Istri Kecil CEO Arogan

Istri Kecil CEO Arogan
Cari masalah lagi


__ADS_3

"Sungguh?",tanya Anaya.


"Huum...jangan lagi megungkit masa lalu Naya nanti kamu sakit hati sendiri",ucap Sean yang gemas dengan sang istri.


"Tapi aku ingin tau seberapa besar cintamu untuknya dulu Mas",Kekeh Anaya.


"Naya... dengarkan aku dia adalah masa lalu seberapa besar cintaku padanya itu hanya dimasa lalu dan kamu masa depanku besar cintaku padamu hanya aku dan Tuhanku yang tau",jawab Sean.


Anaya terharu mendengar jawaban Sean,wanita itu bisa melihat kejujuran dari pancaran mata sang suami.


"I love you more Anaya",bisik Sean.


"Me too Mas",jawab Anaya.


Keduanya saling tersenyum menikmati suasana yang tercipta.Bahkan Sean si pria yang terkenal jarang senyum itu kini senyumannya tak luntur dari tadi.Baginya Anaya adalah wanita pilihan terbaik dari Mamanya.


"Mas kapan aku boleh pulang",tanya Anaya.


"Kenapa,hum?",balas Sean.


"Aku gak betah Mas",jawab Anaya yang sungguh tak suka dengan bau rumah sakit.


"Kamu masih butuh perawatan Naya",ucap Sean.


"Rawat di rumah aja ya Mas",seru Anaya dengan wajah memohon.


"Aku perhatikan dari tadi kamu terus merengek minta pulang,ada apa,hum?", tanya Sean ikut merebahkan diri disamping sang istri.


"Aku gak suka bau rumah sakit Mas,mual",jawab Anaya jujur.


"Iya besok aku akan menanyakan pada dokter",jawab Sean memeluk tubuh sang istri lalu menyembunyikan wajah di ceruk leher Anaya menghirup aroma tubuh sang istri yang membuatnya tenang.


"Mas kamu ngapain?kalau tidur mandi dulu",ujar Anaya menggoyangkan tubuh sang suami.


"Baju gantinya belum sampai sayang",jawab Sean yang tak bergeming sedikitpun.


Anaya menghela nafas panjang melihat kelakuan sang suami."Andai karyawan kamu lihat kelakuan kamu Mas makan image CEO Arogan gak akan berlaku lagi",ujar Anaya.


"Aku kayak gini cuma sama kamu Nay,bahkan sama adik dan Mamaku saja aku tak seperti ini",jawab Sean.


"Ck kamu kayak kulkas Mas kalau diluar",ujar Anaya memainkan dasi sang suami.


"Aku bukan tipe pria yang suka tebar senyuman sana sini,aku kayak gini aja masih banyak wanita mengejar apalagi kalau suka tebar pesona",jawab Sean dengan narsisnya.


"Ya ya kau percaya",ledek Anaya.


Sean gemas dengan sang istri menggelitik pinggang sang istri hingga Anaya tertawa lepas.

__ADS_1


"Hahaha...Mas haha udah...geli",ujar Anaya disela tawanya.


"Berani ngeledek kamu sekarang,hum?",Sean begitu bahagia melihat tawa lepas sang istri.Pria itu begitu terpesona betapa cantik wanitanya tertawa seperti itu.


"Ampun Mas... geli",ujar Anaya menyisakan tawanya saat Sean berhenti menggelitik pinggangnya.


"Tetaplah tertawa seperti ini Naya,cantik",gumam Sean menyingkirkan rambut yang menutup wajah sang istri.


Seketika Anaya menjadi salah tingkah karena ucapan Sean.Wajahnya merona,wanita itu menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.


"Malu Mas",lirih Anaya didalam dekapan sang suami.


"Masih malu?bukannya aku suka lihat semuanya loh",goda Sean.


"Mesum...",ucap Anaya.


"Haha...sama istri sendiri pahala loh",jawab Sean.


"Itu maunya kamu Mas",ujar Anaya sebal dengan sang suami.


"Aku kejar target sayang",jawab Sean.


"Kejar target?",beo Anaya.


"Huum.Aku gak sabar kamu mengandung anak aku",ucap Sean mengusap perut rata sang istri.


