Istri Kedua CEO Gondrong

Istri Kedua CEO Gondrong
Bab 23


__ADS_3

Bruuk!


"Aw!" Teriak Lisha.


"Kalau jalan matanya di pake!" Bentak Ansel lalu kembali berjalan terburu-buru masuk ke dalam rumah.


Bruuk!


Ansel menghentikan langkahnya dan membalikkan badan melihat ke belakang. Dan tampaklah Lisha yang sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai teras.


"Sial!" Umpat Ansel kesal. Namum, dia tetap melangkah menuju tempat Lisha tergelatak.


"Hey, bangun!" Ucap Ansel sambil menepuk-nepuk pipi Lisha.


Ansel akhirnya mengangkat tubuh mungil Lisha—kala Lisha tak kunjung membuka mata saat dibangunkan.


"Bibik Lili!" Teriak Ansel sambil membawa Lisha masuk ke dalam kamar tamu lantai dasar.


Tiba di kamar, Ansel membaringkan Lisha dengan perlahan namun tetap tampak kesal. Tak lama kemudian, Bibik Lili tiba dengan terburu-buru.


"Ada apa Tu ... Astaga, Nona Lisha kenapa, Tuan?"


"Seharusnya aku yang bertanya, Bibik apakan dia sampai pucat dan pingsan begitu?" Tanya Ansel terlihat peduli tanpa dia sadari.


"Maaf, Tuan. Nyonya yang menghukum Nona karena gagal menggoda Tuan. Nona di suruh bekerja tanpa makan dan minum seharian," lapor Bibik Lili jujur.


Ansel menaikkan salah satu alisnya, ada secercah rasa bersalah di hatinya. Tapi, dia tutupi dengan segala kebencian. "Mommy memang gila," cerca Ansel.


"Segera panggilkan dr. Yuna untuk memeriksa keadaannya. Aku ada meeting sebentar lagi, tolong Bibik urus wanita ini." Titah Ansel lalu pergi dengan terburu-buru. Dia pulang hanya untuk menjemput dokumen yang sempat dia tinggalkan.

__ADS_1


"Baik, Tuan."


Bibik Lili menghela napas panjang sambil menatap Lisha yang masih belum sadarkan diri.


Belum sempat Bibik Lili untuk menelpon dr. Yuna. Dia sudah harus terpaksa pergi karena Sang Nyonya yaitu Nyonya Mina telah berteriak memanggil namanya.


"Iya. Ada apa Nyonya?" Saut Bibik Lili bertanya.


"Di mana Lisha? Kenapa gadis itu tidak ada di taman?" Nyonya Mina bertanya balik dengan bertolak pinggang.


"Sekarang Nona Lisha ada di kamar tamu, Nyonya." Bibik Lili terlihat kesulitan bicara akibat napasnya yang tersengal.


"Kenapa dia bisa ada di kamar? Kamu itu bagaimana, sih? Kan sudah aku katakan biarkan dia bekerja. Itu hukuman untuknya," oceh Nyonya Mina berjalan cepat menuju kamar tamu. Sedangkan Bibik Lili juga berjalan cepat di belakangnya, berusaha mengimbangi langkah Nyonya-nya.


"Nona Lisha pingsan, Nyonya." Sela Bibik Lili membuat Nyonya Mina menghentikan langkahnya.


"Apa kamu bilang?"


"Kenapa tidak diberi makan?" Amuknya.


"Kan Nyonya yang melarang saya untuk memberi Nona Lisha makan,"


"Tapi dengan syarat dia tidak pingsan, kalau sampai terjadi apa-apa padanya, kamu yang harus bertanggungjawab!" Ancam Nyonya Mina membuat Bibik Lili menggelengkan kepalanya, tak habis pikir.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa terus mengikutiku? Cepat panggil dr. Yuna! Buaknnya malah bengong," titahnya dengan membentak.


Bibik Lili pun pergi menuju ruang tamu untuk menelpon dr. Yuna agar datang. Setelahnya, barulah dia menyusul Nyonya-nya yang kini tengah berada di kamar tamu.


Di kamar tamu.

__ADS_1


"Wajahnya pucat sekali, dia tidak mati, bukan?" Nyonya Mina memasang raut wajah ketakutan.


Bukan takut kehilangan Lisha, melainkan takut kehilangan gadis polos yang sudah susah payah dia dapatkan dengan jebakkan.


"Tidak akan, Nyonya. Nona Lisha hanya mengalami dehidrasi dan kelelahan. Setelah menghabiskan satu infus ini, dia akan segera sadarkan diri." Jawab dr. Yuna menjelaskan.


"Benarkah?"


"Iya, Nyonya."


"Oh iya, Yuna, coba cek dia. Semalam dia tidur dengan pria lain. Mommy tidak ingin dia hamil tapi bukan darah daging Ansel. Mommy hanya memberikan dia pil KB. Tapi, Pil itu dikonsumsi sesudah itu, sepertinya tidak akan berpengaruh. Apakah ada cara lain agar dia tidak hamil?" Tutur Nyonya Mina menjelaskan kekhwatirannya.


"Baiklah, akan saya periksa." Jawab dr. Yuna mulai memeriksa Lisha.


Beberapa menit kemudian.


"Bagaimana hasilnya, Yuna?" Tanya Nyonya Mina pemasaran.


"Sepertinya hal yang Nyonya sebutkan tidak benar adanya. Setelah saya periksa, Nona Lisha masih aman, alias masih perawan." Jawab dr. Yuna ramah.


.


.


.


.


Udah Senin, nih. boleh dong Othor minta votenya biar makin Mangats nulisnya🙈

__ADS_1


Maaciw semua🙏😘


Huhu, maaf ceritanya masih lurus aja nih, belum ada yang bikin menegangkan. Tapi, sabar, ya, cintah semua, kita belum masuk konflik. jadi agak lambat dikit💞


__ADS_2