebelahnya.


"Kakak mau bertanya sesuatu sama kamu dan kamu harus jawab jujur",ucap Sean.


"Apa Kak?",tanya Anaya dengan jantung berdebar.


"Kamu benar suka dengan Robi?",tanya Sean dengan tatapan serius.


"Kak...maaf--


"Jawab saja iya atau tidak Seena",ujar Sean.


"Iya...",jawab Seena mengangguk pelan.


"Jika seandainya Robi telah memiliki kekasih apa kamu masih menyukainya?",tanya Sean.


"Maksud Kakak...Kak Robi punya kekasih gitu?",tanya Seena sedikit kecewa.


"Ya...setau Kakak sudah",jawab Sean.


"Kan baru sekedar kekasih bukan belum istri.Selama janur kuning belum melengkung masih bisa menikung tu cewek",jawab Seena membuat Sean melongo.


"Seena...kamu--


"Kak...aku memang menyukainya tapi aku tidak akan menjadi gadis bodoh menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya",jawab Seena.


Sean tersenyum simpul mendengar jawab sang adik."Jatuh cinta boleh tapi jaga diri dan jangan mudah diperdaya oleh lelaki manapun.Dan satu lagi jangan menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain",ucap Sean.


"Jadi aku boleh--


"Ya...tapi ingat kamu dalam pengawasan Kakak",ujar Sean.


"Makasih Kak...",Seena memeluk erat Kakaknya itu.


"Hmmm...ingat pesan Kakak.Jangan menjadi orang ketiga mengerti kamu",ucap Sean.


"Ya Kak...",jawab Seena.


Nyonya Anita yang berdiri tak jauh dari mereka tersenyum lebar melihat kedua anaknya.Sean dan Seena memiliki sifat yang berbeda.Sean selalu bersikap dingin dan datar namun begitu peduli pada keluarganya.Sedangkan Seena gadis yang ceria dan begitu cerewet.


"Kak...aku ingin kelak memiliki pasangan kayak Kakak yang mencintai Kak Naya dengan tulus",ujar Seena.


"Hmmm...aamiin",jawab Sean mengamini ucap sang adik.


...****************...


Maaf ada yang di skip.Novelku buka genre Harem jadi susah lolos review jika terlalu vulgar

__ADS_1


__ADS_2