Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Amukan Sean


__ADS_3

Anaya menggeliat dan meraba tempat tidur dimana tadinya sang suami tertidur.Anaya membuka matanya dan tak menemukan sang suaminya.


Wanita itu mendudukan diri dan bersandar di dasboard tempat tidur memperbaiki selimut yang menyelimuti tubuh bagian dada kebawah.


Tubuhnya terasa begitu remuk redam akibat ulah sang suami.Sean benar benar membuktikan ucapannya jika ia akan membuatnya tak bisa berjalan.Dan benar saja lututnya terasa lemas dan sang tersangka entah kemana.


Anaya enggan untuk bangun karena takut jatuh akibat kakinya yang terasa begitu lemas.


Anaya meringis saat sang buah hati menendang perutnya dari dalam.Ia tersenyum lalu mengelus perutnya dengan begitu lembut.Akhir akhir ini bayi yang ada dalam kandungannya begitu aktif menendang.


"Mau main sama Mama ya Nak",gumam Anaya mengusap perutnya.


Anaya tak sabar ingin melihat dan menggendong buah hatinya."Mama gak sabaran ingin bertemu kamu sayang",lirih Anaya tersenyum saat bayinya kembali merespon ucapannya dengan gerakan.


Ceklek


Anaya menoleh kearah pintu tampak pria yang membuatnya remuk redam itu tersenyum manis padanya.


"Sudah bangun sayang?",tanya Sean.


"Udah dari tadi Mas",jawab Anaya.


"Kenapa belum mandi?",tanya Sean.


"Pertanyaan macam apa itu setelah membuatku tak bisa berjalan",kesal Anaya yang mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Hahahaha...maafkan aku sayang tapi kamu bikin aku candu sih",jawab Sean tertawa pelan.Segitu perkasa dirinya hingga mampu membuat sang istri tak bisa berjalan.


"Mesum...",ketus Anaya.


"Salah sendiri kenapa kamu begitu nikmat sehingga aku ingin lagi dan lagi",bisik Sean lalu mengecup pipi mulus Anaya.


"Mas..."


"Apa, hum?",tanya Sean.


"Tanggung jawab",ucap Anaya.


"Aku pasti tanggungjawab lah sayang",jawab Sean.


"Bukan itu... bantu aku ke kamar mandi",ucap Anaya.


"Oh...bilang dong sayang",jawab Sean menggoda sang istri mengangkat tubuh sang istri dengan hati hati.


"Mau aku bantu?",goda Sean lagi saat meletakkan Anaya siaga closet kamar mandi.


"Gak...bukannya bantu tapi kamu memperparah Mas", ucap Anaya.


"Pahala loh sayang",ujar Sean menarik turunkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Tubuh aku terasa remuk Mas,kamu gak kasih dengan anak kita yang terus mendapatkan goncangan",jawab Anaya.


"Maaf ya sayang...ya sudah aku keluar dulu",ucap Sean mengecup kening sang istri lalu melangkah keluar dari kamar mandi.


Sean seperti biasa mengganti seprai dengan yang baru.Lalu meletakkan yang kotor dikeranjang pakaian kotor.


Tring...


Sean meraih ponselnya yang berdering diatas nakas,tampak panggilan dari Morgan.


Sean:Ya Morgan...


Morgan: Sean...aku sudah mengirimkan data yang aku minta melalui email


Sean:Hmmm


Klik


Sean mengambil pakainya ganti untuk Anaya ke ruang ganti.Setelahnya ia meraih laptop untuk mengecek email.


Sean tersenyum miring melihat hasil laporan sang asisten."Ternyata wanita itu tidak berbohong",batin Sean.


"Mas..."


Sean menutup laptopnya lalu menoleh pada sang istri yang sudah diambang pintu kamar mandi.


"Sudah selesai?",tanya Sean melangkah menuju sang istri dan kembali mengangkat tubuh sang istri ala bridal style.


***


Anaya saat ini tengah berada disalah satu baby shop guna membeli perlengkapan calon bayi nya.Wanita itu memilih baju bayi yang tampak begitu lucu.


"Lucu banget sih...",gumam Anaya meraih salah satu sepatu bayi.


