Istri Kedua CEO Gondrong

Istri Kedua CEO Gondrong
Bab 57


__ADS_3

Tarik napas, lalu hembuskan, karena konflik akan segera kita mulai🤗


Hingga malam harinya, Ansel tak kunjung menemukan di mana Lisha berada. Semua hotel kelas atas hingga bawah telah dia geledah, tapi lisha sama sekali tidak ada di sana.


Ansel terus menyetir membelah jalan raya dengan cahaya remang dari bulan purnama. Mencari seseorang di kota padat nan ramai tidaklah mudah dilakukan. Apalagi di kota besar itu Ansel bukanlah siapa-siapa. Ternyata, membuat Lisha tetap berada di sampingnya, tidak semudah yang dia bayangkan selama ini.


"Ke mana lagi aku harus mencarimu Lisha? Kenapa kamu menghilang setelah membuatku mengukir namamu di hatiku? Garvin, jika benar pria itu adalah kamu, maka aku tidak akan membiarkanmu hidup lama!" Ansel menyetir mobilnya semakin kencang.


Deerrtt!


Suara ponsel yang bergetar membuat Ansel dengan cepat meraihnya. Panggilan video dari nomor tak dikenal membuat Ansel penasaran dan langsung mengakatnya, sambil memberhentikan mobilnya.

__ADS_1


***


Kini, Garvin membaringkan Lisha di ranjangnya. Kemudian pergi keluar dari kamar. Tak berselang lama, dia kembali lagi ke dalam kamar dengan membawa sebuah kamera lengkap dengan tripodnya.


Garvin memasang kamera itu menghadap ke ranjang, hingga tampaklah Lisha yang tengah terbaring tak berdaya di sana. Setelah posisi pas, Garvin menyetel kamera untuk mulai merekam video siaran langsung.


Garvin menghadapkan wajahnya ke kamera sambil berkata. "Tidak perlu marah, Ansel. Aku hanya melakukan apa yang telah kamu lakukan kepada salah satu anggota keluargaku. Ah, sudahlah, aku yakin kamu tidak akan mengingatnya."


"Garvin! Garvin, aku tidak akan membiarkanmu hidup kalau sampai kamu berani menyentuh Lisha. Aku bersumpah tidak akan membiarkanmu hidup! Aku akan membunuhmu Garvin!" Terdengar suara teriakan Ansel.


Garvin mengabaikan, dia tetap berjalan ke arah ranjang di mana lisha terbaring tak sadarkan diri. Garvin mulai menaiki ranjang, lalu mencium seluruh wajah Lisha dengan buas. Mulai dari kening, kedua pipi, hidung, terakhir dia ******* bibir ranum Lisha.

__ADS_1


Ansel yang melihat itu tidak dapat menahan amarahnya. Perasaannya campur aduk, tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Pria mana yang rela melihat wanitanya di jajah pria lain. Apalagi wanita itu adalah Istri yang begitu dia cintai.


Walau begitu, Ansel mencoba tetap tenang lalu mulai mengambil tindakan. Dia men-screenshot vidio itu, mengirimkan gambar itu kepada pengawalnya sambil bertanya, apakah ada yang mengetahui lokasi Garvin sekarang. Tak lupa Ansel menutupi tubuh dan wajah Lisha.


Semula, Ansel mengira kalau Garvin hanya menggertak serta mengancamnya, dan tidak akan benar-benar menyentuh Lisha. Namun, harapan Ansel pupus seketika kala Garvin mulai melepaskan bra Lisha, dan merem*s serta memberikan tanda kepemilikan di sana. Mulutnya yang berkeliaran di atas, sedangkan salah satu tangannya mulai merambat ke bawah akan meraih inti Lisha.


Ansel tak lagi dapat menahan amarahnya yang memuncak. Ansel terus berpikir tentang kesalahan apa yang pernah dia lakukan kepada Garvin hingga Garvin tega melakukan hal semenjijikan ini kepada dirinya. Ansel tak menemukan kesalahan apa pun yang dia lakukan kepada Garvin. Bahkan dia tidak mengenal Garvin sebelumnya. Tidak mungkin Garvin iri dengan keberhasilannya atau takut tersaingi dengannya. Karena setahu Ansel, Vience Group sejajar dengan Stewert Group.


Ansel akan kembali membanting ponselnya saat Garvin berhasil membuat tubuh Lisha polos tak lagi ada benang yang melekat di tubuhnya.


Namun, getaran dari ponsel yang menunjukkan ada pesan yang masuk dari pengawal membuatnya mengurungkan niat untuk membanting ponselnya. Dengan cepat Ansel membuka pesan itu.

__ADS_1


Pesan itu mengatakan kalau Garvin tengah berada di sebuah Mansion yang berada di samping proyek yang gagal. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk menuju ke sana. Walau mungkin akan terlambat menyelamatkan Lisha, tapi Ansel tetap menyetir dengan kecapatan tinggi menuju lokasi itu.


__ADS_2