"Kita usaha lebih keras lagi sayang",jawab Sean.


"Tapi jika aku tak bisa-


"Sssstt jangan mengatakan hal yang kita tidak tau akan seperti apa kedepannya Naya.Yang aku inginkan hidup bersama denganmu sampai kita menua bersama",sela Sean yang tau arah pembicaraan Anaya.


"Makasih telah mencintaiku seperti ini",ucap Anaya.


"Ya sayang mungkin akan terus bertambah",jawab Sean.


***


Dua Minggu berlalu kini Anaya telah kembali ke kampus kuliah seperti biasanya.Tiga hari dirawat dirumah sakit dan empat hari pemulihan di rumah.Wanita itu tampak semangat mengejar ketertinggalannya.Meski Arini selalu mengirimkannya materi kuliah selama ia dirawat.


Sean pun sibuk dengan urusan kantornya karena pekerjaannya menumpuk karena jarang ke kantor menemani sang istri dirumah.Wanita itu kini makin tak mau jauh darinya.Tadi lagi saja ia tak tega melihat raut wajah sang istri yang bersemangat.Tapi dengan berbagai macam bujuk rayu akhirnya Anaya berangkat juga ke kampus demi kuliahnya.Setelah Sean memberikan sapu tangan miliknya wanitanya itu tampak bersemangat untuk pergi ke kampus.


Wanita itu akhir akhir ini begitu sangat suka dengan aroma parfum miliknya membuat Sean begitu bahagia karena terus ditempeli oleh sang istri.


Saat kelas usai Anaya menghirup sapu tangan milik sang suami yang terdapat bau parfum nya.Ia tiba tiba merindukan suaminya itu.Tapi ia masih ada satu mata kuliah lagi terpaksa ia mengurungkan niatnya untuk menyusul sang suami ke kantor.


Wanita itu duduk sendirian tak berniat untuk keluar dari kelasnya.Ia begitu sangat malas bergerak dan hanya ingin menghirup aroma parfum sang suami yang terdapat disapu tangan yang tadi pagi Sean berikan.

__ADS_1


"Kak Naya disini kamu rupanya",ujar Seena memasuki kelas sang Kakak ipar.


Anaya menyimpan sapu tangan milik suaminya itu kedalam tas."Ada apa Seena",tanya Anaya.


"Kantin yuk...cari makan",ajak Seena.


"Males Seena.lagi malas gerak",jawab Anaya.


"Ayo Kak", rengek Seena.


"Ajak teman-temanmu saja sana!",ujar Anaya..


"Males...maunya sama Kakak",jawab Seena dengan mode manjanya.


"Adeh...gak adik gak kakak sama saja",gerutu Anaya memutar bola matanya malas.


"Ayo Kak!"


"Hadeh...iya iya...ayo!",ujar Anaya yang sudah berdiri.


"Asyik...Kak Naya terbaik deh",seru Seena.


Anaya berjalan menuju kantin dengan sang adik ipar.Seena tampak bersemangat tapi tidak dengan Anaya wanita itu tampak datar saja.


Setibanya di kantin keduanya duduk disalah satu meja yang terletak sedikit pojok.Seena menikmati makan siangnya dengan lahap tapi tidak dengan Anaya.Wanita itu tak menyentuh sedikit makanannya.


"Enak ya jadi istri sultan,kemana mana dikawal"


Seena yang mendengar ucapan salah satu mahasiswi menghentikan suapannya.Ia melirik sang Kakak ipar yang cuek saja.


"Ia dong... bebas.Gak kuliah sekalian udah dijamin nilainya"


Seena makin geram dengan mulut julit yang ia tau menyindir sang Kakak ipar."Cari gara gara tuh cewek",gumam Seena.


"Udah selesai?",tanya Anaya pada Seena..


"Belum Kak",jawab Seena yang masih menatap tajam mahasiswi yang mengatai Anaya.


"Cepetan dikit Seena mau kelas lagi nih",ujar Anaya.


"Iya Kak mau selesai juga kok",jawab Seena.


Setelah selesai keduanya meninggalkan kantin namun langkah mereka terhenti saat suara sumbang yang membuat mereka geram.


"Awas menantu pemilik kampus mau lewat",ledek mahasiswi yang dari tadi mengghibah Anaya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2