Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Mulai cemburu


__ADS_3

Anaya membuka perlahan kedua matanya dan memindai seluruh ruangan.Ia mencoba mengingat sebelum ia tadi tertidur.


"Bukankah aku tadi tidur di sofa lalu kenapa sekarang ada di kamar?",bingung Anaya melirik jam yang terletak diatas nakas.


"Hah?udah jam 14:05 berarti udah lima jam aku tertidur",gumam Anaya menyibak selimut lalu melangkah keluar kamar mencari seseorang yang ia yakini telah memindahkannya ke kamar.


"Mas....",Anaya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun tak ia temui sosok yang ia cari.


"Kemana Mas Sean?",pikir Anaya yang mendudukan dirinya kembali diatas sofa.


Wanita itu bingung harus apa kerena ia sangat lapar.Anaya kembali ke kamar untuk mencari tasnya.Wanita itu meraih tas yang terletak di atas nakas lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sang suami.


Anaya segera menghubungi Sean namun tak kunjung diangkat.Wanita itu mulai kesal dan memutuskan untuk pergi sendiri mencari makanan dan sebelum itu ia mengirimkan pesan pada sang suami agar Sean tak pusing mencarinya nanti.


Mas aku turun ke bawah ya mau cari makanan.Kamu udah makan siang Mas?Kalau belum jangan lupa makan ya...!


Setelah terkirim Anaya kembali menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.Ia berjalan menyusuri kubikel kubikel karyawan yang tampak fokus dengan pekerjaannya.Sesekali ada karyawan yang menegurnya dengan dia jawab dengan anggukan serta senyuman oleh Anaya.Dia tak peduli jika nantinya para karyawan itu kembali menggunjingkannya.Biarlah ia kini sadar ia tak bisa memaksa seseorang untuk menyukainya.


Sesampainya di lobi Anaya berjalan menuju kantin kantor.Ia ingin mencoba makan di kantin kantor sang suami.


Saat sampai di kantin suasana tampak tak begitu ramai karena jam makan siang sudah berlalu.Anaya memesan makanan untuknya dan setelah itu duduk ditempat tak jauh dari pintu masuk.


Ponsel milik Anaya bergetar menandakan pesan masuk.Ia membuka pesan itu yang tak lain dari sang suami.


Sean:Makan dimana sayang?


Anaya tersenyum membaca pesan dari sang suami.Ia begitu bahagia dipanggil dengan sebutan sayang.Gadis itu segera membalas pesan Sean.


Aku di kantin Mas


Sean:Aku segera ke sana


Saat sedang asyik berbalas chatt dengan sang suami wanita itu dikejutkan dengan seorang pria yang usianya tak jauh beda dengan Sean berdiri dihadapannya.


"Boleh saya duduk di sini?saya males makan sendiri",tutur pria itu yang sedang memegangi nampan berisi makanannya.


"Oh...maaf saya sedang menunggu seseorang,jadi...

__ADS_1


Pria itu tak mempedulikan ucapan Anaya dan langsung duduk dihadapan wanita itu.Anaya membola melihat sang pria yang tak mendengarkan ucapannya.Ia takut nanti Sean salah paham dengannya.Ia segera berdiri berniat untuk pindah karena tak nyaman.Dia juga tak mengenali pria yang ada dihadapannya ini.


"Mau kemana?",tanya pria itu menatap Anaya yang sudah berdiri.


"Maaf saya pindah...saya sedang menunggu-


Pria itu tersenyum memahami gestur tubuh wanita yang ada dihadapannya yang tampak gelisah."Kamu risih sama saya?",tanya pria itu.


"Udah tau masih aja nanya",batin Anaya tersenyum kecut.


"Kenalkan aku Rendi salah satu manager pemasaran di kantor ini.Kamu anak baru ya.Baru lihat soalnya",tanya pria yang bernama Rendi itu mengulurkan tangannya pada Anaya.


"Aku-


"Naya..."


Anaya langsung memutar kepalanya kearah sumber suara.Wanita itu menatap sang suami yang yang menatapnya tajam.


"Mas...aku-


"Kita makan diluar",Sean langsung menarik tangan Anaya meninggalkan Rendi yang tampak membatu melihat sang bos menarik wanita yang menjadi incarannya saat Anaya memasuki kantin tadi.


