
Anaya bisa merasakan kemarahan pada diri suaminya itu.Saat sampai di dalam mobil Anaya langsung memeluk sang suami begitu erat dan membenamkan wajahku didada bidang Sean.
Ia sungguh malu tadi permalukan oleh wanita paruh baya yang bernama Indi itu.Anaya terisak membuat Sean makin megetatkan rahangnya."Aku akan membuat perhitungan denganmu Indi",batin Sean mengusap punggung sang istri.
"Sayang..."
"Mas...aku tak memakai pelet apapun untuk memikat mu,sungguh", lirih Anaya melerai pelukannya.
"Naya tatap aku...!"
Anaya menatap mata sang suami yang membuatnya bahagia karena banyak cinta untuknya disana.
"Tak perlu pelet untuk membuatku jatuh cinta padamu.Tapi kecantikan alami dan hatimu yang membuatku menggilaimu sayang",ujar Sean menangkup pipi sang istri.
"Mas... a-aku--
"Jangan dengar apa kata orang Naya!.Biar orang berkata apa yang namun hati dan perasaanku milikmu selamanya",ujar Sean tersenyum tipis membuat pria itu makin tampan saja.
"Mas...kamu tersenyum seperti itu membuatmu semakin tampan.Jadi jangan pernah tersenyum pada wanita lain seperti itu",ujar Anaya.
"Mulai posesif, hum?",goda Sean mencubit hidung Anaya.
"Aku serius Mas",kesal Anaya.
"Iya aku tau.Bukankah kamu sering menjuluki ku pria arogan bila berada di keramaian",ucap Sean.
"Iya...kenapa aku bisa lupa ya?",jawab Anaya membuat Sena terkekeh geli.
"Aku tersenyum dan tertawa lepas hanya saat bersama denganmu my hunny",ujar Sean mengecup punggung tangan Anaya dengan lembut.
"Mas...besok makan malam dalam rangka apa sih?",tanya Anaya.
"Entahlah...gak penting sebenarnya tapi karena ini permintaan Kakek jadi kita harus menghargainya",jawab Sean.
"Pulang yuk Mas",ajak Anaya.
"Masih ada yang mau dibeli gak?",tanya Sean.
"Gak Mas...yang di rumah masih banyak yang belum dipakai",jawab Anaya.
"Belanjalah berapapun yang kamu mau karena aku bekerja untuk kamu dan anak kita nantinya", ujar Sean melajukan kendaraannya.
"Gak Mas...aku bukanlah wanita yang materialistis",jawab Anaya.
"Itulah yang membuatku makin mencintaimu Anaya Karenina",ujar Sean mengacak rambut sang istri.
Tak lama mereka sampai di mansion,keduanya turun lalu memasuki hunian mewah Alatas itu.
"Kak Naya shoping gak ngajak aku sih",ujar Seena yang sudah menunggu kedatangan Kakak iparnya itu.
__ADS_1
"Maaf Seena Kakak juga diajak Mama",jawan Anaya.
"Yah...Mama sih",kesal Seena.
"Kamu bisa belanja kapan pun Seena kenapa harus ikut istri Kakak",ujar Sean dengan wajah datarnya.
"Ck...pelit...",jawab Seena berlalu memasuki kamarnya.
"Mas..."
"Biarkan sayang agar dia gak jadi gadis manja",ujar Sean membawa sang isteri ke kemar mereka.
Anaya hanya menggeleng karena sifat sang suami yang begitu dingin pada sang adik.
Sesampainya dikamar Sean menyuruh sang istri untuk mandi lebih dahulu.Karena ia akan menelfon Morgan untuk melakukan sesuatu hal penting.
Morgan;Ya Sean...
Sean;Tarik beberapa aset kita diperusahaan Gunatama!
Morgan;Baiklah...
Klik
Sean tak peduli yang ia hancurkan adalah mertuanya sendiri.Toh mereka tak pernah menganggap Anaya bagian dari keluarga mereka.Sedikit bermain main dengan keluarga itu membuatnya cukup senang.
"Kita lihat besok malam apakah masih bisa wanita itu menyombongkan dirinya",gumam Sean tersenyum iblis.
