
"Arrrgh!" Teriak Lisha sambil menahan sakit kram perut sekaligus sakit ketika dr. Yuna menusukkan jarum ke perutnya hingga tembus ke rahim.
Di detik ke dua puluh, Lisha tak lagi dapat melihat dengan jelas. Seketika semuanya menjadi gelap, hingga akhirnya Lisha pun tak sadarkan diri.
"Yuna, Lisha pingsan bagaimana ini?" Tanya Nyonya Mina khawatir.
"Sebentar Nyonya, ini sedikit lagi selesai," jawab dr. Yuna.
Braaak!
"Mommy!" Teriak Ansel yang datang dengan menendang pintu.
"A-ansel," jawab Nyonya Mina kaget. Sedangkan dr. Yuna terdiam ketakutan.
"Yuna. Beraninya kau!' teriak Ansel membuat Nyonya Mina dan dr. Yuna menegang.
"Lepaskan jarum itu!" Teriak Ansel dengan mata yang berkaca-kaca kala melihat kondisi Lisha yang begitu menyedihkan.
"Ba-baik, Tu-tuan," jawab dr. Yuna perlahan menarik jarum yang masih menusuk di perut Lisha. Ansel mengalihkan pandangannya karena melihat aksi Dr. Yuna yang membuatnya merasa ngilu.
__ADS_1
Begitu dr. Yuna telah selesai mencabut jarum itu, Ansel mendekat pada dr. Yuna yang masih terdiam kaku.
PLAAK!
Satu tamparan keras dr. Yuna dapatkan. Tubuh dr. Yuna mendarat di lantai dengan darah segera mengalir dari kedua sudut bibirnya. "Setelah ini, jangan pernah berharap untuk dipanggil sebagai seorang dokter. Kau tidak pantas meskipun kau sahabat terdekatku sekali pun!" Ancam Ansel yang sepertinya akan mencabut surut izin praktek dr. Yuna.
Dr. Yuna hanya dapat menahan tangis, menyesali perbuatannya. Ansel berjalan gontai ke ranjang di mana Lisha berada. Mencium perut buncit Lisha, menurunkan gaun Lisha yang terbuka. Lalu menyeka perlahan air mata Lisha, memberikan kecupan penuh kasih sayang di kening Lisha. Kemudian langsung mengangkat tubuh Lisha dengan setestes air mata yang mengalir dari mata tajammya.
Ansel berjalan perlahan dan berhenti tepat di hadapan Mommy-nya. "Mulai detik ini, Mommy bukan lagi Mommy-ku," ucap Ansel menekan kalimatnya.
"Ansel, apa kamu gila! Demi wanita murahan ini kamu tega memutuskan hubungan dengan Mommy yang telah bersusah payah mengandung dan melahirkanmu!" Teriak Nyonya Mina murka.
***
"A-ansel," panggil Lisha pelan ketika sudah terbangun dari pingsannya.
"Aku di sini, Sayang. Bagaimana, apa yang kamu rasakan sekarang?" Tanya Ansel dengan tak lepas menggenggam tangan Lisha dengan erat, seakan tak ingin berpisah.
"Aku takut, Ansel. Ibumu ingin membunuh bayi kita, Bagiamana dengan bayi kita, dia baik-baik saja, bukan?" Tanya balik Lisha kembali menangis pilu.
__ADS_1
"Nona Lisha tolong tenangkan diri Nona, ya. Tuan Ansel tolong bantu saya tenangkan Nona karena bahaya kalau sampai mengalami stres," kata Dokter Arti yang kini tengah memeriksa kandungan Lisha.
"Baik, Dokter," jawab Ansel.
"Lisha maafkan aku. Aku menyesal, ini salahku, aku akan memberikan mereka pelajaran," ujar Ansel.
"Aku tidak mau tinggal di sini, Ansel. Aku tidak mau tinggal di Mansionmu," pinta Lisha.
"Baik, aku akan menyiapkan rumah baru kita. Besok kita akan pindah ke rumah baru, sekarang tenanglah jangan menangis lagi," bujuk Ansel.
"Sekarang, aku mau pindah sekarang juga," kata Lisha keukeuh. Dia tidak akan pernah merasa aman bila masih tinggal serumah dengan Nyonya Mina, Lisha tidak ingin kehilangan calon bayinya.
"Setelah kondisimu membaik aku akan membawamu pergi dari sini. Kita akan tinggal di Apartemen untuk sementara waktu," jelas Ansel mampu membuat Lisha merasa tenang dan tak lagi ketakutan.
"Bagaimana Dokter, bagaimana keadaan Lisha dan calon bayi saya?" Tanya Ansel.
"Syukurlah tidak ada masalah yang terlalu serius. Mungkin Nona Lisha akan sering mengalami kram perut, tapi sejauh ini tidak ada masalah yang harus dikhawatirkan. Untuk seminggu kedepan saya harap Nona Lisha untuk tetap di ranjang atau biasa disebut badress juga jangan melakukan hubungan intim dulu. Jika Nona merasakan keluhan lainnya, tolong langsung hubungi saya, ya, Tuan Ansel."
"Baik, Dokter Arti, saya pasti akan menghubungi Dokter lagi," jawab Ansel.
__ADS_1
"Saya juga ingin minta maaf atas apa yang telah Yuna lakukan, saya berajnji akan memberikannya hukuman seberat-beratnya," kata Dokter Arti yang tak lain adalah Mommy dari Dokter Yuna.