"Ehem...yakin bisa bayar Mbak",cibir salah satu ibu hamil yang melihat penampilan Anaya yang biasa saja.


Anaya hanya tersenyum saja meski sedikit kesal.Ia tak ingin berbuat keributan dan melanjutkan memilih sepatu yang lainnya.


"Dih...budeg kali ya",gerutu wanita hamil itu lagi lalu mengambil paksa sepatu yang ada ditangan Anaya.


"Mbak...anda siapa kenapa tiba tiba datang mengusik saya",geram Anaya sendikit berteriak mengundang perhatian orang orang disekitarnya begitu juga dengan Sean yang sedang menerima telfon di luar.


"Kamu gak tau setiap saya?.Saya--


"Ada apa ini?",manager baby shop mengahampiri kedua wanita hamil itu


"Ini Kak...wanita ini sok sok belanja disini.Yakin bisa bayar?.Melihat penampilannya saja saya ragu",ujar wanita itu.


Anaya geram dengan mulut wanita hamil itu,andai ia tau harga baju yang dikenakan Anaya meski sederhana tapi merupakan rancangan seorang desainer.

__ADS_1


"Kenapa dengan penampilan saya?",tanya Anaya.Jika saya sedang belanja disini berarti saya mampu membayarnya",ujar Anaya membuat pemilik baby shop tersenyum penuh ejekan pada Anaya.


"Mbak yakin?",tanya manager toko setengah mencibir kepada Anaya.


Sean dari luar memperhatikan kedua wanita yang tengah mengusik istirnya.Ia ingin lihat sejauh mana mereka menghina istrinya.


"Saya bisa memborong isi toko ini jika saya mau,tapi tak jadi melihat kelakuan anda",ucap Anaya yang sebenarnya tak mau bertingkah seperti itu.


"Heh.. sombong",ketus wanita hamil itu.


Anaya memilih pergi dari hadapan keduanya moodnya hancur untuk belanja.Anaya berjalan menuju kasir membayar barang yang telah ia pilih.


Wanita hamil itu mengikuti Anaya menuju kasir.Ia masih belum puas untuk mempermalukan Anaya.


"Berapa semuanya Mbak?",tanya Anaya kepada kasir.


"Totalnya Rp 30.000.000,00 Kak",jawab kasir itu ramah.


"Bisa bayar gak tuh?",sindir wanita hamil itu lagi.


Anaya mengeluarkan kartu sakti miliknya yaitu black card pemberian sang suami.Lalu menyerahkan pada kasir.Wanita hamil itu melongo dan sedikit menelan ludahnya.Ia tau tak sembarangan orang memiliki kartu itu.


"Sayang...kok sudah selesai?",tanya Sean menghampiri sang istri.


"Segini aja dulu Mas",jawab Anaya.


"Tuan muda selamat dat--


Pemilik baby shop menghentikan ucapannya saat menyadari siapa wanita yang sedang berdiri disamping Sean.Pemilik baby shop itu tampak pucat.Begitu juga wanita hamil tadi begitu sedikit ketakutan karena telah mengusik menantu dari keluarga Alatas.


"Begini cara anda memperlakukan pembeli?.Dan kamu jangan menilai orang dari segi penampilan",ucap Sean dengan tatapan tajam kepada kedua wanita itu.


"Maaf...


"Ayo sayang...kita belanja ditempat yang lain",ujar Sean menarik tangan sang istri dengan lembut.


"Mas barang--


"Biarkan saja.Dan yah...anda terima konsekuensinya setelah ini jika toko anda ditutup",ujar Sean dengan datar membuat Anaya melongo dengan ucapan sang suami.


"Dan kamu...terima saja akibatnya kamu akan membayar mahal atas mulut tajammu itu",ucap Sean menghunuskan tatapan tajam pada wanita hamil yang menghina sang istri.


Sean membawa wanitanya keluar dari baby shop itu dengan raut wajah kesalnya.


Sementara pemilik toko tampak begitu shock.Begitu juga dengan wanita hamil itu yang juga tampak pucat pasi.


Semua orang yang berbelanja disana ikutan keluar begitu saja.Mereka kecewa dengan tindakan menager toko.


"Ada apa ini?",tanya pemilik toko yang baru saja datang melihat semua pembeli keluar begitu saja.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2