
Pagi ini Anaya merasakan pusing hebat,wajahnya tampak sangat pucat.Wanita berkali kali memijit kepalanya untuk meredakan rasa pusingnya.Ia mencoba untuk turun dari tempat tidur namun rasa pusing itu semakin hebat.
Sean yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut melihat keadaan sang istri.Ia segera menghampiri Anaya dengan raut wajah yang cemas.
"Sayang kamu kenapa,hum", tanya Sean menangkup pipi sang istri dengan kedua tangannya.
"Gak tau Mas...tiba tiba pusing banget",jawab Anaya.
"Kita ke dokter ya",ucap Sean mengecup pucuk kepala sang istri dengan raut wajah cemas.
"Gak usah Mas.Ini pasti karena kurang istirahat saja makanya pusing",jawab Anaya menolak untuk ke rumah sakit.
"Tapi kamu pucat banget sayang",ujar Sean.
"Aku gak apa apa Mas",jawab Anaya.
"Aku mau ke kamar mandi",ucap Anaya berusaha berdiri.
"Aku bantu ya",ucap Sean menawarkan bantuan untuk menggendong sang istri.
"Gak usah Mas,aku bisa sendiri",jawab Anaya kekeh dan berjalan perlahan menuju kamar mandi.Namun baru saja beberapa langkah tiba tiba saja tubuh ambruk kelantai tak sadarkan diri.
"Anaya...",pekik Sean menghampiri sang istri yang sudah tergeletak dilantai lalu meletakkannya di atas tempat tidur.
Sean segera menghubungi Morgan sebagai dokter pribadinya sekaligus asistennya.Dia segera berpakaian sembari menunggu Morgan datang.Lalu membaluri hidung Anaya dengan minyak kayu putih.Tapi sang istri tak kunjung terbangun.
Tak lama Morgam datang membawa perlengkapan dokter miliknya.Meski tak lagi aktif bekerja dirumah sakit pria tampan yang masih betah melajang itu memiliki klinik pribadi yang dikelola oleh keponakannya.
"Apa yang terjadi Sean?",tanya Morgan saat melihat istri sahabatnya itu tampak pucat.
"Tadi Naya mengeluh pusing dan tak lama kemudian ia jatuh tak sadarkan diri",jawab Sean dengan raut wajah kuawatir.
Morgan segera memeriksa Anaya dengan seksama.Pris itu tersenyum saat tau hasil pemeriksaan.Meski baru dugaan tapi ia yakin karena denyut nadi tangan Anaya tak seperti umumnya.
"Bagaimana?,Anaya baik baik saja kan?",tanya Sean.
"Ya...dia baik baik saja tak perlu ada yang dikuatirkan",jawab Morgan.
"Baik baik bagaimana Morgan.Istriku belum sadar sampai saat ini kamu bilang baik baik saja",kesal Sean pada sahabatnya ini.
"Ya memang begitu hasilnya.Untuk memastikannya kamu periksa langsung ke dokter obygin",ujar Morgan tersenyum lebar.
"Dokter Obygin?.Jadi...
"Ya... selamat bro kamu jadi sebentar lagi kamu akan jadi ayah ",jawab Morgan menepuk pundak sahabatnya itu.
__ADS_1
"Ya Allah... Alhamdulillah.Akhirnya...",ujar Sean lalu mencium kening sang istri lembut penuh kasih sayang tak lupa mengelus perut rata sang istri yang didalamnya terdapat buah cinta mereka berdua.
"Ternyata kamu tokcer juga ya",ujar Morgan membuat pria itu mengangguk cepat.
Ia begitu bahagia dengan berita ini."Tapi kenapa Anaya belum sadarkan diri juga Morgan",ujar Sean.
"Sebentar lagi pasti siuman",jawab Morgan.
Dan benar saja wanita itu perlahan membuka matanya.Ia menatap sang suami tersenyum haru padanya."Mas...
"Ya sayang...apa yang kamu rasakan",tanya Sean mengusap lembut surai cokelat milik sang istri.
"Pusing Mas",jawab Anaya.
"Ada yang lain?",tanya Sean.
Anaya mengggeleng pelan lalu menatap Morgan yang berdiri tak jauh dari ranjang."Mas...itu Morgan?
"Dia baru saja memeriksa keadaan kamu sayang",jawab Sean.
