
"Aku juga mencintaimu, Ansel. Aku sangat mencintaimu," ucap Lisha terus memeluk Ansel.
"Aku tau itu," jawab Ansel tersenyum manis.
"Kamu tau?" Tanya Lisha menatap Ansel heran.
"Tentu saja aku tau kamu mencintaiku. Memangnya wanita mana yang tidak jatuh cinta pada ketampananku ini," jawab Ansel bangga. Lisha terlihat sangat bahagia, karena Anselnya yang dulu, kini telah kembali.
"Dasar narsis," ejek Lisha langsung naik ke atas pangkuan Ansel, melingkarkan kedua tangannya di leher Ansel, kemudian langsung mencium bibir Ansel dalam.
Ansel tampak kaget mendapatkan ciuman tiba-tiba dari Lisha. "Wah-wah, tidak disangka setelah sebulan tidak disentuh, Lishaku menjadi seganas ini," ujar Ansel menggoda Lisha, membuat Lisha menunduk malu.
"Tapi, kamu sedang hamil dan tidak baik main di atas," ucap Ansel langsung bangkit dan mengubah posisi menjadi dirinya yang di atas sedangkan Lisha di bawah.
"Terima kasih, Lisha," sambung Ansel menatap Lisha yang kini berada di bawah kukunganya.
"Untuk apa?" Tanya Lisha dengan pipi merahnya.
"Terima kasih, karena sikapmu barusan membuatku tak lagi merasa kesal saat mengingat video itu. Aku berjanji padamu akan membalaskan dendam pada Garvin, aku tidak akan membiarkan pria bajingan itu berbuat hal yang sama lagi," tutur Ansel serius.
"Terima kasih untuk pembelaanmu, Ansel. Tapi, kejahatan tidak perlu di balas dengan kejahatan. Tuhan tidak buta, tanpa kamu melakukan apa pun, aku yakin dia akan menerima karmanya sendiri," jawab Lisha menenangkan emosi Ansel.
__ADS_1
"Kamu adalah wanita yang paling baik di dunia ini, aku begitu beruntung memilikimu. Aku berjanji mulai saat ini hanya akan ada kamu di sisiku," Ansel mendekatkan wajahnya, memberikan ciuman dalam di bibir Lisha.
"Ingatlah, aku ini Istri keduamu," ucap Lisha setelah Ansel melepaskan ciumannya.
"Kamu'kan tau aku menikahi Eriska karena apa," jawab Ansel menyisir rambut Lisha dengan jari-jari tangannya.
"Jadi, walau kita sudah saling mencintai. Anak yang aku kandung ini akan tetap diberikan kepada Eriska?"
"Kamu pikir aku akan memberikan anakku begitu saja kepada mereka."
"Tapi, aku sudah menandatangani surat perjanjian itu, Ansel."
"Hanya surat. Lagian aku sudah lama merebutnya dari Mommy," jawab Ansel santai membuat Lisha membulatkan matanya sempurna.
"Tidak, tidak ada di tanganku," Ansel menjawab cepat.
"Kamu membohongiku!" Kesal Lisha menepuk dada Ansel.
"Pfft... Surat itu memang tidak ada padaku karena aku sudah lama membakarnya," Ansel merebahkan tubuhnya di samping Lisha.
Lisha membalikkan separuh tubuhnya menatap Ansel tak percaya. "Lalu bagaimana dengan Ibuku, Ansel?" Tanya Lisha khawatir.
__ADS_1
Karena kalau perjanjian itu tidak lagi berlaku, maka hanguslah harapan Lisha untuk mendapatkan uang guna membiayai operasi Ibunya tercinta.
"Untuk hal itu, aku akan menjelaskanya setelah kita kembali. Besok, kita akan ke rumah sakit lebih dulu untuk cek kesehatanmu. Kalau aman untuk melakukan perjalanan, maka kita akan pulang dan aku akan menceritakan segalanya kepadamu. Tapi yang pasti, anak yang kamu kandung akan selalu menjadi milikku juga milikmu. Bukan milik Eriska," jelas Ansel menatap Lisha penuh cinta.
"Memangnya apa yang telah terjadi, Ansel? Jangan menakutiku, apa ada sesuatu yang buruk terjadi tentang Ibu dan Adikku?" Tanya Lisha panik sekaligus khawatir.
"Sudah aku katakan besok aku akan menjelaskannya kepadamu, Sayang. Sekarang istirahatlah," titah Ansel membawa Lisha masuk ke dalam pelukannya.
.
.
.
Oke, gesss. Tarik napas, hembuskan perlahan. Konflik kecil selesai🥳🤣
Baru konflik kecil loh ya💃
Mana votenya ini guys🤧
Minta dukungannya ya guys, dengan cara like, komen, vote, dan juga hadiahnya 🤗
__ADS_1
Terima kasih banyak🙏🏻🥰
Lope kalian semua se-truck😘😘😍