
Pagi tiba dengan membawa kecariaan. Cahaya matahari yang masuk lewat celah-celah ventilasi mengusik istirahat seorang wanita yang kini menggeliat di atas kasur empuknya. Tangannya meraba ke samping mencari seseorang yang biasanya selalu ada guna memeluknya.
"Ansel," panggil Lisha sambil menepuk kasur dengan mata yang masih terpejam. Merasa tidan ada apa pun, dia pun bangkit dengan mengusap pelan matanya.
"Ansel," panggil Lisha lagi. "Apa dia mandi?" Turun dari ranjang sambil bertanya dengan diri sendiri.
Lisha berjalan menuju kamar mandi, tapi tidak ada siapa pun di sana. Membuatnya langsung mencuci wajah lalu segera keluar.
Setelah mencuci wajah barulah pandangannya menjadi lebih jelas dan Indra penciumannya juga mulai beraksi kala mencium aroma steak lezat yang ada di atas meja di sofa.
Lisha duduk di sofa, meraih steak jumbo lalu menghirup aromanya dalam. Kemudian barulah Lisha sadari ada sebuah kertas bertuliskan tangan di samping piring. Lisha meraih surat lalu membacanya.
Isi surat:
__ADS_1
To : My Wife (Ageela Glisha)
Maaf, Sayang. Maaf karena aku tidak bisa menepati janji, ada satu meeting yang sangat penting yang mengharuskan aku turut hadir. Aku berujanji hanya hari ini saja. Besok dan kedepannya aku benar-benar akan cuti. Jangan marah ya, makanlah yang banyak. Aku sudah menyiapkan steak special untukmu, semoga suka, Sayang. Selamat makan dan tunggu aku dengan manis. Dua jam lagi aku akan pulang.
Ttd Ansel Stewart.
Lisha menengadahkan pandangan menatap jam yang ada di dinding. "Sudah jam 10, aku kesiangan dan tumben Nyonya Mina tidak membangunkan aku. Ah, lebih baik aku sarapan dulu," Lisha langsung melahap steaknya dengan begitu bahagia karena rasa masakan Ansel benar-benar yang terbaik baginya.
Selesai sarapan Lisha langsung membersihkan diri. Ketika dirinya telah berpakaian rapi dan akan keluar dari kamar sambil membawa piring bekasnya sarapan, tepat saat itu juga Nyonya Mina lebih dulu membuka pintu kamar dan langsung menyerat Lisha dengan kasarnya hingga piring di tangan Lisha terjatuh mendarat tak mulus di lantai.
"Masuk!" Bentaknya memaksa Lisha masuk ke dalam mobil.
"Ke mana Nyonya? Apa Nyonya ingin membawa saya bertemu dengan Ibu dan Adik saya?" Tanya Lisha penuh harap.
__ADS_1
"Ibu, haha ... Ibu kamu udah nggak ada, pengawal bawa dia masuk!' jawab Nyonya Mina membuat Lisha begitu terkejut.
"Apa maksud, Nyonya? Ibu saya ke mana? Ibu saya sekarang di mana? Nyonya tolong katakan dengan jelas, tolong jelaskan apa yang terjadi?" Pinta Lisha mendesak.
"Cepat bawa masuk dia!" Bentak Nyonya Mina pada Dua orang pengawalnya.
"Tidak saya tidak mau! Saya mau di bawa ke mana? Lepaskan!" Teriak Lisha berontak.
"Ansel pake nelpon lagi. Kalian lakban saja mulutnya!" Titah Nyonya Mina langsung mengangkat panggilan dari Ansel setelah memastikan Lisha tak dapat lagi berteriak.
Nyonya Mina berada di luar mobil sambil menjawab pertanyaan Putranya tentang Lisha. Sedangkan Lisha kini berada di dalam mobil, duduk diapait dua orang pria berpakaian serba hitam dengan tubuh kekar, membuat sulit bergerak dan tak dapat berontak apalagi melawan.
"Lisha masih tidur, Ansel. Mommy sudah mencoba membangunkan dia, tapi dia bilang masih mengantuk dan kedinginan. Jadi, dia melanjutkan kembali tidurnya," lapornya.
__ADS_1
"Iya-iya, akan Mommy bangunkan dia sekarang juga," kesal Nyonya Mina langsung memutuskan panggilan sepihak dan berlari segera masuk ke dalam mobil.
"Berangkat sekarang, cepat!"