Pria itu segera menghampiri sang istri dan memeluknya dari belakang."Mau menggoda ku sayang?",lirih Sean mengecup bahu polos Anaya dan menyesapnya meninggalkan jejak kemerahan disana.
"Mas..."
"Apa, hum?",tangan pria itu makin bergerak n***l pada tubuh sang istri begitu juga dengan bibirnya.
"Mas...geli",lirih Anaya.
"Kamu makin **** sayang",Sean langsung mengangkat tubuh sang istri dan membawanya keatas ranjang.
"Mas kamu belum mandi",ujar Anaya saat Sean telah mengungkungnya.
"Nanti juga akan mandi lagi sayang",ujar Sean langsung ********* bibir sang istri lalu ********** dengan lembut.
Mereka bersama mengarungi samudra cinta dan bersama menuju arwana.Keduanya melepaskan semua hasrat yang telah lama terpendam karena kehamilan sang istri.
Sean menyelimuti tubuh polos sang istri karena Anaya telah terlelap karena ulahnya yang menggempur sang istri 2 jam lamanya.
"Maafkan aku sayang",lirih Sean memeluk tubuh sang istri merapat pada tubunhya lalu ikut terlelap.
Di luar Nyonya Anita baru saja pulang dari sesi shopingnya dengan teman arisannya Fani.Karena sang menantu telah dibawa kabur oleh anaknya.
__ADS_1
"Mana cucu menantuku Anita?",tanya Kakek Alatas saat melihat menantunya itu memisahkan belanjaan untuk Anaya.
"Diculik oleh cucumu tadi Dad",jawab Nyonya Anita.
"Maksudnya Sean?--
"Ya Dad tadi ada sedikit kejadian jadi Lola menghubungi Sean dan yah...anak itu membawa istrinya entah kemana",jawab Nyonya Anita.
"Kejadian?",beo Kakek Alatas.
"Huumm...Indi tadi menghi--
"Berani sekali wanita itu",geram Kakek Alatas.
"Aku yakin cucumu telah memberikan pelajaran untuk mereka Dad",jawab Nyonya Anita.
"Hmmm"
Nyonya Anita meminta pelayan untuk membawa paper bag untuk diletakkan dikamar anaknya."Bi tolong letakan ini di kamar menantuku ya!",ujar Nyonya Anita pada salah satu pelayan.
"Maaf Nyonya saat ini Tuan muda dan Nona muda sedang berada di kamar",jawab pelayan itu.
"Oh...baiklah biar nanti saja setelah mereka keluar", ucap Nyonya Anita.
"Ya Nyonya..."
Sementara didalam kamar sepasang suami istri itu masih tidur dengan lelapnya dengan saling berpelukan.Mereka begitu kelelahan karena ritual ibadah halal yang mereka lakukan.
Anaya tampak menggeliat dan membuka matanya.Ia disuguhi dengan pemandangan wajah tampan sang suami yang tertidur pulas.Wanita hamil itu tersenyum tipis menikmati maha karya Tuhan yang ada pada suaminya.
"Kamu sangat tampan Mas, pantasan banyak wanita dan gadis gadis memujamu",lirih Anaya menyentuh hidung mancung sang suami.
"Ya Tuhan...aku makin mencintai ciptaan mu ini",gumam Anaya.
"Aku juga sayang",ucap Sean tiba tiba.
"Mas..kamu udah bangun?",tanya Anaya tersipu malu karena ketahuan memuji sang suami.
"Baru saja sayang",jawab Sean membuka matanya lalu tersenyum tipis membuat pria itu semakin ramai menuruti Anaya.
Anaya bergerak melepaskan dekapan tangan Sean kada tubuhnya.
"Mau kemana,hum?"
"Mandi Mas... lengket semua ini",jawab Anaya.
Namun pria itu tak mendengarkan ucapan sang istri malah mempererat pelukannya."Biarkan begini dulu sayang,tubuh kamu buat aku nyaman",ucap Sean menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri.
Anaya hanya pasrah membiarkan Sean bertindak sesukanya.Toh tubuhnya juga masih lemas dan lelah.Prianya itu begitu tak memberinya ampun sebelum ia terkulai lemas.
__ADS_1
Anaya kembali terlelap begitu juga dengan dengan Sean dengan posisi Sean menyembunyikan wajahnya dileher sang istri.