Istri Kedua CEO Gondrong

Istri Kedua CEO Gondrong
Bab 65


__ADS_3

"Apa saja yang dia lakukan seharian ini?" Tanya Ansel pada seorang pembantu yang bertugas menjaga Lisha.


"Nona tidak ke mana pun, Tuan. Hanya saja, hari ini Nona terlihat aneh dan tidak bersemangat. Dia hanya berdiam diri di kamarnya, bahkan, Nona tidak makan seharian ini. Saya sudah antarkan makanan ke kamarnya, tapi tidak Nona sentuh sama sekali. Sepertinya Nona diet terlalu ketat, itu tidak baik untuk kesehatannya, Tuan," jawab pembantu itu jujur. Ansel terlihat begitu khawatir sekaligus heran kala mendengar apa yang pembantu itu laporkan kepadanya.


"Diet? Sejak kapan dia diet?" Tanya Ansel heran.


"Bu-bukankah Nona sedang diet, Tuan. Karena Selema sebulan terakhir Nona hanya makan sangat dikit, hanya dua sendok setiap pagi, siang dan juga malam," jelasnya ketakutan karena eskpresi Ansel yang tampak emosi.

__ADS_1


"Makannya hanya dua sendok? Apa kau bercanda!" Bentak Ansel membuat pembantu itu gemetar ketakutan.


"Sa-saya ki-kira Nona se-dang di-diet, Tuan. Ka-rena berat tu-buhnya ber-tambah," ucapnya terbata.


"Cepat siapkan makanan dan segera bawa ke kamar!" Ansel berjalan dengan langkah lebar menuju kamar. Sudah sebulan Lisha tidak makan dengan benar. Dan dia baru mengetahui semua itu.


"Apa dia begitu karena aku mengabaikannya, sial!" Umpat Ansel berjalan cepat.

__ADS_1


Mulai malam ini, Ansel sudah berjanji akan melupakan semua itu. Seseorang yang sangat licik seperti Garvin, tidak akan membuatnya berhenti mencintai Lisha. Apa pun yang terjadi selanjutnya, Ansel akan tetap mencintai Lisha. Hanya Lisha, tidak akan ada lagi wanita kedua. Walau Lisha adalah Istri kedua, tapi dia tetap yang pertama. Lisha yang pertama bagi Ansel, juga Ansel yang pertama bagi Lisha.


Ansel menghela napas panjang, lalu menghembuskanya perlahan. Setelah merasa yakin, Ansel pun membuka pintu dengan sangat perlahan. Begitu masuk, Ansel berjalan menuju ranjang, tampak punggung Lisha yang sedikit menyembul dibalik selimut.


"Dia menangis," ucap Ansel dalam hati ketika merasa begitu bersalah. Semakin mendekat, suara isakan Lisha semakin jelas terdengar. Jadi ini yang membuat perasaannya tidak enak seharian, hingga akhrinya memilih pulang cepat. Tak disangka dia malah melihat adegan yang membuat hatinya terasa di cabik-cabik. Bagimama bisa dia baru menyadari hal ini setelah sekian lama.


Kini Ansel mengerti kenapa mata Lisha selalu bengkak. Ansel benar-benar tidak menyadari kalau sikap dinginnya selama ini telah melukai perasaan wanita yang sangat dia cintai. Betapa bodohnya dia. Ansel terus merutuki kebodohannya, bagaimana mungkin dia masuk dalam perangkap Garvin dengan mudahnya.

__ADS_1


Perlahan, Ansel naik ke atas ranjang dan mendekat pada Lisha yang masih terbaring, namun tak lagi terisak. Lisha menjauh, Ansel pun dapat melihat hal itu. Saat Lisha akan menjauh lagi, Ansel menahannya, dan memeluknya dari belakang.


"Maafkan aku Lisha, aku mohon maafkan aku. Aku menyesal."


__ADS_2