Istri Partner Ranjang

Istri Partner Ranjang
CAMPING AREND & ZICO PART II


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 11.30 dini hari. Selesai mendirikan tenda, Pembina mengintruksikan kegiatan yang akan di lakukan anak-anak setelah makan siang.


Kegiatan pertama yang akan di lakukan adalah Hasta Karya, sebuah perlombaan yang melatih ketrampilan anak.


Perlombaan Hasta Karya kali ini adalah membuat kerajinan kain, gerabah atau apa saja. Kemudian kerajinan ini akan di tampilkan di setiap tenda sebagai hiasan, dan nantinya akan di nilai.


Saat berlangsungnya kegiatan ini, Zico sebentar sebentar melihat ke arah Arend berada, yang juga sedang melakukan kegiatan tersebut.


Arend dan teman-temannya membuat kerajinan dari Ranting kering dan daun-daun kering, membentuk seperti sebuah pohon kering yang terbingkai dengan kayu persegi. Sangat estetik.


Sedangkan Zico dan teman-temannya membuat hiasan dari rerumputan hijau dan batu-batu kerikil. Setelah jadi, hasilnya terlihat seperti sebuah pajangan dinding yang cantik.


Arend sebenarnya merasa jika Zico terus melihat ke arahnya, namun ia bersikap tidak peduli seperti karakternya yang cuek.


Setelah kegiatan pertama selesai, sore sekitar jam 3 di lanjutkan lagi dengan kegiatan jelajah alam.


Mereka hanya akan mengitari lingkungan sekitar, tidak sampai masuk ke hutan apalagi naik ke gunung.


Saat di perjalanan kembali. Dengan mengumpulkan keberaniannya, Zico menghampiri Arend, berjalan di sampingnya.


..."Apa?"...


..."Kamu tahu,? Aku jadi teringat Papah ku saat melihat mu, semakin ku perhatikan, kamu semakin mirip dengannya."...


..."Jangan ngawur, aku gak kenal sama papah mu."...


..."Kalau kamu tidak percaya, lihatlah. Aku ada fotonya di HP."...


Zico mulai merogoh saku celana bagian sampingnya untuk mengambil benda pipih kecintaan sejuta umat itu.


Tapi Arend yang merasa semakin jengkel dan tidak peduli langsung melangkah lebih cepat meninggalkan Zico di belakang.


..."Hey, tunggu, biar ku perlihatkan!"...


..."Aku tidak peduli."...


Langit mulai menghitam, sang Surya mulai undur diri di balik ketinggian gunung. Saatnya Pembina kembali mengintruksikan kegiatan pengisi acara malam pertama.


Kegiatan di malam pertama adalah perlombaan. Setiap kelompok di haruskan membuat yel-yel berupa lagu yang akan di nyanyikan di depan stage bersama kelompoknya. Di nilai dari Tema, isi lagu, dan kekompakan. Kelompok yang dinilai paling bagus selain mendapat poin, juga akan mendapat kesempatan untuk Menyanyikan sebuah lagu sebagai penghiburan.


Selain itu juga ada lomba Puisi tentang Alam, dan acara di tutup dengan acara makan malam bersama.


Saat acara makan malam, lagi lagi Zico menghampiri Arend, kebetulan tenda mereka berdekatan.


..."Kau mau?"...

__ADS_1


Zico membuka obrolan dengan menawarkan makanan miliknya.


Arend hanya menggeleng.


..."Apa yang kamu makan itu? Apa aku boleh mencobanya?"...


Zico mengambil tempe goreng milik Arend. Arend melihat nya dengan tidak suka.


..."Wah, enak,!"...


Zico langsung mencomot makanan Arend tanpa seizin nya.


..."Cobalah punyaku, punyaku juga gurih, kau pasti suka." ...


Kiini Zico memberikan tempenya ke atas piring plastik Arend.


..."Kau ini kenapa? Makanan kita kan satu menu, jelas sama saja rasanya.!"...


Sungut Arend kesal.


Zico hanya nyengir menampakkan gigi nya yang tertata rapi.


..."Aku bingung, mengajakmu bicara saja susah. Kamu terlalu banyak diam, dan terkesan tidak peduli dengan sekitar, tapi aku tahu kok, sebenarnya kamu itu baik dan perhatian."...


Zico kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.


..."Iya, maaf.!"...


..."Mana foto Papah mu? Kamu bilang, kamu akan menunjukkan foto Papah mu pada ku?"...


