
"Aku tidak tahan, Ansel. Aku mohon lakukan segera." Pinta Lisha dengan mata berbinar dan napas yang tersengal.
"Baiklah, Lona sayang." Ansel kembali mencium lembut bibir Lisha sekilas. Setelahnya, Ansel mulai berdiri guna melepaskan semua benang yang masih lengkap melekat ditubuhnya.
Lisha mengalihkan pandangan—kala Ansel membuka kain terakhir yang membalut juniornya. Lisha terlihat berusaha mengatur napas guna mempersiapkan diri agar tak terlalu gugup dan tegang. Tapi tetap saja Lisha merasa sangat tegang, apalagi saat melihat junior Ansel yang telah berdiri sempurna dan jauh lebih besar ukurannya—daripada yang sebelumnya Lisha lihat.
Jantung Lisha berdebar semakin tak karuan, ketika Ansel kembali mengukung tubuhnya. Sebelum mengarahkan senjatanya yang telah siap tempur, Ansel membelai lembut rahang Lisha, menyeka keringat yang setia mengucur di sana.
"Lona, aku sangat mencintaimu. Setelah ini, tetaplah di sisiku." Ujar Ansel membuat Lisha menganggukkan kepalanya cepat. Ansel tersenyum tampak begitu bahagia, kemudian mulai mengarahkan senjatanya di bawah sana.
"Ahh, ah, A-Ansel ...." Des*h Lisha tak karuan, saat Ansel mengusap inti Lisha dengan senjatanya yang kuat dan keras.
Merasa cukup sekaligus kasihan kepada Lisha, Ansel pun mulai memasukkan senjatanya dengan begitu perlahan karena inti Lisha yang sangat sempit.
"Aaakkhh! Sa-kittt!" Teriak Lisha memejamkan mata sekaligus mencengkram selimut begitu erat, guna menyalurkan rasa hangat, perih, gatal, serta sakit yang begitu dahsyatnya kini Lisha rasakan.
"Pe-lan-pelann ... Aakkhh ...." Erang Lisha lagi kala Ansel terus berusaha mendorong sekuat tenaga.
"Sh***! Kenapa sempit sekali, Lona? Apa Devan tidak pernah menyentuhmu, ahh ...." Tanya Ansel sambil terus berusaha menerobos inti Lisha yang sangat sempit. (Lona dan Devan adalah pasangan Suami Istri di novel Author yang berjudul 'Budakku Canduku' bagi kalian yang ingin mengenal bagaimana baiknya Ansel di masa lalu, silahkan baca novel itu lebih dulu, ya🙌😉)
__ADS_1
Ansel manatap tak tega Lisha yang kini kesakitan, namun tak mungkin hal yang sudah separuh jalan ini dia hentikan. Hingga akhirnya, Ansle tetap memilih untuk melanjutkan.
Ansel meraih lengan Lisha yang mencengkram selimut. Membalikkan tangan itu mejadi telapak tangan, kemudian menggenggam telapak tangan Lisha.
Lisha yang semakin kesakitan langsung membalas genggaman tangan Ansel, hingga keduanya saling menggenggam dengan begitu eratnya.
Dengan saling menggenggam, Ansel menghentakkan senjatanya di inti milik Lisha. Hingga pada hentakkan ketiga, akhirnya Ansel berhasil merengut kesucian seorang Lisha.
Lisha menjerit kuat tanpa dapat dia tahan, buliran air mata terus mengalir deras. "Tuhan, aku sudah memberikan mahkota paling berharga dalam hidupku kepada pria yang tidak mencintaiku barang sedikit pun. Tapi, aku ikhlas demi kesembuhan Ibuku. Untuk itu, aku mohon jangan patahkan hatiku, biarkan Ibuku sembuh. Ambil saja nyawaku bila kau ingin aku menggantikannya. Silahkan berikan cobaan terberatmu untukku, asalkan kau menyembuhkan Ibuku, maka aku sanggup melakukan apa pun itu ...." Batin Lisha dengan rentetan air mata yang mengalir tiada henti.
Buliran darah segar yang mengalir mendarat di kasur, menjadi bukti bahwa Ansel telah berhasil merengut hal paling berharga dalam hidup Lisha.
__ADS_1
.
.
.
Hallo reader semua, mulai sekarang, Othor usahain akan update setiap hari. di jam :
00:00
12:00
18:00
kenapa nggk sekalian aja Thor updatenya?
maaf, ya, sayang🙏 Othor kan juga perlu waktu dan tenaga buat nulisnya. jadi, Othor mohon berikan dukungan dalam bentuk like, komen, vote, dan hadiah. agar author semakin semangat nulisnya💞 Lopeeeeeeeee reader semua😘😘😘
__ADS_1