Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
NESA POSITIF


__ADS_3

Suasana yang canggung terasa kental ketika Nesa datang ke kantor pagi ini. Ayla merasa kikuk, ia tidak PD, merasa bahwa ia selalu berada di bawah level Nesa.


..."Lantas, ada apa kamu datang kemari nes?"...


..."Kamu harus pergi meninggalkan Aryan, Ayla."...


Sontak kalimat Nesa itu membuat Ayla terbelalak.


..."Apa maksudmu nes,? Aku sudah berkali kali mengatakan bahwa aku tidak akan pernah pergi meninggalkan mas Aryan suamiku, atau meminta cerai dari nya, karna Allah membenci itu."...


..."Ayla, aku menderita setiap kali melihat Aryan berada dekat dengan mu. Aku sedih ketika ia terpaksa harus tinggal bersama dengan mu. aku tersiksa ayla, kumohon mengertilah!"...


Kali ini Nesa berbicara keras sambil menangis.


..."Nesa, pelan kan suaramu, ini di kantor, tidak ada yang tahu tentang kehidupan pribadi mas Aryan nes, lagi pula, kenapa kamu mempermalukan dirimu sendiri seperti ini. kamu tahu aku tidak akan meninggalkan mas Aryan kecuali mas Aryan sendiri yang menjatuhkan talak nya padaku."...


..."Kamu tahu Ayla, kamu datang merusak hubungan kami, kamu datang menghancurkan hubungan kami, kamu adalah wanita yang merebut kebahagiaan wanita lain."...


Meski disertai air mata, tapi kata-kata nya tidak pantas di dengarkan telinga.


..."Ini takdirku nes, aku tidak bisa menciptakan takdir ku sendiri, aku hanya menjalani nya sebaik yang bisa ku lakukan."...


..."Diam kamu Ayla, kamu tahu, mas Aryan hanyalah menjadikan mu budak nafsunya saja, kamu tidak lah lebih sari wanita partner ranjangnya saja. kamu tidak lah lebih tinggi dari wanita bayaran Ayla."...


..."Aku terima semua hina an mu itu nes, tapi ku mohon berhentilah, dan tinggal kan tempat ini...."...


Kini Ayla pun menangis mendengar kata-kata yang di ucapkan Nesa padanya.


Kata partner ranjang itu selalu berhasil mengoyak dan menggores luka begitu dalam pada hatinya, karna yang ia tahu, memang itulah kenyataanya, mas Aryan tidak pernah mencintainya, seluruh cintanya hanya untuk Nesa. Bahkan dengan jelas mas Aryan pernah mengatakan, bahwa dia hanyalah di anggap sebagai istri Partner ranjang.


..."Baiklah, aku akan pergi sekarang, tapi sebelumnya, lihat ini."...


Nesa melemparkan map coklat di Depa meja Ayla.

__ADS_1


Ayla pun segera membukanya. Ia menutup mulutnya dengan tangan sebelah ketika melihat isi map itu. Surat dari rumah sakit yang menerangkan bahwa pemilik nama Ny.Nesa Aroohi positif.


..."Hamil?"...


..."Iya Ayla, aku hamil, itulah kenapa kemarin aku sempat pingsan dan di bawa kerumah sakit, kamu tahu Ayla? Aryan sangat senang ketika mendengar kabar itu, dan dia akan segera meresmikan hubungan kami di mata hukum negara. Dia tidak mau jika anak nya lahir tanpa status dirinya."...


..."Ayla, aku tidak sanggup jika sampai anak ku lahir dengan keadaan keluarganya yang berantakan seperti ini, dia akan malu ketika besar nanti ay, orang-orang dan teman-teman nya akan mencemooh nya karna ibu nya adalah istri kedua."...


..."Aku tidak sanggup jika anak ku harus menanggung malu Ay, hiks hiks hiks."...


Nesa menangis dengan deras.


Ayla hanya terpaku dengan memegang kertas laporan itu, ia menangis dalam diam.


