
31 Desember 19:15
..."Ayo!. Buruan mah!"...
Zico mendorong tubuh Ayla di depan pintu kamarnya. Ia berbicara sangat pelan sampai terdengar berbisik. Arend hanya mengamatinya, bersandar pada tembok sambil bersedekap.
..."Mama gak berani Zico.! Kamu tahu kan,? Papah kalo udah marah nyeremin banget kayak singa!"...
Ayla membalikkan badan menghadap Zico, membalas ucapan Zico yang sama pelannya.
..."Ekhem.!"...
Tiba-tiba Aryan sudah berdiri di belakang Ayla. Sontak Ayla kaget dan membalikkan badan. Raut mukanya jelas terlihat panik. Sedangkan Zico hanya bisa nyengir.
..."Siapa yang kalau marah kayak singa Ay? Hemm?"...
Ayla hanya nyengir mengikuti gerakan Zico.
..."Ada apa?"...
Aryan melembutkan suaranya. Tangannya mengelus pipi Ayla. Ia sepertinya tahu apa yang ada di benak Istri dan Putranya.
..."Kita mau merayakan malam tahun baru."...
Arend yang hanya diam sejak tadi bersuara.
..."Kemana?"...
..."Alun-alun pah, disana ada konser, akan ada pesta kembang api juga. Boleh ya pah!"...
Zico menjawab dengan antusias. Ayla memaniskan senyumnya. Menggandeng lengan suaminya. Berusaha mengambil hati demi menjalankan misi.
..."Boleh ya mas? Kita kan sudah gagal untuk menyambut tahun baru di Seoul. Sekarang di Alun-Alun Kota boleh ya?"...
Ayla bersikap sangat manja, sampai Arend geli melihatnya dan memalingkan muka.
..."Gak boleh."...
Ayla langsung melepaskan tangannya pada lengan Aryan. Raut mukanya yang manis tadi langsung berubah masam.
..."Pah, masa kita malam tahun baru cuma diem di rumah aja sih? Ini pertama kalinya pah, kita menyambut tahun baru dengan keluarga yang lengkap dan bahagia!. Arend? Katakan sesuatu.!"...
..."Tuan Aryan! Semuanya sudah siap di halaman belakang."...
Tiba-tiba Bapak penjaga gerbang utama naik ke atas menghampiri Aryan melaporkan jika tugasnya telah beres.
Aryan hanya mengangguk dan Bapak itu kembali turun segera.
..."Makasih Pak!"...
Arend berterimakasih mewakili papahnya, meski ia tidak tahu pasti apa tugas yang sudah di selesaikan sesuai perintah papahnya itu. Jelas itu membuat Aryan sedikit merasa kurang enak.
..."Kalian mau merayakan tahun baru kan? Kita rayakan di rumah bersama."...
Aryan melangkahkan kakinya, yang di ikuti oleh Istri dan anak-anaknya.
Sesampainya di halaman belakang, Zico berteriak antusias.
Halaman belakang rumahnya terlihat seperti alun-alun kota yang di hias untuk menyambut tahun baru.
Para assistant dan bodyguard semua bekerja sama. Bahkan aunty Ineke disana seakan berperan sebagai penjual terompet. Bu Nana berperan sebagai penjual lampu-lampu indah. Sila menjadi penjual aneka macam bunga api. Ada stage yang terdapat gitar, dan piano.
Lalu para bodyguard yang menjajakkan makanan seperti sate, aneka sosis goreng dan lainnya.
..."Waaah, kapan papah menyiapkan ini semua? Ini keren."...
__ADS_1
Ayla tersenyum senang melihat seluruh anggota keluarganya bahagia. Arend menghampiri aunty nya.
..."Terompet satu Nona! Berapa?"...
Arend menggoda aunty nya.
..."Yang mana Tuan muda?"...
Ineke pun bersikap hal yang sama.
..."Yang ini."...
Arend menunjuk pada satu terompet seperti bentuk naga.
..."Yang ini gratis. Karna yang beli anak tampan.!"...
Jawab Ineke dengan senyum yang terus mengembang.
..."Curang.! Aku juga mau?!"...
Mereka terlihat sangat senang dengan acara penyambutan malam tahun baru kali ini. Saat semua sedang bercanda dan tertawa. Rain tiba-tiba datang.
..."Boleh saya bergabung?"...
Semua mata tertuju pada sosok pria tampan yang terlihat sangat gagah dan maskulin.
..."Tuan Rain?"...
Zico menyambut antusias.
..."Tuan Aryan yang mengundang saya."...
Rain melihat ke arah Aryan dengan senyum yang tulus.
Ayla semakin terpesona dengan suaminya yang diam-diam perhatian dengan sahabatnya Ineke dan memiliki sifat yang baik.
