Istri Kedua CEO Gondrong

Istri Kedua CEO Gondrong
Bab 35


__ADS_3

"Tuan, bukankah itu mobil Garvin!" Tunjuk Deon kaget.


"Kejar dia!" Teriak Ansel membuat Asisten Deon langsung menerobos lampu merah guna mengejar mobil Garvin yang telah jauh di depan sana.


Baik aktor di film-film laga, Deon menyalip dengan mudah mobil yang menghalau. Namun, tetap saja sulit bagi Deon untuk mengejar Garvin, apalagi mobil keduannya yang sama-sama hebat, belum lagi ditambah dengan Garvin yang terus menambah kecepatan mobilnya karena sadar bahwa kini ada yang mengikutinya.


Kini, kedua mobil itu sudah tak lagi berada di jalan raya, melainkan sudah berada di jalan sempit yang di pinggirnya terdapat hamparan pantai.


"Habiskan saja kecepatannya!" Titah Ansel sambil berpegangan dengan erat.


"Ta-tapi, Tuan—" Deon akhirnya mengikuti permintaan Tuannya setelah mendapatkan tatapan tajam dari Ansel.


Deon melaju dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya dapat menyalip mobil Garvin. Dan entah apa sebabnya, Garvin pun menyerah dan menghentikan mobilnya. Kini, mobil Ansel berada di depan mobil Garvin, mengahalau agar Garvin tak dapat ke mana-mana. Ansel keluar lebih dulu, lalu berlari menghampiri Garvin.


"Garvin, cepat buka pintunya!" Teriak Ansel sambil terus menggedor kaca mobil Garvin.

__ADS_1


Tak berselang lama, Garvin menurunkan kaca mobilnya. "Ada apa, Ansel?" Tanya Garvin santai.


"Di mana Istri saya, Lisha?" Tanya Ansel murka.


"Lisha Istrimu?" Tanya balik Garvin tampak begitu kaget.


"Tidak usah sok kaget, sekarang mana Lisha? Kamu sembunyikan di mana dia?"


"Kenapa bertanya pada saya, mana saya tau Lisha Istrimu ada di mana," jawab Garvin langsung membuka pintu mobilnya, lalu keluar dari mobill.


Mendapatkan kesempatan, Ansel memeriksa di setiap sudut mobil Garvin. Deon juga datang membantu, keduannya kompak memeriksa hingga ke bagasi, tapi tak kunjung menemukan seseorang yang mereka cari saat ini.


"Kamu sudah lihat dan periksa sendiri, bukan? Kenapa masih bertanya?" kesal Gervin langsung masuk ke dalam mobilnya. "Singkirkan mobilmu Akau mau lewat!" Kesal Garvin.


Asisten Deon pun mengajak Ansel pergi masuk ke dalam mobil. Ansel menolak ajak', kan Asisten Deon, namun akhirnya dia terpaksa mengalah karena memang tak ada bukti yang menunjukkan bahwa Garvin-lah yang membawa Lisha.

__ADS_1


Di dalam mobil.


"Hallo, apa kalian sudah menemukan keberadaan Nona Lisha? Tanya Asisten Deon pada ponselnya.


"Belum, Tuan. Kami masih mencari jejak Nona Lisha. Bila kami menemukan jejak, kami akan langsung menghubungi Tuan," Jawab seorang pria di seberang sana.


"Baiklah," jawab Asisten Deon cepat dan langsung memutuskan panggilan.


"Para pengawal belum menemukan keberadaan Nona Lisha, Tuan. Kita harus mencari Nona Lisha ke mana?" Tanya Deon sambil tetap fokus menyetir.


Ansel tak menjawab, rasa bersalahnya tak kunjung hilang, dia telah membuat kesalahan besar kepada Lisha selama ini. Tuduhan-tuduhan kasarnya kepada Lisha kini mengiris hatinya sendiri. Tuduhan tak benarnya kepada Lisha meninggalkan luka yang begitu dalam, walau Lisha memaafkannya, tapi Ansel tak mungkin mampu memaafkan dirinya.


Ansel sangat menyesali perlakuan kasarnya kepada Lisha. 'perempuan jal*ng!' Setelah malam panjang dia lalui bersama Lisha, kini Ansel sadar bahwa selama ini dia telah salah menilai Lisha.


Ansel yakin Lisha sangat terpukul serta terluka dengan perkataanya. Kini, Ansel yang terpukul karena sangat mengkhawatirkan Lisha yang menghilang bak ditelan bumi.

__ADS_1


Ponsel Ansel bergetar pertanda ada panggilan yang masuk. Nama 'Mommy' tertera di layar, Ansel pun langsung mengangkatnya.


"Ansel, kamu ke mana saja? Sekarang, cepatlah datang ke rumah sakit!"


__ADS_2