..."Ay, kumohon padamu, pergilah dari kehidupan kami. Tinggalkan mas Aryan, kami berhak hidup bahagia ayla, mas Aryan tidak mencintaimu, dia merasa tersiksa karna harus bersama dengan mu, dia tidak bisa meninggalkanmu karna kau tidak memintanya, tapi, jika kau meminta nya untuk melepas mu, dia pasti akan menyetujuinya Ayla, berikanlah kehidupan kami kebahagiaan dengan pergi Ay, dan, kamu juga berhak mencari kebahagiaan dalam kisah hidup mu sendiri."...


"Tapi, JIKA KAMU TIDAK MENINGGALKAN KAMI AYLA, MAKA AKU YANG AKAN PERGI MENINGGALKAN KALIAN, BERSAMA ANAK KU, BIARLAH DIA TUMBUH MENJADI ANAK TANPA SEORANG AYAH."


Ayla menatap tajam ke arah Nesa dengan pandangan matanya yang nanar.


... 'Ya Allah.....'...


Kini Ayla sedang dalam pemikiran yang entah berantah. Pikirannya berputar kacau tak Ter arah.


Benar yang di katakan Nesa, bahwa dirinya hanyalah penghalang bagi kebahagiaan mereka. Di tambah lagi dengan akan hadirnya seorang anak di tengah tengah mereka, jika dia tidak menyerah, dan tetap melanjutkan hubungan ini, bagaiman dengan nasib anak itu nantinya?


..."Nes, aku mohon pergilah, aku ingin sendiri saat ini."...


Kepala Ayla terasa berdenyut begitu sakit, ia benar-benar tak menyangka semua akan seperti ini.


Nesa pun keluar dan membawa map yang di pegang oleh Ayla tadi.


Untuk sesaat, kemarin Ayla pernah merasa kan adanya cinta Aryan untuk dirinya, tapi sekarang, justru semua kembali menjadi rumit.

__ADS_1


Ayla memainkan ponselnya, ada pesan singkat via WA dari mas Aryan.


* Lagi dimana ay,


^^^*Masih di kantor mas,^^^


*Mas sedang di hotel, meeting hari ini selesai dengan cepat, oh ya, mas kangen sama kamu.


^^^*sudah ya mas, aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ku, aku ingin pulang cepat^^^


* Tunggu ay, kamu mau mas bawakan apa?


^^^*Tidak mas, mas pulang saja dengan selamat.^^^


*Baiklah, sepertinya kamu sedang sibuk, nanti malam sebelum tidur mas vc ya.


Ayla tak membalas pesan ter akhir mas Aryan, ia hanya menjatuhkan kepalanya di atas meja, sambil menangis sesenggukan. Ayla semakin bingung, keputusan apa yang harus di ambilnya ?.


Sore sepulang dari kantor Ayla pergi ke panti asuhan, sebelumnya tadi ia menghubungi sahabatnya Ineke, Ayla menceritakan semua masalahnya pada Ineke. Ineke meraung menangis sejadi jadinya mendengar kisah miris dan tragis dalam kehidupan rumah tangga sahabatnya itu, jangan kan membantu memberikan solusi, bahkan Ineke ber andai jika dia dalam posisi Ayla mungkin dia memilih untuk mati bunuh diri. Melihat kisah cinta sahabatnya yang tidak bisa bersatu saja sudah membuat Ineke nyesek, di tambah dengan semua ini. Jelas Ineke meraung sambil memeluk Ayla.


..."Bagaimana kamu bisa setegar ini ayla? Huaaaaa."...


Tangis Ineke benar benar pecah.


..."Jika aku ada pada posisimu, aku pasti sudah lama mengakhiri hidupku sendiri, atau membunuh mereka saja, biar aku masih bisa hidup. Huaaaaa."...


Ineke kembali mengoceh sambil menangis.


..."Huuusss, jangan sembarangan bicara ke, Allah tidak akan mengampuni dan menerima hambanya yang mati mengakhiri hidupnya sendiri, dia akan kekal dalam neraka nya, Na'udzubillah."...


..."Lantas, apa yang akan kamu lakukan sekarang ay? apa keputusanmu?"...


Ineke masih menangis sesenggukan.

__ADS_1


..."Entahlah, itulah yang masih aku pikirkan ke, aku tidak boleh mengambil keputusan yang salah, mungkin, yang terbaik adalah, aku harus pergi dari hidup mas Aryan, dan meminta mas Aryan untuk melepaskan ku.!"...


__ADS_2