Istri Kedua CEO Gondrong

Istri Kedua CEO Gondrong
Bab 20


__ADS_3

"Tu-tuan," Lisha terbata karena kaget dengan seorang pria yang kini membuka jasnya dengan cepat.


Lisha menundukkan wajahnya malu, tentu dia sangat malu karena ada sesosok pria yang dia kenali berdiri di hadapannya. Tubuh Lisha meremang kala pria itu membungkus tubuh atasnya dengan jas.


"Berdirilah Nona Lisha,"


Garvin. Ya, pria misterius yang membeli Lisha dengan harga 2 miliar untuk semalam tak lain dan tak bukan adalah Garvin Vience. Garvin adalah seorang pria yang terlihat memiliki hati yang begitu lembut.


Lisha menggeleng menolak permintaan Garvin. Lisha sangat malu hingga menatap mata teduh Garvin saja tak sanggup dia lakukan.


"Apa mereka menyakiti Nona?" Garvin mencoba mengangkat kepala Lisha dengan lembut.


Setetes buliran bening kembali meluncur dari kedua sudut mata Lisha. Garvin menyeka perlahan air mata Lisha, lalu menyingkirkan anak rambut Lisha yang berantakan.


"Nona akan masuk angin bila terus duduk di sini. Mari duduklah dulu di sofa, saya berjanji tidak akan menyentuh Nona." Garvin membantu Lisha untuk berdiri lalu membawa Lisha untuk duduk di sofa.


"Sekarang ceritakan apa yang terjadi kepada Nona hingga bisa bersama dengan Ansel Stewart?" Garvin bertanya sambil memegang kedua bahu Lisha guna memberikan kekuatan untuk Lisha.


Lisha diam seribu bahasa, tidak mungkin dia katakan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya dan Ansel.

__ADS_1


"Baiklah kalau Nona tidak bisa menceritakannya kepada saya, saya mengerti posisi Nona saat ini. Tapi, saya mohon katakan kepada saya, apa yang dapat saya lakukan untuk membantu Nona." Lisha menatap mata Garvin saksama guna mencari ketulusan di mata tajam itu. Lisha menunduk kembali kala mata tajam itu menyiratkan rasa iba untuknya.


"Apa Nona memerlukan uang?" Garvin kembali mengangkat dagu Lisha.


"Bila Nona membutuhkan uang, saya bisa membantu Nona. Tenang saja, saya akan pinjamkan Nona uang dan nona dapat mengembalikannya kapan pun nona bisa," sambung Garvin lagi.


"Saya tidak membutuhkan uang, Tuan." Jawab Lisha pelan.


"Saya memang membutuhkan uang. Tapi, tidak dengan uangmu Tuan Garvin. Sebanyak apa pun uang yang Tuan berikan kepada saya tidak akan dapat digunakan untuk menyelamatkan nyawa Ibu. Karena hanya Nyonya Mina yang punya pendonor untuk Ibu." Batin Lisha.


"Lalu kenapa Nona bisa berada di tangan seorang Ansel Stewart? Dengarkan saya baik-baik Nona, Ansel itu bukanlah pria yang baik." Ujar Garvin.


"Dia memang bukan pria yang baik, tapi bersamanya saya akan baik-baik saja." Jawab Lisha.


"Saya pastikan akan mengembalikan uang dua miliar milik Tuan," ucap Lisha pilu.


"Saya tidak membahas masalah uang yang telah saya keluarkan untuk membantu Nona. Tapi, saya khawatir sesuatu yang lebih parah akan terjadi kepada Nona. Ansel bukanlah pria yang baik Nona, percayalah kepada saya. Kalau Nona mau bekerja sama dengan saya, saya dapat membantu Nona untuk lepas darinya," tawar Garvin membuat Lisha terharu.


"Tapi saya tidak ingin melibatkan tuan dalam masalah saya yang rumit ini," ucap Lisha dalam hati

__ADS_1


"Maaf tuan Garvin, saya tidak bisa menerima bantuan taun." Jawab Lisha menolak.


"Kenapa, Nona?"


"Tuan adalah lelaki yang baik, saya sangat senang bisa bertemu dengan pria berhati malaikat seperti tuan. Tapi, saya mohon maafkan saya karena tidak bisa menerima bantuan tuan." Keukeuh Lisha.


"Baiklah kalau begitu, Nona beristirahatlah di kamar ini untuk sementara. Tenangkan pikiran Nona. Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada saya. Ini kartu nama saya, hubungi saya kapan pun bila nona membutuhkan bantuan. Jaga diri nona baik-baik. Oh iya, nanti akan ada yang mengantarkan pakaian untuk nona, buka saja pintu kamarnya dengan kartu itu. Kalau begitu saya permisi." Pamit Garvin yang tampak pergi dengan terburu-buru.


Setelah kepergian Garvin, kini tinggal Lisha seorang diri di kamar luas itu. Lisha merasa lega karena masih ada Seseorang yang berbaik hati kepadanya.


Sebenarnya, Lisha sangat ingin menerima bantuan Garvin. Tapi, Lisha tidak ingin melibatkan Garvin dalam masalahnya. Lagi pula, apa yang dia lakukan adalah pilihannya, ada seorang ibu dan adik yang membutuhkan dirinya.


Mungkin Garvin bisa membawanya pergi menjauh dari Ansel. Tapi tidak dengan membawa Ibunya yang masih membutuhkan Negera ini untuk berobat. Apalagi Sang Ibu punya golongan darah yang langkah sama sepertinya, karena hal itulah Lisha tidak ingin menyia-nyiakan Nyonya Mina yang punya pendonor untuk Ibunya.


Biarlah dia sedikit menderita, yang terpenting Ibunya dapat kembali sehat seperti semula.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2