"Aku permisi dulu Sean",ujar Morgan yang merasa sudah tak dianggap oleh pasangan suami istri itu.
"Ya aku serahkan urusan kantor padamu hari ini Morgan",jawab Sean dan diangguki oleh Morgan yang melangkah meninggalkan keduanya.
"Mas... kenapa kamu tampak begitu happy?",tanya Anaya saat melihat raut kebahagiaan diwajah sang suami.
"Jadi aku-
"Ya kamu dan aku akan jadi orang tua",jawab Sean tersenyum bahagia.
Anaya mengusap perutnya yang masih rata.Ia tak menyangka kalau didalam rahimnya tengah tumbuh kehidupan baru."Mas..
ini benaran kan?.Ini gak mimpi kan?",tanya Anaya.
"Iya sayang...",jawab Sean.
Anaya menumpahkan tangisannya didada bidang sang suami.Tangisan kebahagiaan ia tak menyangka jika ia dan sang suami diberikan kepercayaan secepat ini.
"Kok malah nangis sayang kamu gak senang?",tanya Sean.
Anaya menggeleng pelan lalu menatap sang suami dengan senyuman lebar."Ini tangisan bahagia Mas.Dia sudah hadir disini",jawab Anaya kembali mengusap perutnya.
Sean lalu menyibak sedikit gaun tidur yang dikenakan Anaya keatas."Anak Papa sehat sehat ya disana jangan bikin Mama kerepotan", bisik Sean didepan perut rata sang istri lalu mengecupnya lembut.
Anaya mengelus rambut Sean dan tersenyum bahagia.Sean kembali menatap sang istri lalu melabuhkan kecupan singkat pada bibir Anaya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang bersedia mengandung anakku",lirih Sean.
"Kewajiban ku sebagai istri Mas",jawab Anaya.
"Aku bantu mandi ya setelah itu kita ke rumah sakit memeriksakan kandungan kamu",ujar Sean lalu menggendong sang istri ala bridal style menuju kamar mandi.
Setelah selesai Anaya berangkat menuju rumah sakit.Ia tak sabar untuk melihat calon anaknya di layar monitor USG.
Sesampainya di rumah sakit dan mengantri cukup lama keduanya masuk ke dalam ruangan dokter.Mereka disambut ramah oleh sang dokter.
"Selamat pagi Pak Sean kenapa tak membuat janji dulu sebelum datang",ujar dokter merupakan kerabat jauh dari sang kakek.
"Tak apa dok... keinginan ibu hamil",jawab Sean.
"Sudah telat berapa minggu Nona?",tanya dokter yang bernama Laila itu.
"Hmmm saya kurang ingat kapan terakhir saya haid Dok",jawab Anaya.
Kalau begitu mari kiat langsung USG saja ya",ujar Dokter Laila itu menuntun Anaya menuju tempat tidur.Lalu mengolesi gel diatas perut Anaya.Kemudian sang Dokter fokus menggerakkan sebuah alat diatas perut Anaya.
"Lihatlah...usia kandungannya anda sudah memasuki 4 minggu Nona",ujar sang dokter
"Lalu dimana anak saya Dok?",tanya Sean mendadak bodoh.
Sang dokter tersenyum lalu menunjuk kearah monitor."Ini Pak...",jawab dokter itu menunjuk sebuah titik.
"Kenapa-
"Kan masih 4 minggu Pak",jawab dokter itu yang tau arah pertanyaan Sean.
Sean menatap layar itu dengan tatapan berkaca-kaca."Sayang aku sungguh bahagia",ujar Sean mengenggam kedua tangan Anaya.
"Aku juga Mas",jawab Anaya.
Sang dokter menyudahi USG itu dan kembali ke mejanya diikuti oleh Anaya dan Sean.
"Ada keluhan Nona",tanya dokter Laila.
"Hanya pusing dok",jawab Anaya.
"Mual dan muntah?", tanya dokter Laila.
"Belum Dok",jawab Anaya.
"Baiklah saya akan memberikan resep vitamin dan obat pereda rasa pusing.Untuk aktivitas tolong jangan lakukan yang berat berat dulu ya Nona.Usia kandungan anda masih rentan keguguran",ujar sang dokter.
__ADS_1
"Iya Dok", jawab Anaya dan Sean kompak.
...****************...