Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
SEBATAS PARTNER RANJANG


__ADS_3

Saat sampai di depan pintu apartment Nesa, Aryan langsung memasuk kan kode, terlihat ia sudah terbiasa keluar masuk ke ruangan ini tanpa permisi, jelas saja, mereka berdua adalah pasangan sejati, dan sudah menikah, walau hanya secara agama.


Saat pintu di buka, langsung tampak seorang wanita cantik dengan tampilan sangat seksi, jika di bandingkan dengan nya, tentu ayla bukan lah apa-apa, Ayla hanya wanita biasa dengan paras manis tidak ber make up, dan badannya yang semakin hari semakin kurus seperti kurang asupan.


..."Bie,"...


Panggil wanita cantik itu seraya menggelayut kan kedua tangannya pada tengkuk Aryan dengan mesra dan manja.


Ayla merasa sangat kikuk dan canggung dengan situasi ini, ia hanya menunduk tak berani mengangkat pandanganya.


..."Dia,?"...


..."Ayla bie, Ayla, ini Nesa!"...


Singkat cerita mereka pun berkenalan, Nesa adalah wanita yang luar biasa, jika tidak dalam posisi seperti sekarang ini, mungkin Ayla akan sangat memujinya, dia wanita mandiri yang cantik, meski terlihat manja, mungkin itu karena sedang bersama dengan mas Aryan. kekasihnya.


Tapi lama kelamaan, Ayla merasa jengah juga, ia merasa hanya seperti sebuah pajangan, tanpa di perhatikan, keputusannya untuk ikut menemui Nesa adalah kesalahan besar, dan dia memutuskan untuk pulang, tapi di luar sedang hujan deras.


Aryan melarangnya kembali ke rumah, ia meminta Ayla untuk menginap di apartment Nesa malam ini, meski hanya ada satu ranjang, biar Ayla tidur seranjang dengan Nesa, dan Aryan akan tidur di sofa. Nesa pun setuju dengan ide Aryan. Ayla hanya bisa pasrah.


Mereka bertiga melewati hampir setengah malam bersama, siapa yang bisa mengerti dengan perasaan Ayla saat ini, bahkan ia sendiri sudah tak memiliki kata untuk bisa menggambarkan perasaanya saat ini. Menangis pun ia tak mampu, hanya diam dan sesekali senyum tipis ketika Nesa dan Aryan tertawa.


Sudah hampir tengah malam, Aryan mengatakan pada Ayla bahwa dia harus menemani Nesa tidur terlebih dulu, baru setelah Nesa tidur, Ayla bisa masuk untuk tidur seranjang dengan nya, Aryan bilang, Nesa tidak bisa tidur dengan tenang jika tidak di temani Aryan terlebih dulu. Ayla hanya diam, dan Aryan mengantarkan Nesa ke dalam kamar.


...'Jadi, Inikah jawabannya ya Allah, kenapa mas Aryan selalu pulang larut malam? Atau bahkan tidak pulang,? Karna dia harus menidurkan Nesa terlebih dulu? Sebegitu besarkah cinta mereka ya Allah,? Bahkan aku juga pernah sangat mencinta seseorang, tapi tetap harus ku ikhlaskan ketika kami tak bisa bersatu.' Batin Ayla, dan kini ia menangis dengan derasnya, ia hanya bisa menundukkan kepalanya di antara lutut dan pahanya. Ia menangis dalam diam, seperti biasanya....


Entah sejak kapan, mas Aryan sudah berada di samping nya, terasa seseorang mengusap usap lembut puncak kepalanya, dan Ayla langsung menengok ke arah Aryan. Tanpa terpikirkan, Ayla tiba-tiba memeluk Aryan sambil menangis, Ayla menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Aryan. Ayla merasakan sakitnya cemburu dan sakit yang begitu lara.


Aryan mencoba mengerti perasaan Ayla dan ia membalas pelukan Ayla dengan hangat. Kini, dengan berani, Ayla berinisiatif menautkan bibirnya terlebih dahulu pada bibir Aryan, dengan perlahan dan penuh perasaan, mungkin saja, di dalam hati Ayla kini, ia benar-benar telah jatuh cinta pada Aryan, ia mengagumi sosok Aryan yang dapat memperjuangkan kisah cintanya, meski itu pada wanita lain.

__ADS_1


Mendapat perlakuan seperti itu, Aryan membalas dengan hangat, hingga mereka memutuskan untuk mencari kamar lain yang kosong di luar apartment Nesa yang mungkin bisa di huni oleh mereka untuk semalam.


