Istri Kedua CEO Gondrong

Istri Kedua CEO Gondrong
Bab 49


__ADS_3

Maaf, hanya dengan mengandung anakku, kamu bisa tetap berada di sisiku.


"Dah juga berjanjilah padaku. Berjanjilah bahwa kamu akan selalu berada di sisiku apa pun yang terjadi."


"Aku berjanji, aku berjanji akan selalu berada di sisimu apa pun yang terjadi. Tapi kamu juga harus berjanji kepadamu, aku mohon tepati janjimu. Aku sangat merindukan Ibu dan Adikku, mereka sudah banyak menderita," Ansel mengangguk kemudian menepuk perlahan pundak Lisha, berusaha memberikan ketenangan.


"Terima kasih, Ansel. Terima kasih banyak," Lisha berdiri, kemdian kembali memeluk Ansel dengan begitu eratnya.


"Sama-sama, sudahlah jangan menangis lagi," Ansel menyeka perlahan air mata Lisha yang masih mengalir, lalu mengecup pelan kening Lisha.


"Apa masih lapar?" Lisha menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Kalau sudah kenyang, lebih baik kita istirahat sekarang."


Ansel membenamkan kepala Lisha di dadanya, memeluk pinggang ramping Lisha. Lalu berjalan dengan posisi begitu, hingga tiba di kamar khusus nan mewah.


"Kamarnya besar sekali," gumam Lisha takjub.


"Ada apa sayang?" Tanya Ansel.

__ADS_1


"Tidak apa-apa," jawah Lisha dengan kedua pipi yang memerah kala melihat Ansel yang melepaskan pakaiannya.


"Kamu ganti pakaian saja dulu. Aku akan ke kamar mandi sebentar," kata Ansel dan lisha mengangguk.


Lisha berjalan menuju lemari, mengambil sebuah gaun tidur yang seksi di dalamnya. Tidak ada pilihan lain, Lisha terpaksa memakai gaun itu kemudian naik ke atas ranjang, menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Aku harus melakukannya lagi, agar aku segera hamil. Bertahanlah mata, aku mohon bertahanlah." Gumam Lisha sambil memaksa matanya untuk tetep terbuka lebar.


Tak lama kemudian, Ansel keluar dari kamar mandi. Lisha mengeratkan genggamannya pada selimut. Meski ini bukan yang pertama atau yang kedua, tapi tetap saja dia masih malu serta gugup.


Lisha meneguk saliva bersusah payah saat ada pergerakan pada ranjang, pertanda Ansel telah naik dan bergabung bersamanya.


"A-anggap sa-saja i-ni balasan se-rta imbalan karena kamu te-lah mau mem-bantuku," perlahan sambil memejamkan mata, Lisha mendekatkan wajahnya pada wajah Ansel yang masih tampak syok. Lisha begitu yakin akan melakukannya pada Ansel. Namun, beberapa menit kemudian, bibirnya tak juga menyentuh bibir Ansel.


Ansel tersenyum merasa lucu dengan kelakuan Lisha. Merasa geram, Ansel pun mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Lisha sekilas. Lisha yang kagat langsung membuka matanya sempurna. Senyuman manis Ansel membuat wajahnya memerah padam karena malu.


Ansel menarik Lisha, membawa Lisha kembali pada posisi semula. Membaringkan Lisha serta menyelimuti Lisha. Ansel memberikan kecupan selamat malam di kening Lisha.


"Tidurlah dengan nyenyak," ujar Ansel membawa Lisha masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Apakah aku ditolak? Ah, sangat memalukan," jerit Lisha dalam hatinya.


"Bersabarlah Ansel. Dia juga butuh istirahat. Ingat, dia sedang sedih saat ini," batin Ansel memejamkan matanya paksa.


***


Keesokan paginya.


"Gunakan bikini yang warna merah, ya, aku akan menunggu diluar," pinta Ansel dengan berbisik di telinga Lisha. Lisha dapat merasakan sekujur tubuhnya merinding.


Sarapan sambil melihat keindahan sunrise bersama Lisha adalah momen romantis yang selalu Ansel bayangkan sebelumnya.


Lisha segera menyadarkan dirinya dari lamunan saat Ansel telah pergi ke luar dari kamar. "Astaga, kenapa tidak langsung jadi dalam sekali. Nasibku benar-benar tidak beruntung seperti di novel-novel," oceh Lisha sambil berjalan menuju lemari.


"Seleranya sangat aneh. Ah, bahan berenda begini sangat gatal dan tidak nyaman. Dengan bikini begini, apa bedanya dengan tidak berpakaian," Lisha terus merutuki selera Ansel yang aneh menurutnya. Namun, dia tetap memasangkan bikini seksi itu ke tubuhnya.


Begitu selesai, Lisha membuka pintu kamar, mengeluarkan separuh kepalanya sambil berkata. "Apa tidak apa-apa berbikini begini? Bagaimana kalau ada orang lain yang melihat," ucap Lisha pada Ansel.


"Tidak akan ada yang melihat selain aku, ayo kita segera keluar sekarang," ajak Ansel langsung menarik Lisha.

__ADS_1


__ADS_2