
Anaya dan Seena keluar dari toko menenteng begitu banyak belanjaan.Bodyguard yang memantau keduanya dari jauh mendekat melihat majikan mereka kesusahan membawa barang belanjaannya.
"Mari saya bantu Nona",ujar bodyguard itu mengambil alih barang belanja ditahan kedua wanita itu.
"Makasih Pak", ucap Anaya.
"Ya Nona",jawab pria berbadan besar itu lalu berjalan dibelakang keduanya.
"Kak...kita ke butik yuk cari baju buat aku",ujar Seena.
"Baiklah...ayo.Tapi Kakak telfon orang rumah dulu ya buat nanya ini Arka",jawab Anaya diangguki oleh Seena.
Tut tut tut...
P:Hallo...dengan kediaman keluarga Alatas
Anaya:Bi...ini aku Anaya
P:Ya Nona muda ada yang bisa dibantu?
Anaya:Bi...tolong sambungkan telfonnya ke kamar Arka ya!
P:Baiklah Nona...mohon ditunggu
Tut tut tut...
Bi Asih:Hallo dengan--
Anaya:Bi ini aku Anaya,Arka rewel gak Bisa soalnya mungkin pulang agak telat
Bi Asih:Tuan Muda Arka gak rewel kok Nona ini lagi main sama Nyonya besar.
Anaya:Ada Mama disana Bi?
Bi Asih:Iya Non...mau Bibi panggilkan
Anaya:Gak usah Bi...aku tutup dulu ya Bi
Bi Asih:Ya Nona...
Klik
"Gimana Kak?",tanya Seena.
"Arka sama Mama Seena",jawab Anaya.
"Kalau begitu kita ke butik dulu ya Kak.Gak lama kok cuma beli gaun aja",ujar Seena.
"Baiklah...ayo!",jawab Anaya keluar dari Mall itu dengan langkah panjang.
Keduanya menuju sebuah butik ternama untuk membeli gaun yang diinginkan oleh Seena.
Sesampai didepan butik kedua turun dari mobil berjalan memasuki butik itu dengan saling bergandengan tangan.
Mereka disambut dengan tatapan remeh oleh pelayan butik itu karena pakaian keduanya hanya memakai celana jins dan baju kaos saja.
"Mbak tolong carikan gaun terbaik dibutik ini",ucap Seena pada pelayan toko itu.
"Yakin Mbak mampu bayar?gaun gaun disini semuanya berkualitas bagus dan mahal tentunya",jawab pegawai toko itu memandangi Anaya dan Seena dari ujung rambut ke ujung kaki.
"Kamu karyawan baru disini?",tanya Seena menatap karyawan itu penuh selidik.
"Iya...",jawab pegawai itu dengan angkuhnya.
__ADS_1
"Oh...pantas saja",gumam Seena.
"Ada yang bisa dibantu Mbak Seena,kan?",tanya seorang pegawai toko yang menghampiri Seena dan Anaya.
"Iya...",jawab Seena tersenyum ramah.
"Udah lama gak kesini ya...",tanya pegawai itu berbasa basi.
"Iya nih sibuk kuliah...tolong carikan gaun terbaik butik ini ya",ujar Seena membuat pegawai tadi yang merendahkan Seena hanya mencibir.
"Palingan juga gak mampu bayar",monolog pegawai itu tersenyum saat melihat seorang wanita memasuki butik itu dengan penampilan glamor dan segera menghampirinya untuk melayaninya.
Wanita itu menatap sinis pada Anaya dan Seena."Kamu...ambilkan gaun terbaik dan terbaru dibutik ini",ujar wanita itu dengan pongahnya pada pegawai tadi yang merendahkan Anaya dan Seena.
"Baik Nona mari ikut saya",ucap pegawai itu ramah berbanding terbalik saat berhadapan dengan Anaya dan Seena.
"Mari Mbak Seena saat akan tunjukan gaun terbaik dari butik ini",ujar pegawai tadi dengan ramah diangguki oleh Anaya dan Seena.
Anaya dan Seena dibawa menuju daratan gaun terbaru dan tentunya mahal serta elegan.
"Aku mau yang ini Mbak",tunjuk Seena pada sebuah gaun berwarna pasta yang begitu sangat indah.
"Baiklah Mbak...",jawab pegawai toko itu mengambilkan gaun dimaksud Seena.