..."Ay, nyanyikan lagu untuk kami.!"...
Aryan menggandeng tangan istrinya mendudukkannya di sebuah kursi lalu memberikannya gitar. Aryan berada di depan piano.
Pesta ala mereka pun di mulai. Semua bertepuk tangan memberikan applaus terhadap penampilan Ayla dan Aryan.
Lalu salah seorang Bodyguard memainkan musik dengan alat audio.
..."Jam berapa sekarang?"...
Zico sepertinya sudah tidak sabar, ia ingin memainkan bunga api sepuas-puasnya.
..."Tinggal beberapa detik lagi."...
..."Kita hitung bersama! 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1. Yeeaayyy Happy New year!... huuuuuu."...
Suara letusan Bunga api di atas bersahutan dengan suara terompet yang nyaring. Benar-benar terlihat indah dan seru.
Ayla memanjatkan doa di ikuti semuanya. Ayla menengadahkan kedua tangan, memejamkan mata, lalu menyapukannya pada muka.
..."Aamiin."...
Aryan mengikuti.
..."Aamiin!"...
..."Mas Aryan doa apa?"...
..."Mas hanya berdoa, semoga doa-doa Istri Mas di kabulkan sama Allah."...
__ADS_1
Ayla sangat senang mendengarnya. Aryan memeluk tubuh Ayla dari samping. Kepala Ayla bersandar pada dada sebelah kiri Aryan.
..."Aamiin?"...
Ineke pun selesai berdoa.
..."Aunty berdoa apa?"...
..."Aunty berdoa, semoga seluruh keluarga aunty di berikan kesehatan dan kebahagiaan.!!"...
Ineke menjawab pertanyaan Zico sambil senyum manis.
..."Aku berdoa semoga lekas ada bayi di rumah ini."...
Aryan, Ayla dan Ineke tertawa mendengar penuturan Zico. Arend hanya tersenyum.
Rain sejak tadi hanya melihat intens ke arah Ineke. Ineke melihat ke arah Rain.
..."Apa kau meminta sesuatu pada Allah?"...
Rain hanya menggeleng. Ineke tetap melihatnya seakan bertanya 'Kenapa?'
..."Aku belum mengenalnya. Aku akan merasa malu jika aku meminta sesuatu, sedangkan aku belum melakukan apapun untuknya.!"...
..."Kau tidak perlu memberikan apapun pada Allah. Jika kau ingin sesuatu, Kau bisa meminta padanya, dia tidak akan marah pada hambanya yang meminta dan memohon. Kita sebagai hamba hanya perlu menjalankan perintahnya, dan menjauhi larangannya. Kita bisa belajar bersama. Aku juga belum begitu mengerti agama. Tapi aku meyakini dialah Allah Tuhan seluruh semesta."...
Ineke mencoba menjelaskan sebisanya. Dan Rain mendengarkannya dengan sungguh-sungguh.
..."Apa kau sudah membaca buku yang ku berikan.?"...
..."Iya, tapi itu sedikit sulit. Ehmm, maksudku, sulit."...
..."Tidak apa-apa, pelan-pelan saja."...
Ineke pernah memberikan buku panduan belajar shalat pada Rain. Itu hal paling penting yang harus Rain pelajari lebih dulu.
Diam-diam Rain berdoa dalam hatinya meski kedua tangannya di masukkan kedalam saku celana. Rain mungkin masih merasa malu.
Ia memejamkan mata sejenak.
..."Wahai Tuhan! Tolong lakukan satu hal untukku. Buat wanita yang kucintai juga mencintaiku."...
...****************...
Hujan turun. Sejak tadi langit memang sudah mendung karna gulungan awan hitam. Rain baru saja pulang.
Ayla dan Ineke membantu para assistant merapikan kekacauan. Arend dan Zico sudah tidur.
..."Ke, besok ikut aku ya, temenin aku pergi.!"...
..."Kemana Ay?"...
..."Ke Panti asuhan, sama panti jompo, aku merindukan mereka. Aku juga ingin mengirim paket ke desa. Untuk anak-anak. Juga Akak yang menjaga Kios."...
..."Iya Ay, Aku juga bosan di rumah terus. Kamu udah bilang Aryan?"...
..."Sudah.!"...
Mereka menyelesaikan pekerjaan saat jam menunjukkan pukul 1 lebih. Ineke masuk kamar tidur. Dan Ayla masuk ke kamarnya.
Ia memandangi wajah Aryan yang sudah terlelap. Teringat dengan kalimat Aryan dan Zico yang menginginkan adanya lagi Seorang Bayi di rumah ini.
Ayla terus memandang wajah tampan suaminya, tangannya bergerak membelai rambut Aryan. Matanya mulai berkaca-kaca.
..."Maafin Ayla mas.!"...
__ADS_1