..."Apa kamu yakin ay? Kamu tidak akan menyesal?"...


Aryan memastikan.


Ayla hanya memberi anggukan. Dan itu sudah cukup bagi Aryan untuk meneruskan yang sempat tertunda.


Aryan mulai menciumi wajah Ayla dengan mesra dan hangat, Ayla memejamkan mata nya untuk menikmati dan menyimpan moments indah ini kedalam memory nya yang paling dalam.


Setelah beberapa saat, Aryan sudah siap dengan miliknya, dan ia kembali berhenti seraya berucap.


..."Ay, aku tidak mencintaimu, kamu memang istriku, tapi, aku hanya bisa menjadikanmu partner Ranjang ku."...


Aryan tak ingin jika di kemudian harinya Ayla menyimpan harapan.


Pertanyaan Aryan yang sebenarnya tidak membutuhkan jawaban.


Ayla hanya memejamkan mata dan air matanya terus mengalir dari sudut-sudut matanya. Aryan pun melanjutkannya. karna tidak ada penolakan dari Ayla meski setelah apa yang Aryan katakan.


Malam ini, Ayla telah membuang harga dirinya sendiri, ia tidak tahu hasrat apa yang sudah menuntunnya melakukan hal ini. Selama itu berlangsung, air matanya tak berhenti mengalir, meski terasa begitu nikmat, tapi sungguh, ia tengah memendam rasa sakit yang luar biasa dalam lubuk hatinya.


Setelah mereka selesai dengan penuntasannya, Ayla membuka suara.


..."Mas, jawablah pertanyaan-pertanyaan ku dengan jujur. Kumohon!"...


..."Apa ay?"...


..."Mas, bisakah kau menyayangiku? Meski itu bukan lah cinta?"...

__ADS_1


..."Aku menyayangimu ay, tapi aku tidak bisa jika sampai mengkhianati cinta Nesa."...


..."Mas, apa kamu pernah melakukanya dengan Nesa sebelum kalian menikah?"...


..."Tidak ay.!, Tidak pernah sekalipun."...


..."Jadi, kapan malam pertama kalian? Siapa yang lebih dulu kamu sentuh mas? Aku? atau Nesa?"...


..."Wanita pertama yang ku sentuh Nesa ay, tapi wanita pertama yang ku dapatkan mahkotanya adalah kamu!"...


..."Apa maksudmu mas?"...


..."Sebelum berhubungan dengan ku, Nesa pernah mengalami kejadian buruk ay, dia korban pemerkosaan, setelah itu, aku berjanji akan selalu menjaganya,"...


...'Ya Allah, kisah macam apa ini? sebegitu besar dan tulusnya cinta di antara mereka,' Batin Ayla. dan kini Ayla hanya bisa kembali menangis....


...'Mas, Bisakah kamu melepaskan ku? Dan biarkan aku menjalani hidupku tanpa harus menjadi bayang-bayang dalam hubungan mu dengan Nesa?' Ingin sekali rasanya Ayla mengucapkan kalimat itu pada Aryan. Tapi ia tak mampu. Ia masih begitu ragu dan bingung jika sampai mengambil keputusan....


..."Ayla, apa kamu sudah tidur?"...


Ayla berbaring membelakangi Aryan, sedangkan Aryan memeluk Ayla dari belakang.


Tidak ada jawaban dari Ayla. Aryan lantas hanya menciumi kepala, pundak dan rambut Ayla.


Sedangkan, Ayla sebenarnya masih terjaga, ia hanya pura-pura memejamkan matanya, hingga saat Aryan bermonolog, Ayla masih bisa mendengar semuanya dengan jelas.


..."Kamu tahu Ay, saat Aaron datang ke pemakaman dan memegang tangan mu, ada perasaan tidak rela dalam hatiku, tapi, lagi lagi bayangan Nesa membuat ku harus menepis setiap rasa yang mulai timbul untukmu. Aku tidak bisa menyakiti Nesa Ayla, tapi aku malah menyakitimu, aku sungguh minta maaf Ay, aku minta maaf, seandainya aku bisa bersikap lebih baik. Ayla, aku memang tidak bisa meninggalkan Nesa, tapi aku juga takut kehilangan kamu Ay, kumohon bertahanlah, jangan pergi dariku Ay, aku membutuhkanmu."...


Bagaiman dengan kehidupan Ayla esok jika ia terus menjalani hidupnya dalam ikatan rumit seperti ini? Akankah Ayla mampu bertahan? Atau kah ia harus menyerah.?

__ADS_1


__ADS_2