Pria itu tampak bersikap datar tanpa ekspresi.Anaya sedikit takut melihat ekspresi sang suami yang tak seperti biasanya.


Sean dan Anaya memasuki restoran itu dengan merangkul pinggang sang istri begitu posesif.Namun ekspresinya masih tetap sama.


Sean menarik bangku untuk Anaya saat mereka sampai di salah satu meja dan mempersilahkan Anaya duduk.Mereka duduk berhadapan dengan Sean yang masih menatapnya tajam seakan mengulitinya.


Seorang pelayan datang memberikan daftar menu.Sean langsung memesan makanan untuknya dan Anaya tanpa bertanya dulu pada sang istri.


Setelah pelayan itu pergi Sean kembali menatap wanitanya itu dengan tatapan tajamnya.


"Mas...-


"Siapa pria tadi?",tanya Sean dengan wajah datarnya.


Anaya menghela nafas panjang dia sudah yakin Sean akan salah paham dengannya."Dia karyawan kamu Mas",jawab Anaya jujur.

__ADS_1


"Aku tau...siapa dia?"


"Maksudnya?"


"Hufff...aku bertanya siapa pria tadi?",ucap Sean yang ikut menghela nafas panjang.


"Dia katanya karyawan kamu Mas lalu apa lagi?",jawab Anaya.


"Katanya?"


"Ia katanya.Aku juga gak kenal siapa dia Mas.Tiba tiba aja main duduk aja didepan aku lalu aku ingin beranjak duduk malah ia mengenalkan dirinya sama aku",jawab Anaya jujur.


Sean berusaha meredam gejolak akan saat mendengar penjelasan sang istri.Dia tidak suka saat ada pria lain mendekati wanitanya.Itu lah yang ia takutkan jika Anaya berdandan akan banyak pria lain yang akan mendekatinya seperti tadi.


Sean menatap sang istri dengan lembut tidak seperti tadi datar tanpa ekspresi."Naya...aku tak suka kamu didekati pria manapun", ucap Sean jujur menggengam jemari sang istri.


Anaya tau sekarang kenapa sang suami bersikap datar padanya.Ternyata pria itu tengah cemburu."Kamu cemburu Mas?",tanya Anaya.


"Menurutmu, hum?.Iya aku cemburu sangat cemburu saat pria tadi menatapmu dengan tatapan berbeda Anaya",aku Sean.


Anaya tersenyum tipis mendengar jawaban sang suami."Tapi tadi aku juga berusaha menghindar Mas.Aku juga tau posisiku seorang istri",jawab Anaya.Ia senang Sean cemburu pada pria tadi itu artinya Sean benar benar mencintainya.


"Ya... resiko punya istri cantik",jawab Sean membuat Anaya tersipu malu.


Tak lama pesanan mereka datang.Keduanya makan dengan khidmat.Tak ada pembiaran diantara keduanya hanya sesekali Sean melihat sang istri makan begitu lahapnya.


Pria itu tersenyum tipis melihat sang istri yang menurutnya semakin hari semakin cantik.Ingin rasanya Sean mengurung wanitanya didalam kamar tanpa boleh keluar.Agar tak ada pria yang mendekatinya.Tapi tidak mungkin ia lakukan karena sang istri mempunyai jadwal kuliah.


Baru kali ini pria itu begitu posesif dan pencemburu pada pasangannya.Saat bersama Jessica dulu ia tak begitu peduli jika mantan kekasihnya itu digoda ataupun dilirik pria lain.Bahkan ia tak melarang Jessica untuk berdandan.Beda dengan Anaya pria itu begitu overprotektif dengan apa yang pakai sang istirnya itu.Bahkan pria itu sudah menyiapkan pakaian untuk sang istri yang tertutup.Ia tak rela jika ada yang melihat kemolekan tubuh sang istri.


"Mau nambah?",tanya Sean saat sang istri menyudahi makannya.


"Gak Mas...udah kenyang",jawab Anaya mengusap perutnya buang sedikit memubuncit akibat kekenyangan.


Sean tersenyum melihat kelakuan sang istirnya yang menurutnya begitu menggemaskan.


"Hallo Sean apa kabar...?"

__ADS_1


...****************...


Aduh Sean gemas akunya sama kamu.cemburumu itu loh....


__ADS_2