
"Apa yang kamu lakukan?!" Bentak Ansel melepaskan Lisha secara paksa. Lisha pun terjatuh ke lantai, namun Lisha bangkit kembali dan memohon kepada Ansel untuk menidurinya.
"Tuan, saya mohon. Saya membutuhkan bantuan Tuan. Saya mohon bantulah saya. Saya berjanji akan melakukan apa pun untuk Tuan." Ucap Lisha yang kini kembali memeluk Ansel erat.
Lisha mendongakkan kepalanya, dengan begitu Lisha dapat melihat senyum sinis yang Ansel tunjukkan untuknya.
"Dasar wanita mura—"
"Iya. Saya memang wanita murahan, saya adalah wanita Jal*ng yang tidur dengan banyak pria demi uang. Sekarang saya sangat menginginkan uang, jadi saya mohon tiduri saya, Tuan." Potong Lisha lugas. Apa yang dia lakukan kini adalah kesalahan, dia juga tau itu. Tapi, inilah jalan satu-satunya yang dapat Lisha lakukan.
"Berapa uang yang kamu inginkan?" Tanya Ansel sambil mecengkam dagu Lisha erat.
"Sa-sangat ba-banyak, Tuan." Jawab Lisha kesulitan bicara.
"Kalau kamu menginginkan uang yang banyak Ayo ikut aku!" Ucap Ansel langsung menarik paksa tangan Lisha dengan kasar. Ansel menyerat Lisha menuju lift.
"Masuk kamu!" Bentak Ansel melempar paksa Lisha masuk ke dalam lift.
"Tuan sakitt," Ringis Lisha kala kini Ansel menggenggam jemarinya begitu erat.
"Diam!"
"Aakhh!" Bukannya melonggarkan genggamannya, tetapi Ansel malah semakin mengeratkannya hingga Lisha meringis menahan sakit.
__ADS_1
Ting!
Lift terbuka, dan Ansel kembali menyerat Lisha hingga keluar dari Mansion.
"Tuan, saya mau dibawa ke mana?" Tanya Lisha ketika Ansel memasukkannya paksa ke dalam mobil.
Ansel tak menjawab dan langsung menutup pintu mobil dengan kencang. Kemudian, Ansel memutari mobilnya, lalu masuk dan duduk di kursi kemudi.
"Tuan saya mau dibawa ke mana?" Lagi Lisha bertanya, namun Ansel tetap diam tak menjawab. Dengan raut wajah dingin serta rambut gondrong yang terikat, Ansel mulai melajukan mobil dengan kecepatan penuh, membuat Lisha bergantungan dengan begitu erat.
Lisha ketakutan, dia ingin mengeluarkan suara, tapi dengan kondisi seperti ini, mana mungkin Ansel akan mendengarkannya.
Lisha hanya dapat memejamkan matanya guna mengurangi rasa takutnya. Dalam hati Lisha terus berpikir ke mana Ansel akan membawanya.
Ckitt!
Tanpa Lisha sadari, Ansel telah berada di luar mobil. Ansel membuka pintu mobil dan kembali menyeret Lisha untuk keluar.
Tiba di luar Lisha begitu kaget kala menyadari bahwa kini dia di bawa ke sebuah hotel terbesar di kota.
"Tuan, kenapa kita ke hotel?" Tanya Lisha heran.
"Bukankah kamu menginginkan uang?" Tanya balik Ansel langsung menyeret Lisha kembali.
__ADS_1
"Apa hubungannya dengan hotel ini? Tuan, saya mohon jangan bawa saya ke sana, saya ingin pulang, Tuan. Saya mohon bawa saya pulang." Pinta Lisha yang kini tak lagi dapat membendung air matanya.
"Kamu terlalu banyak bicara!" Bentak Ansel tetap menyerat Lisha masuk ke dalam hotel.
Ketika masuk, semua karyawan menundukkan tubuh mereka ketika Ansel melewati mereka. Ya, tentu saja mereka menghormati Ansel, karena hotel itu adalah hotel milik Ansel sendiri.
Ansel membawa Lisha masuk ke dalam ruangan kecil di hotel itu, ruangan terpencil yang tidak pernah di masuki sjapa pun. Namun, Lisha begitu terkejut kala sebuah tembok terbuka dan membentuk sebuah lorong yang kecil. Tidak lama berjalan melewati lorong, kini sebuah tembok terbuka lagi, dan menunjukkan sebuah ruangan besar di sana. Belum hilang keterkejutan Lisha, kini, Ansel membawanya memasuki sebuah lift khusus di sana.
Cukup lama berada di dalam lift, hingga mereka berdua telah tiba di istana bawah tanah. Di sana terdapat banyak ruangan rahasia dan tersembunyi. Hal itu mampu membuat Lisha tercengang hingga melupakan kekhawatirannya.
Ansel menyeret Lisha masuk ke belakang panggung Aula besar di sana.
"Dandani wanita ini!" Titah Ansel pada beberapa pelayan wanita di ruang ganti.
"Baik, Tuan." Jawab salah satu dari mereka yang diyakini adalah ketua.
"Apa yang kalian lakukan, saya mau di apakan, tidak jangan buka pakaian saya. Tuan, apa yang ingin Tuan lakukan!?" Teriak Lisha berontak.
"Paksa dia!" Titah Ansel membuat para pelayan bertindak kasar guna menelanj*ngi Lisha.
.
.
__ADS_1
.
.