Sebenarnya, Arend sedikit kepikiran dengan pernyataan zico jika dirinya mirip dengan papahnya Zico.


Di tambah ingatannya dengan nama panjang Zico, ZICO EL ARYAN. Dimana nama Papah Zico juga sama dengan nama Papahnya.


Juga Ayla sang mama, yang tidak pernah mau menunjukkan dimana makam Papah nya berada, membuat Arend berpikir keras, apakah mungkin papahnya sebenarnya masih hidup.


..."Iya, tentu."...


Zico dengan antusias meletakkan piringnya, dan segera merogoh saku celananya.


Benda pipih itu ternyata masih dalam mode off, sejak keberangkatannya di bis, karna malas mendengar Omelan papahnya yang tak membolehkannya ikut camping.


..."Sebentar ya, baru aku aktifkan."...


Nampak cahaya terang yang menyembul, jari-jemari Zico mulai menggeser geser layar pipih itu, dan.

__ADS_1


..."Ini, lihatlah"...


Betapa kagetnya Zico melihat foto itu, foto seorang pria dewasa yang tampan, dengan balutan jas membuatnya terkesan sangat gagah, wajah dari pria itu sama persis dengan foto papahnya yang ada di wallpaper ponsel Ayla sang mama, satu-satunya foto papahnya yang di miliki.


..."Coba lihat juga yang ini, malah kalau dari arah samping begini, nampak seperti kamu versi dewasa, dan kamu nya versi papah waktu masih anak-anak."...


Zico antusias menunjukkan foto-foto Arya pada Arend.


Sedangkan Arend karena kaget dengan foto-foto itu, ia tak sengaja merebut ponsel Zico dari genggamannya, dan Arend memperhatikan betul bahwa 2 foto itu adalah foto orang yang sama dengan yang ada di ponsel mamanya.


Saat mereka tengah sibuk melihat foto-foto di galery Zico, tiba-tiba ponsel itu berdering.


(nada dering video call)


Papah


Calling,,,,


..."Wah, gawat!."...


Sejenak Arend melihat ke arah Zico yang tampak terkejut dengan panggilan itu, dengan sengaja Arend segera menarik panel warna hijau ke atas.


Langsung tampak wajah Aryan memenuhi layar ponsel Zico.


..."Zico, dimana posisi kamu sekarang? Bagaimana keadaanmu? Keterlaluan sekali kamu, menonaktifkan ponsel saat Papah masih berbicara padamu, dan,"...


Aryan berhenti dari ocehannya, ketika menyadari wajah yang tampak di layar ponsel itu adalah anak laki-laki lain dan bukan Zico.


Ketika Arya hendak bicara kembali, Arend menyerahkan ponsel Zico padanya.


..."Kamu, "...


Aryan tak melanjutkan kalimatnya karna ponsel telah berpindah tangan pada Zico


..."Iya Pah, Zico baik-baik saja kok, sekarang Zico sudah berada di shelter 1, tempat berdirinya tenda. Ini belakang Zico tendanya Zico. Oh ya pah, Zico dapat temen baru disini, ini Pah, kenalin, dia mirip banget lho Pah sama papah."...


Zico mendekatkan ponselnya ke arah Arend untuk ikut masuk frame layarnya, namun Arend keburu berdiri meninggalkan tempat, sedangkan Aryan pun tak sempat melihat wajah Arend tadi karna suasana yang di tangkap kamera Zico remang-remang hampir gelap.


..."Arend, kamu mau kemana? Ini aku kenalkan Sama papah aku!"...


Seru Zico yang tak mendapat respon dari Arend. dan dia terus berjalan ke depan menuju tepi danau.


"Siapa dia Zico? Kenapa dia mengabaikan mu?"


..."Bukan begitu Papah, dia baik kok, namanya Arend pah, kata teman-teman sekolahnya rumahnya di desa ini, dia anaknya memang pendiem pah, jarang bicara, tapi dia baik kok, tadi saja dia bantuin Zico dari gangguan anak-anak lain, dia memainkan ketapel nya pah, alat itu canggih, dia anak yang pemberani."...

__ADS_1


Panjang lebar Zico menceritakan keseruan acara campingnya pada papah nya, membuat hati Aryan menghangat, dan luluh.


Berbeda terbalik dengan Arend yang kini tengah murung, ia duduk di atas tanah berumput menekuk lutut kakinya menghadap danau, ia berpikir keras, mungkinkah? mungkinkah?


__ADS_2