Istri Kedua CEO Gondrong

Istri Kedua CEO Gondrong
Bab 40


__ADS_3

Tidak ada, Tuan."


"Apa!"


"Maksud saya, Nona Lisha dan Nyonya tidak ada di sini, karena Nyonya Lisha sedang membawa Nona berbelanja ke Mall," jelas Asisten Deon membuat Ansel tenang.


"Ansel!" Panggil Nyonya Mina yang datang dari pintu utama bersama Lisha mengekor di belakangnya, dengan membawa tas belanjaan yang begitu banyak.


"Mommy," saut Ansel mendekat pada Sang Mommy. Sedangkan Asisten Deon langsung berjalan cepat menuju Lisha, dan mengambil alih tas belanjaan yang Lisha bawa.


"Kamu sudah pulang, Sayang?"


"Mommy bawa Lisha ke mana?" Tanya balik Ansel.


"Cuma belanja kok Sayang, memanganya ada apa?"


"Tidak ada. Oh iya, beosk aku akan membawa Lisha pergi ke Dubai," ujar Ansel kepada Mommy-nya, tapi matanya malah melirik pada Lisha.


"Mommy senang dengarnya. Itu artinya, tidak lama lagi Mommy akan menimang Cucu," saut Nyonya Mina. "Oh iya Deon. Belanjaan itu bawa saja ke kamar Lisha, ya, di kamar tamu," sambungnya memberi perintah pada Asisten Deon.

__ADS_1


"Deon, bawa ke kamarku saja," ralat Ansel.


"Baik, Tuan."


"Ansel, kamu bawa Lisha sekalian ya, dia butuh bantuan untuk mandi, karena lukanya tidak boleh terkena air. Nanti kalau sudah selesai mandi, kebawahlah untuk makan malam bersama," jelas Nyonya Mina mendorong Lisha perlahan ke arah Ansel.


"Baik, Mommy," jawab Ansel singkat, lalu menggenggam jemari Lisha dengan lembut dan kaku.


Ansel membawa Lisha masuk ke dalam lift, "Luka ini kenapa berdarah?" Tanya Ansel terus memperhatikan lengan Lisha yang diperban sembarang dengan darah yang menodai perban putih itu.


"Tidak sengaja tersenggol, Tuan. Tapi sudah tidak sakit lagi," jawab Lisha menyembunyikan lukannya.


"Apa mau mandi sekarang?"


"Tuan saja dulu, saya nanti saja," jawab Lisha gugup.


"Baiklah," jawab Ansel bangkit lalu menuju kamar mandi.


Ketika Ansel sudah masuk ke dalam kamar mandi, Lisha memilih mengelurkan beberapa pakaian yang dibelikan oleh Nyonya Mina, termasuk ada beberapa Janis lingerie di antaranya.

__ADS_1


Lisha menyusun pakaiannya menjadi lipatan panjang, agar nanti tinggal di masukkan ke dalam koper.


"Lisha," panggil seseorang membuat Lisha menaikkan pandangannya. "I-iya, Tu-tuan," saut Lisha malu kala memandangi betapa tampannya Ansel yang baru saja selesai mandi.


Tubuh kekarnya terekspos karena hanya ada handuk mini yang melingkar di pinggangnya. Jatuhan air dari rambut gondrongnya terlihat begitu seksi, semerbak wangi maskulin, kini memenuhi indra penciuman Lisha.


Ansel terlihat mengacuhkan jawaban Lisha, dia berjalan menuju sebuah ruangan tempat pakaian dan aksesorisnya berada. Begitu keluar, Ansel mendorong satu koper besar berwarna hitam polos.


"Masukkan saja pakaianmu ke dalam koper ini, tidak perlu membawa banyak pakaian," ujar Ansel meletakkan koper itu di samping Lisha.


"Baik, terima kasih tuan," jawab Lisha. Setelahnya, Ansel kembali menuju ruangan Sebelumnya. Ketika keluar kali ini, Ansel sudah memakai piyama dengan baju dan celana panjang.


Ketika Ansel mendekat, Lisha telah usai menyusun beberapa pakaianya ke dalam koper yang Ansel berikan. Ansel membantu menyingkirkan koper yang masih terbuka itu ke tepi dinding.


"Pakaian Tuan bagaimana?" Tanya Lisha.


"Sudah dipersiapkan di sana," jawab Ansel duduk di samping Lisha seraya menyisir rambut gondrong yang masih sedikit basah.


"Baiklah," jawab Lisha mengalihkan pandangan tak ingin terus menatap Ansel. Ansel berdiri, meletakkan sisir di atas nakas lalu berkata, "Ayo, aku mandikan."

__ADS_1


__ADS_2