"Silahkan dicoba di feeting room nya Mbak",ujar pegawai toko itu menunjukkan ruang feeting room.
"Baiklah...ayo Kak tolong bantu aku memakai gaun ini",ucap Seena pada Anaya bersamaan dengan ponsel Anaya berdering.Tampak panggilan masuk dari sang suami.
"Maaf Seena Kakak kamu telfon nih",jawab Anaya.
"Ya sudah....Kakak angkat aja dulu didepan feeting room ya",ujar Seena.
"Ya baiklah Seena",jawab Anaya mendial tombol hijau di layar ponselnya.Sementara itu Seena memasuki feeting room untuk mencoba gaun itu.
Sean:Masih lama, hum?
Anaya:Tinggal dikit lagi Mas.Nih Seena lagi feeting gaunnya.Kamu dimana Mas?
Sean: Didepan butik sayang
Anaya:Kamu tau darimana aku dibutik Mas?
Sean: Bodyguard mu sayang
Anaya:Masuk aja Mas!
Sean:Aku tunggu dimobil aja sayang
Anaya:Baiklah Mas.Aku tutup dulu ya
Klik
"Kak gimana?",tanya Seena saat keluar dari feeting room.
"Bagus...cantik banget malah pas ditubuh kamu Seena.Ambil ini aja",ujar Anaya memandangi gaun itu.
"Baiklah...",jawab Seena kembali masuk kedalam feeting room.
Keduanya membayar tagihan belanja mereka saat bertepatan dengan wanita angkuh tadi juga akan membayar tagihan.Wanita itu menyerobot antrian Seena.
"Disebelah sini aja Mbak...",ujar salah satu kasir pada Seena.
Seena mengeluarkan kartu member nya beserta kartu black card miliknya.Pegawai yang tadi menghina Seena tampak melongo.
__ADS_1
"Terima kasih Mbak...", jawab kasir itu sopan setelah Seena selasai melakukan pembayaran.
"Sama sama",jawab Seena tersenyum miring pada pegawai tadi yang menghinanya.
Samar samar Anaya dan Seena mendengar jika wanita angkuh tadi tak bisa membayar tagihannya kerena kartunya di blokir.
"Gak bisa bayar ya gak usah belanja",bisik Seena memamerkan barang belanjaannya.
"Kau....",geram wanita itu.
"Sudah Seena jangan berbuat keributan disini?",bisik Anaya menarik Seena dari sana.
"Nona sela--
Seena tersenyum miring pada pegawai yang tadinya menghinanya kini menayapanya.
"Sayang...kamu lama sekali",ujar Sean yang bosan menunggu sang istri.
"Mas..."
Semua pengunjung termasuk wanita angkuh tadi menatap Sean penuh damba.Dengan berjalan berlenggok lenggok wanita itu menghampiri Sean dengan senyumannya menggodanya.
Sean tak melirik sedikitpun tapi menatap sang istri yang terkejut akan kedatangannya.
"Mas...katanya gak mau kesi--
Tiba tiba saja seorang wanita menabrakan tubuhnya pada Sean membuat Anaya melongo.
"Maaf Mas...",ujar wanita itu dengan suara mendayu dan berusaha menyentuh dada bidang Sean.
"Jauhkan tanganmu dariku!",ujar Sean dengan suara datar dan dinginnya.
"Oops...aku--
"Mas...ayo pulang",ujar Anaya memeluk sang suami didepan wanita itu membuat wanita itu menatap Anaya dengan raut wajah kesal.
"Ayo sayang...",jawab Anaya.
"Hei...",wanita itu menarik rambut Anaya cukup kuat sehingga Anaya menghentikan langkahnya dan berbalik menatap wanita itu dan menamparnya.
Plak
"Beraninya tangan kotormu itu menyentuhku", geram Anaya.
"Kau...
Plak
"Itu untuk kau berusaha menggoda Kakakku"
Plak
"Itu karena kau berani menyakiti Kakak ipar ku",ujar Seena menatap tajam wanita itu.
Wanita itu memegangi kedua pipinya yang terasa panas akibat tamparan Anaya dan Seena dikedua pipinya.
"Security..."
"Ya Tuan...",jawab seorang security.
"Ingat wajah wanita ini dan blacklist dia jadi butik ini",ujar Sean.
"Baiklah Tuan..."
__ADS_1
...****************...