
Seminggu kemudian, kondisi Lisha sudah berangsur membaik berkat perawatan intensif dari Dokter. Hari itu juga, Lisha sudah diperbolehkan pulang dan akan mendapatkan perawatan di rumah.
Ansel membawa seorang gadis office girl yang selama di rumah sakit sudah menjadi teman akrab Lisha dan Ansel percaya dengan gadis itu, karena Ansel juga dapat melihat ketulusan di mata sayu gadis itu saat merawat Lisha.
Seorang gadis yang hidup sebatang kara yang masih duduk di bangku SMP kelas tiga, sudah Lisha anggap seperti Adiknya sendiri. Lisha senang dapat mengenal gadis baik yang memiliki nama lengkap Risna Lestari itu, Lisha memanggilnya dengan nama panggilan Ris.
"Awas, hati-hati Sayang," ujar Ansel kala membantu Lisha berbaring di ranjang. Kini, Ansel sudah membawa Lisha tinggal di Mansion barunya. Mansion yang tak kalah megahnya dengan Mansion sebelumnya.
"Mau makan lagi, Sayang," tawar Ansel perhatian.
"Tidak dulu, Ansel. Aku masih sangat kenyang," jawab Lisha menolak.
Deeerrtt!
Ada pesan yang masuk dari Asisten Deon. Di pesan tertulis Asisten Deon meminta Ansel untuk melihat berita trending utama dan Ansel langsung mengeceknya.
Trending topik no. 1
__ADS_1
Model sekaligus pewaris perusahaan Gyn Grup Eriska, ditemukan tak bernyawa ketika sedang berlibur di pulau Hawai.
Trending topik no. 2
Ansel Stewart selingkuhi Eriska
Trending topik no. 3
Eriska dibunuh!
Itu berita yang tertulis di trending topik hari itu, dunia maya digemparkan dengan berita kematian Eriska. Tapi, Ansel malah tak tahu apa-apa.
"Hallo Deon, apa berita itu benar?" Tanya Ansel mengkonfirmasi.
"Benar, Tuan. Saat ini diperusahaan juga ada polisi sedang mencari Tuan, mereka meminta Tuan datang ke kantor polisi sebagai saksi. Saya tidak bisa menjemput Taun, di luar ada banyak sekali wartawan. Anehnya semua masalah malah berimbas ke Stewert Grup, harga saham kita anjlok, Tuan. Sedangkan Gyn grup aman, sepertinya ada hal yang tidak beres," jelas Asisten Deon kesulitan bicara karena kini dirinya yang menjadi sasaran demo para pemegang saham.
"Kau tetap di sana, bereskan urusan di sana. Aku akan ke kantor polisi sekarang juga," kata Ansel cepat.
__ADS_1
"Berhati-hatilah, Tuan," jawab Asisten Deon dan Ansel langsung memutuskan panggilan.
"Ada apa, Ansel? Apa yang terjadi? Apa Casey sudah ditemukan?" Tanya Lisha penuh harap.
"Casey belum ditemukan, Sayang," jawab Ansel lesu membuat Lisha semakin penasaran.
"Lalu, apa yang terjadi? Kenapa kamu harus ke kantor polisi?"
"Eriska ditemukan meninggal dunia di Hawai dan kemungkinan dia dibunuh," jawab Ansel membuat Lisha membulatkan mata sempurna.
"Astaga, kamu tidak berbohong, kan? Siapa yang tega melakukan itu, kasian sekali Eriska. Tapi, bukankah kamu mempublikasikan bahwa kamu berlibur bersamanya, apa yang akan kamu lakukan, Ansel?" Lisha terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan Ansel yang pasti akan mendapatkan masalah besar.
"Kamu tidak usah mengkhawatirkan aku, aku sudah punya cara untuk mengatasi masalah ini. Aku hanya dipanggil sebagai saksi," jawab Ansel berusaha membuat Lisha tenang.
"Tapi kamu Suaminya, Ansel," saut Lisha tetap khawatir.
"Aku tidak akan terkena masalah, sayang. Sudah, berhenti mengkhawatirkan aku. Aku akan baik-baik saja, percayalah. Sekarang, aku minta kamu tetap di sini dan jangan ke mana-mana. Aku akan meminta Ris untuk menemanimu selama aku pergi," Ansel mengambil kunci mobil dan bersiap akan pergi.
__ADS_1
"Hati-hati, Ansel. Jangan pulang terburu-buru, walau bagaimana pun Eriska adalah Istrimu. Eriska juga adalah orang yang baik," walau Eriskalah yang membuat dirinya terjebak dalam lingkaran hitam yang membuatnya harus kehilangan Ibu besarta Adik. Tapi, Lisha tetap tidak dapat menyalahkan Eriska. Karena selama ini, Eriska juga tidak pernah bersikap buruk kepadanya.